PROKALTENG.CO-Kasus perempuan pemilik warung di Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, yang histeris setelah lapaknya dibongkar petugas terus menuai reaksi publik.
Terlebih, perempuan tersebut mengaku menuruti permintaan tak pantas sang lurah demi mempertahankan usahanya agar tidak digusur.
Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, turut angkat suara. Ia menegaskan bahwa dugaan penyimpangan yang terjadi itu tidak bisa dibiarkan.
“The real pasang badan,” ujar Jhon dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (25/2/2026).
Bentuk Suap Melampaui Batas Moral
Ia kemudian menyinggung bentuk praktik suap yang dia anggap sudah melampaui batas moral.
“Ternyata bentuk suap itu bukan hanya jabatan, tapi juga urusan syahwat,” sebutnya.
Lanjut Jhon, ketika perilaku koruptif tidak lagi terkendali, rasa malu pun ikut terkikis.
“Ketika kadar korup pejabat sudah tak terkendali lagi, maka tak ada lagi batas untuk rasa malu,” sesalnya.
Jhon bilang, figur-figur aparat pemerintahan yang bertindak demikian dapat menjadi ancaman serius bagi tata kelola pemerintahan dan moral publik.
“Lurah-lurah seperti ini akan jadi penyakit bagi bangsa ini, harus segera dibasmi,” kuncinya.
Mencoreng Wajah Pemerintah
Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, mengatakan, peristiwa itu sebagai sesuatu yang memalukan dan mencoreng wajah pemerintahan di tingkat bawah.
“Ini kan cukup menggelikan yah, memalukan saya pikir apa yang terungkap,” ujar Ferdinand kepada fajar.co.id, Rabu (25/2/2026).
Lanjut dia, sangat ironis jika seorang ibu yang hanya ingin mencari nafkah justru harus menghadapi tekanan seperti itu.
“Seorang ibu harus melayani nafsu lurah hanya untuk mendapatkan keamanan warungnya mencari hidup,” sesalnya.
Curiga Masih Banyak Kasus Serupa yang Belum Terungkap
Ferdinand menduga, kejadian semacam ini bukan kali pertama terjadi, namun banyak kasus serupa yang tidak terungkap ke publik.
“Ini mungkin bukan hanya satu kejadian, tapi banyak yang terjadi tapi kita tidak ketahui,” ucapnya.
Ia pun menyinggung beratnya tekanan yang dihadapi masyarakat kecil dalam mempertahankan mata pencaharian.
“Apa yang mau kita tangkap dari sini? Masyarakat kita untuk mencari kehidupan itu benar-benar sulit. Dan benar-benar mengalami tekanan serta ketertindasan,” bebernya.
Dorong Pihak Kepolisian Bertindak
Ferdinand berharap aparat penegak hukum segera turun tangan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kita berharap bahwa apa yang menimpa ibu ini bisa segera ditindaklanjuti Kepolisian. Pak Lurah tersebut harus ditangkap, karena itu adalah gratifikasi seks,” imbuhnya.
Kata Ferdinand, jika tindakan itu dilakukan dengan ancaman pembongkaran, maka unsur pidana sangat jelas.
“Mungkin dia mendapatkan itu dengan ancaman kan, supaya warungnya tidak dibongkar. Itu benar-benar kejahatan pidana yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegasnya.
Bukan hanya itu, Ferdinand juga meminta pemerintah, khususnya kementerian yang membidangi UMKM, untuk lebih serius melindungi pelaku usaha kecil.
“Kita berharap kepada pemerintah, Kementerian yang membidangi UMKM, tolong lah bekerja yang benar gitu loh. Bekerja yang benar, UMKM kita ini, rakyat kecil kita dilindungi, jangan dibiarkan begitu aja,” kuncinya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video berdurasi 23 detik mendadak viral di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pemilik warung bernama Suheni menangis histeris saat lapaknya dibongkar petugas.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, peristiwa itu terjadi di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.
Kabarnya, muncul dugaan adanya oknum lurah berinisial T yang menawarkan agar warung milik Suheni tidak masuk daftar penertiban.
Minta Jatah Agar Warung Tidak Digusur
Hanya saja syaratnya bikin geleng-geleng, korban diminta memberikan “jatah”, melayani nafsu bejat si Lurah.
Sialnya, meski disebut permintaan tersebut telah dipenuhi, pembongkaran tetap dilakukan.
Situasi ini memicu kekecewaan dari pihak pemilik warung sekaligus menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Dalam video yang beredar, suasana terlihat tegang. Suheni tampak panik saat sejumlah petugas mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban.
“Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem (Mana Kadesnya suruh ke sini, dia minta tidur bareng aku ya mau),” ucapnya sambil teriak-teriak dikutip fajar.co.id, Selasa (24/2/2026). (fajar)


