30.1 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026

Buaya Besar Tersangkut Jaring Nelayan di Ujung Pandaran, Warga Heboh

PROKALTENG.CO – Warga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan penemuan seekor buaya  berukuran cukup besar. Buaya itu tersangkut di jaring milik nelayan sekitar.

Peristiwa itu kemudian viral di media sosial usai video penemuan satwa liar tersebut beredar luas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, buaya awalnya diduga mendekati jaring untuk memangsa ikan hasil tangkapan nelayan.

Namun alih-alih mendapatkan mangsa, predator tersebut justru terperangkap di dalam jaring yang terpasang di tepi pantai.

Kepala Desa Ujung Pandaran, Taufik, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ditemukan, kondisi buaya masih hidup sehingga warga mengambil langkah pengamanan.

“Benar itu kena jaring nelayan di tepi pantai. Kejadiannya Jumat sekitar jam 9 pagi. Masih hidup, posisinya diikat dan diletakkan di bawah pohon cemara,” ujarnya, Senin (2/3/2026) dilansir dari Kalteng Pos.

Baca Juga :  Legislator Minta Edukasi Bahaya Narkoba Lebih Digencarkan

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat buaya berada di pasir pantai dengan kaki serta mulut terikat tali. Pada potongan video lain, tampak seorang pria mendekat sambil mengingatkan warga agar tidak terlalu dekat demi keselamatan.

Electronic money exchangers listing

Menurut Taufik, kemunculan di sekitar pantai sebenarnya bukan hal baru. Satwa tersebut kerap terlihat mencari makan di sekitar lokasi, terutama memangsa ikan yang terjebak di jaring nelayan.

“Kalau di pantai itu sering disebut buaya capit, biasanya dia (buaya, red) makan ikan. Nelayan yang menangkap ikan itu sering bertemu, tapi buaya tidak menyambar atau menyerang manusia,” tambahnya.

Meski belum pernah ada laporan serangan terhadap manusia, pemerintah desa tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan agar berhati-hati saat beraktivitas di pesisir. Terlebih kawasan Pantai Ujung Pandaran dikenal sebagai salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi saat akhir pekan. (mif/kpg)

Baca Juga :  Pertandingan Menantang, Ini Pengakuan Peserta Lomba Permainan Rakyat Habayang di FBIM 2025

PROKALTENG.CO – Warga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dihebohkan dengan penemuan seekor buaya  berukuran cukup besar. Buaya itu tersangkut di jaring milik nelayan sekitar.

Peristiwa itu kemudian viral di media sosial usai video penemuan satwa liar tersebut beredar luas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, buaya awalnya diduga mendekati jaring untuk memangsa ikan hasil tangkapan nelayan.

Electronic money exchangers listing

Namun alih-alih mendapatkan mangsa, predator tersebut justru terperangkap di dalam jaring yang terpasang di tepi pantai.

Kepala Desa Ujung Pandaran, Taufik, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan saat ditemukan, kondisi buaya masih hidup sehingga warga mengambil langkah pengamanan.

“Benar itu kena jaring nelayan di tepi pantai. Kejadiannya Jumat sekitar jam 9 pagi. Masih hidup, posisinya diikat dan diletakkan di bawah pohon cemara,” ujarnya, Senin (2/3/2026) dilansir dari Kalteng Pos.

Baca Juga :  Legislator Minta Edukasi Bahaya Narkoba Lebih Digencarkan

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat buaya berada di pasir pantai dengan kaki serta mulut terikat tali. Pada potongan video lain, tampak seorang pria mendekat sambil mengingatkan warga agar tidak terlalu dekat demi keselamatan.

Menurut Taufik, kemunculan di sekitar pantai sebenarnya bukan hal baru. Satwa tersebut kerap terlihat mencari makan di sekitar lokasi, terutama memangsa ikan yang terjebak di jaring nelayan.

“Kalau di pantai itu sering disebut buaya capit, biasanya dia (buaya, red) makan ikan. Nelayan yang menangkap ikan itu sering bertemu, tapi buaya tidak menyambar atau menyerang manusia,” tambahnya.

Meski belum pernah ada laporan serangan terhadap manusia, pemerintah desa tetap mengimbau masyarakat dan wisatawan agar berhati-hati saat beraktivitas di pesisir. Terlebih kawasan Pantai Ujung Pandaran dikenal sebagai salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi saat akhir pekan. (mif/kpg)

Baca Juga :  Pertandingan Menantang, Ini Pengakuan Peserta Lomba Permainan Rakyat Habayang di FBIM 2025

Terpopuler

Artikel Terbaru