BRI Masuk Global 500 2026, Jadi Brand RI Paling Bernilai dan Saingi Raksasa Dunia

KUALA LUMPUR — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencetak prestasi global dengan masuk daftar Global 500 2026 versi Brand Finance. Dalam pemeringkatan ini, BRI dinobatkan sebagai brand paling bernilai di Indonesia dan menempati peringkat ke-369 dunia.

Capaian ini menempatkan BRI sejajar dengan raksasa global seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga YouTube. Dari kawasan ASEAN sendiri, hanya 11 brand yang berhasil masuk daftar tersebut, dan BRI menjadi yang terdepan dari Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan pengakuan ini mencerminkan kekuatan merek dan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BRI. “Pencapaian ini kami dedikasikan untuk seluruh nasabah dan Insan BRILiaN. Di tengah transformasi BRIVolution Reignite, kami tetap menjaga DNA kerakyatan dengan menghadirkan layanan yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujarnya.

Baca Juga :  Digital Banking Dorong Fee Based Income BRI Tumbuh Double Digit Capai 11,5%

Sebagai bagian dari transformasi, BRI melakukan corporate rebranding pada Desember 2025 dengan mengusung semangat “Satu Bank untuk Semua”. Pembaruan ini mencakup penyegaran identitas visual hingga penguatan layanan di seluruh jaringan dan produk.

Meski terus bertransformasi, BRI tetap mempertahankan jati diri sebagai bank yang dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Nama “Bank Rakyat Indonesia” kini ditampilkan lebih menonjol sebagai simbol kedekatan historis dengan rakyat.

Brand Finance menilai kekuatan merek berdasarkan standar ISO 20671 dengan tiga indikator utama, yakni investasi pemasaran, ekuitas pemangku kepentingan, serta dampaknya terhadap kinerja bisnis. Penilaian ini menghasilkan skor Brand Strength Index (BSI) yang menjadi dasar perhitungan nilai merek.

Baca Juga :  Fokus Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BRI Masuk Dalam Daftar CNBC Indonesia Green Business Ratings

Managing Director Asia Pacific Brand Finance, Alex Haigh, menyebut sektor perbankan masih mendominasi brand ASEAN di Global 500. “Bank-bank besar seperti DBS, OCBC, BRI, dan Maybank menunjukkan bagaimana kekuatan yang sudah terbangun bisa dikombinasikan dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing secara global,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Dengan capaian ini, BRI menegaskan posisinya sebagai bank nasional yang tak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di panggung global. ***

KUALA LUMPUR — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencetak prestasi global dengan masuk daftar Global 500 2026 versi Brand Finance. Dalam pemeringkatan ini, BRI dinobatkan sebagai brand paling bernilai di Indonesia dan menempati peringkat ke-369 dunia.

Capaian ini menempatkan BRI sejajar dengan raksasa global seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga YouTube. Dari kawasan ASEAN sendiri, hanya 11 brand yang berhasil masuk daftar tersebut, dan BRI menjadi yang terdepan dari Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan pengakuan ini mencerminkan kekuatan merek dan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan BRI. “Pencapaian ini kami dedikasikan untuk seluruh nasabah dan Insan BRILiaN. Di tengah transformasi BRIVolution Reignite, kami tetap menjaga DNA kerakyatan dengan menghadirkan layanan yang inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Digital Banking Dorong Fee Based Income BRI Tumbuh Double Digit Capai 11,5%

Sebagai bagian dari transformasi, BRI melakukan corporate rebranding pada Desember 2025 dengan mengusung semangat “Satu Bank untuk Semua”. Pembaruan ini mencakup penyegaran identitas visual hingga penguatan layanan di seluruh jaringan dan produk.

Meski terus bertransformasi, BRI tetap mempertahankan jati diri sebagai bank yang dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Nama “Bank Rakyat Indonesia” kini ditampilkan lebih menonjol sebagai simbol kedekatan historis dengan rakyat.

Brand Finance menilai kekuatan merek berdasarkan standar ISO 20671 dengan tiga indikator utama, yakni investasi pemasaran, ekuitas pemangku kepentingan, serta dampaknya terhadap kinerja bisnis. Penilaian ini menghasilkan skor Brand Strength Index (BSI) yang menjadi dasar perhitungan nilai merek.

Baca Juga :  Fokus Jalankan Bisnis Berkelanjutan, BRI Masuk Dalam Daftar CNBC Indonesia Green Business Ratings

Managing Director Asia Pacific Brand Finance, Alex Haigh, menyebut sektor perbankan masih mendominasi brand ASEAN di Global 500. “Bank-bank besar seperti DBS, OCBC, BRI, dan Maybank menunjukkan bagaimana kekuatan yang sudah terbangun bisa dikombinasikan dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing secara global,” katanya.

Dengan capaian ini, BRI menegaskan posisinya sebagai bank nasional yang tak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di panggung global. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru