Persebaya Surabaya mendapat kabar menggembirakan menjelang laga penting pekan ke-25 Super League 2025/2026. Winger andalan Malik Risaldi berpeluang kembali memperkuat Green Force saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (7/3/2026) mendatang.
Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi Persebaya Surabaya untuk menjaga konsistensi performa di papan klasemen.
Apalagi duel melawan Borneo FC selalu menghadirkan tensi tinggi dan persaingan ketat sepanjang pertandingan.
Kabar mengenai potensi kembalinya Malik Risaldi mencuat dari salah satu media fanbase Bonek di media sosial.
Informasi tersebut langsung menjadi perhatian suporter karena pemain 28 tahun itu memiliki peran penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya musim ini.
“MALIK IS BACK!🟢 Info yang Mimin dapat, kemungkinan Malik akan gabung skuad saat Persebaya bertandang ke Samarinda.” tulis akun fanbase Bonek, @bondonekat_media.
Akun tersebut juga memberikan gambaran kondisi beberapa pemain lain di skuad Persebaya Surabaya. Tidak semua pemain yang sempat mengalami masalah kebugaran dipastikan bisa tampil penuh dalam laga tandang nanti.
“Paraiba & Perovic belum fit 100%. R. Irianto yang sebelumnya absen di 2 pertandingan terakhir (akumulasi kartu merah), ia juga sudah bisa diturunkan saat melawan Borneo,” lanjut keterangan yang sama.
Kembalinya Malik tentu memberi angin segar bagi pelatih Persebaya Surabaya dalam meramu strategi menyerang.
Pemain yang kerap beroperasi di sisi sayap kanan itu dikenal memiliki mobilitas tinggi serta kemampuan membuka ruang bagi rekan setimnya.
Sepanjang musim Super League 2025/2026, Malik Risaldi mencatatkan kontribusi cukup stabil. Meski tidak selalu menjadi starter utama, perannya tetap terasa dalam dinamika permainan Persebaya Surabaya.
Data statistik menunjukkan Malik sudah tampil dalam 20 pertandingan musim ini. Dari jumlah tersebut, ia tercatat 13 kali menjadi starter dengan rata-rata bermain 59 menit per laga.
Total waktu bermainnya mencapai 1.179 menit sepanjang kompetisi. Angka ini memperlihatkan kepercayaan tim pelatih yang cukup besar terhadap kontribusi sang pemain.
Di sektor serangan, Malik memang belum terlalu produktif dalam urusan mencetak gol. Ia baru mencatatkan satu gol musim ini dengan frekuensi gol setiap 1.179 menit bermain.
Namun kontribusinya tidak hanya diukur dari jumlah gol semata. Malik juga memberikan dua assist yang membantu terciptanya peluang berbahaya bagi Persebaya Surabaya.
Selain itu, ia mencatatkan rata-rata 0,8 key passes per pertandingan. Statistik ini menunjukkan perannya dalam membangun serangan dan menciptakan peluang bagi lini depan Green Force.
Kemampuan distribusi bola Malik juga cukup baik. Ia mencatatkan rata-rata 11,3 umpan akurat per laga dengan tingkat akurasi mencapai 76 persen.
Pada situasi bola panjang, ia mampu melepaskan rata-rata 0,5 umpan jauh dengan akurasi 43 persen. Sementara akurasi crossing-nya tercatat 33 persen dengan rata-rata 0,3 umpan silang per pertandingan.
Keunggulan lain dari Malik terletak pada pergerakan tanpa bola yang aktif di sektor sayap kanan. Berdasarkan heatmap pertandingan, area tersebut menjadi wilayah paling sering ia eksplorasi sepanjang musim ini.
Mobilitasnya di sisi lapangan sering membuka ruang bagi fullback maupun gelandang yang naik membantu serangan. Pola ini menjadi salah satu variasi serangan Persebaya Surabaya musim ini.
Menariknya, kontribusi Malik tidak berhenti di fase menyerang. Ia juga aktif membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola di area permainan.
Statistik menunjukkan ia mencatatkan rata-rata 3,4 ball recoveries per pertandingan. Angka ini memperlihatkan intensitas pressing dan kerja kerasnya saat tim sedang bertahan.
Dalam duel satu lawan satu, Malik juga cukup agresif. Ia mencatatkan rata-rata 1,1 dribel sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 62 persen.
Secara keseluruhan, ia memenangkan rata-rata 3,7 duel per laga. Meski tingkat keberhasilannya sekitar 35 persen, kontribusi ini tetap penting dalam perebutan bola di area sayap.
Dari sisi disiplin permainan, Malik juga tampil cukup bersih sepanjang musim ini. Ia belum menerima kartu kuning maupun kartu merah dalam 20 penampilannya.
Catatan tersebut menunjukkan kontrol emosi serta kedisiplinan yang baik di lapangan. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pemain yang sering terlibat duel fisik di sisi sayap.
Meski demikian, ada satu catatan yang perlu diperbaiki dalam performanya musim ini. Malik tercatat enam kali melakukan kesalahan yang berujung peluang tembakan lawan.
Statistik tersebut menjadi evaluasi penting agar kontribusinya semakin maksimal. Apalagi laga melawan Borneo FC dipastikan menghadirkan tekanan besar bagi lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Dengan potensi kembalinya Malik Risaldi serta pulihnya Rachmat Irianto dari sanksi akumulasi kartu, kekuatan Persebaya Surabaya diprediksi semakin solid.
Meski beberapa pemain seperti Paraiba dan Perovic masih belum dalam kondisi terbaik.
Kini perhatian tertuju pada bagaimana Green Force memanfaatkan momentum ini. Duel di Samarinda berpotensi menjadi ujian penting bagi ambisi Persebaya Surabaya menjaga persaingan di papan atas Super League musim ini.(jpc)


