PROKALTENG.CO — Kabar baik bagi pelanggan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Sepanjang 2025, PLN UID Kalselteng berhasil menekan durasi gangguan listrik hingga rata-rata 85 menit per pelanggan per tahun. Tak hanya itu, frekuensi gangguan juga turun dari 4,12 kali menjadi 3,21 kali per pelanggan per tahun.
Penurunan ini menunjukkan peningkatan keandalan pasokan listrik di Kalselteng. Data PLN mencatat, nilai System Average Interruption Duration Index (SAIDI) turun 27,9 persen, dari 302,35 menit per pelanggan pada 2024 menjadi 217,99 menit pada 2025. Sementara System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) ikut membaik 22,09 persen.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyebut listrik sudah menjadi kebutuhan dasar yang menopang aktivitas masyarakat hingga roda ekonomi.
“Kondisi geografis Kalimantan itu menantang, ada perkotaan, pesisir sungai, desa sampai kawasan hutan. Menjaga keandalan listrik di semua wilayah tentu tidak mudah. Tapi lewat upaya konsisten, kami berhasil menekan durasi dan frekuensi gangguan secara signifikan,” ujar Iwan.
Menurutnya, capaian ini tak lepas dari transformasi digital yang diterapkan di seluruh lini, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi hingga layanan pelanggan. Sistem digital membuat pemantauan jaringan lebih presisi sehingga potensi gangguan bisa terdeteksi lebih cepat.
“Dengan sistem yang terintegrasi, respons terhadap gangguan jadi lebih cepat dan stabilitas pasokan bisa lebih terjaga,” tambahnya.
PLN juga mengoptimalkan aplikasi PLN Mobile yang terhubung dengan Virtual Command Center (VCC) dan sistem Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile. Integrasi ini membuat laporan pelanggan bisa langsung diproses dan diteruskan ke petugas di lapangan.
“Dulu keluhan soal lambatnya penanganan masih sering muncul. Sekarang, lewat PLN Mobile, pelanggan bisa langsung terhubung dan prosesnya jauh lebih cepat karena sistemnya sudah terintegrasi,” jelas Iwan.
Dengan tren perbaikan SAIDI dan SAIFI tersebut, PLN UID Kalselteng optimistis mampu menjaga pasokan listrik tetap andal dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (tim)


