SAMPIT,PROKALTENG.CO– Niat Zainal Arifi n untuk mudik berlebaran ke kampung halaman berujung pada kekecewaan. Ketika proses chek-in di Pelabuhan Sampit, barcode pada tiket yang dipegang Zainal tidak terbaca oleh sistem. Zainal pun gagal masuk ke KM Kirana III pada Rabu (11/3) pukul 09.00 WIB.
Tiket yang dipegangnya diduga palsu. Zainal seharusnya berangkat menuju Surabaya menggunakan kapal milik PT Dharma Lautan Utama, yakni KM Kirana III, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Namun saat hendak melakukan check-in di pelabuhan, petugas tidak dapat memproses tiketnya.
“Kata petugas, barcode tiketnya tidak terbaca,” ujar Zainal saat ditemui di Pelabuhan Sampit. Ia sadar tiket yang dibelinya merupakan tiket palsu.
Tiket tersebut diperoleh melalui seorang teman yang mengarahkan ke seseorang penjual tiket sekitar dua pekan lalu. Zainal mengaku memilih membeli melalui perantara karena tempat tinggalnya cukup jauh dari Kota Sampit. Terlebih harga yang ditawarkan sama dengan harga resmi di agen sehingga ia tidak menaruh curiga saat melakukan pembelian.
“Saya beli kurang lebih dua minggu lalu seharga Rp480 ribu. Karena posisi saya di Desa Sebabi, jadi beli lewat teman,” katanya.
Ia juga menyebutkan, ini merupakan kali pertama dirinya membeli tiket di luar agen resmi. Pada perjalanan sebelumnya, ia selalu membeli langsung melalui agen resmi. Akibat kejadian tersebut, Zainal bersama dua penumpang lainnya tidak dapat berangkat sesuai jadwal.
“Katanya tadi sudah habis waktunya, jadi tidak bisa lagi berangkat,” ucapnya. Ia kini berencana mencari alternatif perjalanan lain agar tetap bisa pulang ke kampung halaman. “Rencananya mau lewat Semarang kalau masih ada tiket,” tambahnya.
Total, terdapat sekitar 10 calon penumpang yang memegang tiket yang diduga palsu. Dari jumlah tersebut, tujuh orang memilih membeli tiket baru di loket resmi agar tetap dapat berangkat.
Sementara itu, Guntur, rekan korban mengaku hanya mengarahkan para korban kepada calo yang biasanya ada setiap kali periode mudik. Saat itu, para penumpang diminta untuk kumpul terlebih dahulu sebelum melakukan check-in.
“Tadi pagi itu sebenarnya disuruh kumpul dulu sebelum check-in. Ternyata tujuh orang itu langsung check-in,” katanya.
Ia mengaku tak enak saat dimintai tolong oleh para korban. Mengingat, sebagian korban merupakan tetangga tempat ia tinggal. Sejumlah uang lebih dari Rp3 juta juga sudah dikembalikan oleh calo.
Ia mengaku, biasanya ada sekitar 10 calo yang ada setiap periode mudik seperti sekarang. Para pemudik yang menjadi korban sempat diurus keberangkatanya. Sehingga tujuh diantaranya bisa berangkat.
“Semuanya tadi sudah dikembalikan Rp3,5 juta. Tujuh orang itu belum ful bayar. Tiga orang bayarnya ful,” imbuhnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Manajer Cabang Sampit PT Dharma Lautan Utama, Kacung Muhadi mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui jalur resmi yang telah disediakan perusahaan.
“Kita terus mengingatkan dan arahkan masyarakat untuk membeli tiket melalui aplikasi resmi, website, atau datang langsung ke kantor cabang,” ujarnya.
Menurutnya, alasan jarak seharusnya tidak menjadi kendala karena pembelian tiket kini dapat dilakukan secara daring.
“Kalau alasan mereka terkait jauh itu sebenarnya bisa melalui website. Karena sekarang sudah era digital, selama masih ada internet dan smartphone bisa mengakses pembelian tiket itu,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa jika ada pihak yang menjual tiket di luar kewenangan perusahaan, maka tiket tersebut tidak akan diakui oleh sistem saat proses check-in.
“Masalah oknum yang menjual atau membeli di luar kewenangan DLU, saat check-in akan ditolak sistem. Jadi itu bukan tanggung jawab kami,” tegasnya.
Kacung menambahkan, pihaknya telah memberikan solusi kepada para calon penumpang yang terdampak dengan menyarankan untuk membeli tiket kembali melalui jalur resmi.
“Tadi kami cek dan solusinya membeli tiket kembali. Yang bersangkutan juga tidak keberatan,” ujarnya.
Ada dua kapal milik DLU yang berlabuh dari Pelabuhan Sampit. Kapal pertama, KM Kirana III berlabuh menuju menuju Surabaya, disusul KM Dharma Rucitra yang berlabuh menuju Semarang. Diperkirakan lebih dari seribu penumpang diangkut oleh dua kapal itu.
Sementara itu ada dua kapal yang melayani rute mudik lada Rabu ini. Pertama kapal KM Kirana III yang melayani rute Sampit menuju Surabaya berangkat pada pukul 09.00 WIB dengan membawa 766 penumpang dan 50 unit kendaraan.
Sementara itu yang kedua kapal KM Dharma Rucitra VI yang melayani rute Sampit menuju Semarang berangkat pukul 12.00 WIB dengan jumlah penumpang mencapai 524 orang serta mengangkut 41 unit kendaraan campuran.
“Keberangkatan KM Kirana III membawa 766 penumpang dengan 50 unit kendaraan. Sedangkan KM Dharma Rucitra VI berangkat pukul 12.00 WIB membawa 524 penumpang dan 41 unit kendaraan campuran,” jelas Kacung.
Menurutnya, pihak perusahaan juga telah mendapatkan dispensasi pelayaran tambahan untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini. Peningkatan arus mudikpun sudah mulai dirasakan.
“Dispensasi sudah keluar sejak tanggal 9 kemarin. H-9 ini sudah ada peningkatan,” katanya.
Selain keberangkatan pada hari tersebut, DLU masih menyiapkan beberapa jadwal pelayaran tambahan menjelang puncak arus mudik. “Masih ada beberapa trip lagi yang dijadwalkan pada tanggal, 15, dan 19 Maret menjelang Idulfi tri,” pungkasnya. (mif/ala/kpg)


