Pernyataan aktris Acha Septriasa yang menyoroti polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet melontarkan berbagai pernyataan dan menilai program tersebut justru membawa manfaat bagi masyarakat, terutama keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Dalam unggahannya, Acha mempertanyakan apakah polemik tersebut membuat masyarakat menjadi lelah dan seolah menertawakan cara pengelolaan pajak rakyat.
“Denger berita MBG… pusing gak si loe? Apa tujuan ‘mereka’ cuma pengen bikin kita cape dan tertawakan ke-naif-an mereka mengelola pajak rakyat? Kalau itu tujuannya kita respons dong guys! Masa diem aja… Ini negara kita, pajak kita,” tulis Acha melalui akun Instagram @septriasaacha.
Pernyataan tersebut menuai tanggapan beragam dari warganet. Banyak yang menilai Acha tidak melihat langsung manfaat program MBG bagi masyarakat di daerah.
Akun Instagram @azzuranaura1206 misalnya, menilai program tersebut sangat membantu keluarga di desa.
“Kak, untuk kamu yang berkecukupan mungkin MBG nggak berguna. Tapi aku hidup di desa dan anakku dapat MBG yang layak. Banyak anak yang sangat terbantu,” komentarnya.
Ia juga mengingatkan agar program tersebut tidak dinilai hanya dari satu sisi.
“Sebagai artis seharusnya jangan menilai dari sebelah mata saja,” lanjutnya.
Komentar serupa disampaikan akun @factual.id yang menyebut banyak orang tidak mengetahui manfaat program tersebut secara langsung.
“Orang yang suka mengejek MBG pasti nggak tahu bagaimana manfaatnya punya 40 dapur MBG buat peningkatan ekonomi keluarga sendiri,” tulis akun tersebut.
Sebagian warganet juga mengakui bahwa program MBG masih memiliki kekurangan, namun manfaatnya tetap dirasakan masyarakat.
Akun @srisartika86 mengatakan program tersebut membantu meringankan pengeluaran keluarga.
“Buat saya sebagai IRT yang anaknya dapat MBG, setidaknya meringankan karena mengurangi uang jajan,” tegasnya.
Warganet lain, @handy_nurcahyo, menilai kritik sebaiknya diarahkan pada pelaksanaan program, bukan pada program secara keseluruhan.
“Program MBG sudah baik karena banyak manfaat, apalagi di desa. Walaupun ada kekurangan wajar karena program baru dan perlu banyak perbaikan. Kritisi saja dapur yang bermasalah, jangan programnya,” cetusnya.
Komentar senada juga datang dari akun @nia_wijayantii yang menilai pemberitaan negatif membuat persepsi publik menjadi tidak seimbang.
“Mungkin dengernya pas berita jelek saja tentang MBG, padahal banyak juga berita bagusnya,” tulisnya
Sementara akun @dianasuwarni8 menilai program tersebut sangat bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, terutama dari keluarga kurang mampu.
“MBG sangat bermanfaat untuk anak-anak Indonesia, apalagi yang kurang mampu,” imbuhnya.
Adapun, MBG merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan seperti siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat di Indonesia.(jpc)


