33.1 C
Jakarta
Friday, March 13, 2026

Empat Hunian di Jalan Tjilik Riwut Km 2 Palangka Raya Ludes Terbakar, Dugaan karena Obat Nyamuk

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Insiden kebakaran terjadi kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2, Kota Palangka Raya, Rabu (11/3/26) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat amukan si Jago Merah, empat hunian terbakar.

Salah satu kediaman yang rata dengan tanah merupakan milik seorang lansia penderita stroke bernama Sunarti (69). Konstruksi rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan mudah menghanguskannya.

Insiden ini awalnya disadari oleh Sriatin (57), tetangga korban, setelah ia mendengar suara jeritan dari ibundanya.

Mendengar hal tersebut, ia langsung berlari ke luar dan melihat kobaran api telah melahap sebuah kasur serta semakin membesar dan tak terkendali. Dengan sigap, Sriatin berupaya menolong untuk menjinakkan si jago merah yang mulai merembet di kediaman korban tersebut.

“Waktu itu kira-kira jam 4 sore, saya mendengar ibu berteriak, lalu saya bergegas keluar,” ungkap Sriatin ketika diwawancarai di tempat kejadian perkara.

Ditambahkan oleh Sriatin, material rumah yang terbuat dari papan kayu menjadi pemicu utama mengapa nyala api begitu cepat membesar.

Baca Juga :  Ibu Astuti Panik, Ada King Kobra Masuk Rumah dan Sempat Mengenai Kakinya

Dirinya beserta masyarakat setempat telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

Electronic money exchangers listing

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sucipto.Mengatakan bahwa amukan api meluluhlantakan empat bangunan, sedangkan satu bangunan lainnya ikut terdampak.

“Terdapat empat hunian yang ludes terbakar serta satu bangunan lain yang terkena imbasnya,” terang Sucipto.

Sucipto memaparkan. Di antara keempat bangunan yang hangus tersebut, terdapat satu rumah yang telah lama ditinggalkan dan tak berpenghuni.

“Sebagian besar memang berpenghuni, namun ada satu bangunan yang sudah kosong dan tidak lagi ditempati,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan Sucipto, sumber api diyakini berasal dari kediaman Sunarti. Pada saat insiden berlangsung, sang nenek sedang berada di rumah tetangganya bersama sang cucu.

Ketua RT setempat yang sempat mengecek ke dalam ruangan juga mendapati adanya kepulan asap pekat yang bersumber dari area tempat tidur.

Baca Juga :  Pasca Angin Kencang, DPKP Berhasil Mengevakuasi Banyak Pohon Tumbang

“Titik awalnya dari kediaman Ibu Narti. Ketika dicek, terlihat asap tebal dari arah kasur. Namun, pemicu utamanya masih belum bisa dipastikan,” ucapnya.

Menurutnya, dugaan awal menunjukkan bahwa api kemungkinan dipicu oleh penggunaan obat nyamuk bakar atau benda bersuhu tinggi lainnya di dekat kasur. Kendati demikian, investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan.

Laporan mengenai musibah ini, lanjut Sucipto, masuk ke pihak pemadam pada pukul 16.00 WIB. Setelah itu, tim langsung diterjunkan ke titik lokasi.

Upaya untuk menjinakkan api memakan waktu kurang lebih 30 hingga 60 menit sebelum situasi benar-benar aman terkendali.

“Berkat akses jalan yang memadai dan lokasinya yang tidak jauh dari jalan poros, armada pemadam dapat dengan mudah menjangkau titik api, sehingga proses pemadaman berjalan lancar,” pungkasnya.(her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Insiden kebakaran terjadi kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 2, Kota Palangka Raya, Rabu (11/3/26) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat amukan si Jago Merah, empat hunian terbakar.

Salah satu kediaman yang rata dengan tanah merupakan milik seorang lansia penderita stroke bernama Sunarti (69). Konstruksi rumah yang terbuat dari kayu membuat api dengan mudah menghanguskannya.

Insiden ini awalnya disadari oleh Sriatin (57), tetangga korban, setelah ia mendengar suara jeritan dari ibundanya.

Electronic money exchangers listing

Mendengar hal tersebut, ia langsung berlari ke luar dan melihat kobaran api telah melahap sebuah kasur serta semakin membesar dan tak terkendali. Dengan sigap, Sriatin berupaya menolong untuk menjinakkan si jago merah yang mulai merembet di kediaman korban tersebut.

“Waktu itu kira-kira jam 4 sore, saya mendengar ibu berteriak, lalu saya bergegas keluar,” ungkap Sriatin ketika diwawancarai di tempat kejadian perkara.

Ditambahkan oleh Sriatin, material rumah yang terbuat dari papan kayu menjadi pemicu utama mengapa nyala api begitu cepat membesar.

Baca Juga :  Ibu Astuti Panik, Ada King Kobra Masuk Rumah dan Sempat Mengenai Kakinya

Dirinya beserta masyarakat setempat telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sucipto.Mengatakan bahwa amukan api meluluhlantakan empat bangunan, sedangkan satu bangunan lainnya ikut terdampak.

“Terdapat empat hunian yang ludes terbakar serta satu bangunan lain yang terkena imbasnya,” terang Sucipto.

Sucipto memaparkan. Di antara keempat bangunan yang hangus tersebut, terdapat satu rumah yang telah lama ditinggalkan dan tak berpenghuni.

“Sebagian besar memang berpenghuni, namun ada satu bangunan yang sudah kosong dan tidak lagi ditempati,” imbuhnya.

Berdasarkan penuturan Sucipto, sumber api diyakini berasal dari kediaman Sunarti. Pada saat insiden berlangsung, sang nenek sedang berada di rumah tetangganya bersama sang cucu.

Ketua RT setempat yang sempat mengecek ke dalam ruangan juga mendapati adanya kepulan asap pekat yang bersumber dari area tempat tidur.

Baca Juga :  Pasca Angin Kencang, DPKP Berhasil Mengevakuasi Banyak Pohon Tumbang

“Titik awalnya dari kediaman Ibu Narti. Ketika dicek, terlihat asap tebal dari arah kasur. Namun, pemicu utamanya masih belum bisa dipastikan,” ucapnya.

Menurutnya, dugaan awal menunjukkan bahwa api kemungkinan dipicu oleh penggunaan obat nyamuk bakar atau benda bersuhu tinggi lainnya di dekat kasur. Kendati demikian, investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan.

Laporan mengenai musibah ini, lanjut Sucipto, masuk ke pihak pemadam pada pukul 16.00 WIB. Setelah itu, tim langsung diterjunkan ke titik lokasi.

Upaya untuk menjinakkan api memakan waktu kurang lebih 30 hingga 60 menit sebelum situasi benar-benar aman terkendali.

“Berkat akses jalan yang memadai dan lokasinya yang tidak jauh dari jalan poros, armada pemadam dapat dengan mudah menjangkau titik api, sehingga proses pemadaman berjalan lancar,” pungkasnya.(her)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/