24.5 C
Jakarta
Tuesday, February 24, 2026

Tips Mendapatkan Kenikmatan di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa. Para ulama dan salafus shaleh biasanya melakukan persiapan beberapa bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Persiapan menyambut Ramadan penting dilakukan agar muslim dan muslimah bisa menjalani bulan suci lebih khusyuk, tenang, penuh makna, dan merasakan kenikmatan.

Bulan Ramadan bukan sekedar menahan lapar dan haus, tapi jadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, memperkuat hubungan dengan seorang hamba dengan Allah, dan juga dengan sesama manusia.

Tanpa persiapan yang baik, banyak muslim dan muslimah merasakan bulan Ramadhan biasa-biasa saja, tidak mendapatkan kenikmatan.

Berikut kultum hari ini, Minggu (22/2) tentang Tips Mendapatkan Kenikmatan di Bulan Ramadhan, dibawakan oleh ustazah Lastri Listiani, pengajar Pondok Pesantren Multazam.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Electronic money exchangers listing

Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’in ala umuriddunya waddin, wasshalatu wassalamu ala Rasulullah. Arsalah Rasuluhu bilhuda wadiinil haq liyudhhirahu aladdini kulli wakafa billahi syahida.

Baca Juga :  Awas! Ini 5 Bahaya Buka Puasa Berlebihan yang Harus Diketahui

Asyhadu alla ilaha illallah, waasyhadu anna muhammadan rasulallah la nabiyya wala rasula bakda.

Puji dan syukur kita haturkan kepada Allah SWT, alhamdulillah kita bisa bertemu kembali di bulan yang penuh rahmat dan ampunan, bulan suci Ramadhan.

Shalawat beriring salam tercurah kepada baginda besar kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Mudah-mudahan kita sebagai umat Rasulullah kelak nanti mendapatkan syafaat udzma fi yawmil akhir. Amin, amin ya robbal alamin.

Terkadang kita merasa melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan hanya biasa-biasa saja. Katanya bulan ini adalah bulan penuh berkah. Namun, kok kita merasakan seperti bulan-bulan yang lalu, biasa saja, hanya menahan lapar dan haus.

Nah, bagaimana caranya agar kita mendapatkan kenikmatan berpuasa dan keberkahan bulan ini? Maka semua itu ditentukan dari bulan sebelumnya.

Dari bulan sebelum Ramadhan, kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sekaligus meluruskan niat bahwa puasa itu adalah untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga :  Kemenag Kalteng Laporkan Hasil Rukyat, Hilal 1 Ramadan 1447 H Belum Memenuhi Kriteria

Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib, sebagaimana dalam Alquran surah al-Baqarah Ayat 183.

Kewajiban ini menjadi ringan ketika diniatkan semuanya karena Allah SWT sebagaimana dalam hadis Nabi, innamal a’malu binniyat, bahwa perbuatan itu tergantung niatnya.

Jadi supaya ibadah kita terasa ringan, maka kita harus menjalankan puasa ini dengan niat yang tulus untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Yang berikutnya adalah banyak istighfar. Kalau hati sudah bersih sejak sebelum Ramadhan, Insya Allah menghadapi puasa pun akan ringan. Banyak istighfar, banyak memaafkan kesalahan orang lain, tidak harus menunggu orang meminta maaf kepada kita. Namun kita harus memiliki jiwa yang besar agar kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan nikmat.

Mudah-mudahan bermanfaat dari setiap ucapan saya. Terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(jpc)

Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa. Para ulama dan salafus shaleh biasanya melakukan persiapan beberapa bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Persiapan menyambut Ramadan penting dilakukan agar muslim dan muslimah bisa menjalani bulan suci lebih khusyuk, tenang, penuh makna, dan merasakan kenikmatan.

Bulan Ramadan bukan sekedar menahan lapar dan haus, tapi jadi momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, memperkuat hubungan dengan seorang hamba dengan Allah, dan juga dengan sesama manusia.

Electronic money exchangers listing

Tanpa persiapan yang baik, banyak muslim dan muslimah merasakan bulan Ramadhan biasa-biasa saja, tidak mendapatkan kenikmatan.

Berikut kultum hari ini, Minggu (22/2) tentang Tips Mendapatkan Kenikmatan di Bulan Ramadhan, dibawakan oleh ustazah Lastri Listiani, pengajar Pondok Pesantren Multazam.

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’in ala umuriddunya waddin, wasshalatu wassalamu ala Rasulullah. Arsalah Rasuluhu bilhuda wadiinil haq liyudhhirahu aladdini kulli wakafa billahi syahida.

Baca Juga :  Awas! Ini 5 Bahaya Buka Puasa Berlebihan yang Harus Diketahui

Asyhadu alla ilaha illallah, waasyhadu anna muhammadan rasulallah la nabiyya wala rasula bakda.

Puji dan syukur kita haturkan kepada Allah SWT, alhamdulillah kita bisa bertemu kembali di bulan yang penuh rahmat dan ampunan, bulan suci Ramadhan.

Shalawat beriring salam tercurah kepada baginda besar kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Mudah-mudahan kita sebagai umat Rasulullah kelak nanti mendapatkan syafaat udzma fi yawmil akhir. Amin, amin ya robbal alamin.

Terkadang kita merasa melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan hanya biasa-biasa saja. Katanya bulan ini adalah bulan penuh berkah. Namun, kok kita merasakan seperti bulan-bulan yang lalu, biasa saja, hanya menahan lapar dan haus.

Nah, bagaimana caranya agar kita mendapatkan kenikmatan berpuasa dan keberkahan bulan ini? Maka semua itu ditentukan dari bulan sebelumnya.

Dari bulan sebelum Ramadhan, kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sekaligus meluruskan niat bahwa puasa itu adalah untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga :  Kemenag Kalteng Laporkan Hasil Rukyat, Hilal 1 Ramadan 1447 H Belum Memenuhi Kriteria

Puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib, sebagaimana dalam Alquran surah al-Baqarah Ayat 183.

Kewajiban ini menjadi ringan ketika diniatkan semuanya karena Allah SWT sebagaimana dalam hadis Nabi, innamal a’malu binniyat, bahwa perbuatan itu tergantung niatnya.

Jadi supaya ibadah kita terasa ringan, maka kita harus menjalankan puasa ini dengan niat yang tulus untuk mencari keridhaan Allah SWT.

Yang berikutnya adalah banyak istighfar. Kalau hati sudah bersih sejak sebelum Ramadhan, Insya Allah menghadapi puasa pun akan ringan. Banyak istighfar, banyak memaafkan kesalahan orang lain, tidak harus menunggu orang meminta maaf kepada kita. Namun kita harus memiliki jiwa yang besar agar kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan nikmat.

Mudah-mudahan bermanfaat dari setiap ucapan saya. Terima kasih.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru