26.6 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Gedung KPK Memanas: Massa Banser Aksi Solidaritas Kawal Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas

PROKALTENG.CO-Suasana di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak riuh pada Kamis sore (12/3/2026).

Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi penggerudukan sebagai bentuk solidaritas terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan.

Aksi tersebut dimulai sejak siang hari dengan kedatangan massa yang melakukan konvoi panjang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga beberapa unit bus besar.

Sepanjang perjalanan menuju gedung antirasuah, massa membunyikan klakson secara serentak, yang sempat memicu kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Kuningan.

Setibanya di lokasi, massa segera memadati area depan gedung KPK, membentangkan atribut organisasi, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

Aksi ini menarik perhatian luas dari masyarakat sekitar serta pengguna jalan yang melintas, mengingat skala kehadiran massa yang cukup masif di tengah hari kerja.

Baca Juga :  Bansos Tak Merata, Warga Ngamuk Kantor Desa Porak-poranda

Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menghalangi proses hukum, melainkan untuk memberikan dukungan moral kepada mantan Menteri Agama tersebut.

Electronic money exchangers listing

Mereka menuntut agar penyidik KPK bekerja secara profesional, adil, dan transparan, tanpa adanya intervensi pihak mana pun.

Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK hari ini merupakan bagian dari penyidikan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kuota haji tambahan untuk periode tahun 2023–2024.

Kasus ini menyita perhatian publik karena besarnya angka kerugian negara yang ditimbulkan.

Berdasarkan estimasi awal dari lembaga auditor, perkara ini diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp622 miliar.

Modus operandi yang diselidiki mencakup penyimpangan dalam alokasi kuota haji tambahan yang seharusnya diperuntukkan bagi jamaah reguler, namun disinyalir dimanipulasi untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Menanggapi aksi massa di depan kantornya, pihak KPK menyatakan tetap teguh pada prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Ketakutan Tak Bisa Cari Makan di Kota Picu Penyebaran Wabah ke Daerah

Juru bicara KPK menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka tetap berjalan sesuai agenda, terlepas dari adanya aksi demonstrasi di luar gedung.

“Kami menghargai kebebasan berpendapat dan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, kami memastikan bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji ini dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang ditemukan oleh tim penyidik,” ujar perwakilan KPK.

Hingga berita ini diturunkan, Yaqut Cholil Qoumas masih berada di dalam ruang pemeriksaan gedung KPK. Sementara itu, pihak kepolisian telah dikerahkan untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi aksi guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu fasilitas umum.

Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi paling disorot di awal tahun 2026, terutama mengingat jabatan tinggi yang pernah diemban oleh tersangka dan dampak kerugiannya terhadap hak-hak dasar masyarakat Indonesia untuk menjalankan ibadah haji. (*/jpg)

PROKALTENG.CO-Suasana di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak riuh pada Kamis sore (12/3/2026).

Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi penggerudukan sebagai bentuk solidaritas terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang tengah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan.

Aksi tersebut dimulai sejak siang hari dengan kedatangan massa yang melakukan konvoi panjang menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, hingga beberapa unit bus besar.

Electronic money exchangers listing

Sepanjang perjalanan menuju gedung antirasuah, massa membunyikan klakson secara serentak, yang sempat memicu kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Kuningan.

Setibanya di lokasi, massa segera memadati area depan gedung KPK, membentangkan atribut organisasi, dan meneriakkan yel-yel dukungan.

Aksi ini menarik perhatian luas dari masyarakat sekitar serta pengguna jalan yang melintas, mengingat skala kehadiran massa yang cukup masif di tengah hari kerja.

Baca Juga :  Bansos Tak Merata, Warga Ngamuk Kantor Desa Porak-poranda

Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menghalangi proses hukum, melainkan untuk memberikan dukungan moral kepada mantan Menteri Agama tersebut.

Mereka menuntut agar penyidik KPK bekerja secara profesional, adil, dan transparan, tanpa adanya intervensi pihak mana pun.

Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK hari ini merupakan bagian dari penyidikan intensif terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kuota haji tambahan untuk periode tahun 2023–2024.

Kasus ini menyita perhatian publik karena besarnya angka kerugian negara yang ditimbulkan.

Berdasarkan estimasi awal dari lembaga auditor, perkara ini diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp622 miliar.

Modus operandi yang diselidiki mencakup penyimpangan dalam alokasi kuota haji tambahan yang seharusnya diperuntukkan bagi jamaah reguler, namun disinyalir dimanipulasi untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Menanggapi aksi massa di depan kantornya, pihak KPK menyatakan tetap teguh pada prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Ketakutan Tak Bisa Cari Makan di Kota Picu Penyebaran Wabah ke Daerah

Juru bicara KPK menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka tetap berjalan sesuai agenda, terlepas dari adanya aksi demonstrasi di luar gedung.

“Kami menghargai kebebasan berpendapat dan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Namun, kami memastikan bahwa proses penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji ini dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang ditemukan oleh tim penyidik,” ujar perwakilan KPK.

Hingga berita ini diturunkan, Yaqut Cholil Qoumas masih berada di dalam ruang pemeriksaan gedung KPK. Sementara itu, pihak kepolisian telah dikerahkan untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi aksi guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu fasilitas umum.

Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi paling disorot di awal tahun 2026, terutama mengingat jabatan tinggi yang pernah diemban oleh tersangka dan dampak kerugiannya terhadap hak-hak dasar masyarakat Indonesia untuk menjalankan ibadah haji. (*/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/