26.5 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Pemkab Batara Gandeng Kejaksaan Mengawasi Proyek Infrastruktur Mulai Perencanaan hingga Pengerjaan

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Memasuki tahun anggaran 2026. Pemerintah Kabupaten Barito Utara memulai langkah besar dalam pembangunan infrastruktur dengan fondasi tata kelola yang bersih.

Bupati H. Shalahuddin secara resmi menandai dimulainya proyek perluasan ruas jalan di Muara Teweh, Rabu (18/2), dengan tekad mengawal ketat setiap proses agar bebas dari praktik menyimpang.

Pembangunan kali ini mendapat sorotan lebih karena anggaran daerah yang dikelola tahun ini menembus angka Rp3,2 triliun, tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah berupaya ekstra dalam menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan, terutama pada proyek-proyek fisik yang bersentuhan langsung dengan publik.

“Kami sadar betul besaran anggaran ini membawa konsekuensi besar terhadap tuntutan akuntabilitas. Karena itu, sejak awal kami libatkan aparat pengawas untuk mendampingi,” kata Bupati Shalahuddin.

Baca Juga :  Jangan Ditunda-tunda! Bupati Percepat Finalisasi Desain Jembatan Sikan, Lemo dan Lahei

Ia menekankan seluruh pelaksana teknis di lapangan harus merujuk pada aturan yang berlaku tanpa tafsir yang bisa menjerumuskan pada pelanggaran. Untuk memastikan hal itu, pemerintah menggandeng Kejaksaan Negeri Barito Utara sebagai mitra pengawas sejak tahap perencanaan hingga pengerjaan.

“Kami ingin semua pihak bisa mengakses perkembangan proyek. Keterbukaan ini sekaligus menjadi tameng agar tidak ada celah untuk permainan di luar prosedur,” ujarnya.

Bupati Shalahuddin juga menyampaikan pesan khusus yang diterimanya dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, menjelang keberangkatannya ke Muara Teweh. Nasihat itu, menurut dia, menjadi pengingat bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Electronic money exchangers listing

“Beliau berpesan agar kami sungguh-sungguh bekerja dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan rakyat. Pesan itu sangat membekas dan saya terus sampaikan kepada seluruh tim,” ungkapnya.

Baca Juga :  Shalahuddin : Fokus Membangun Fondasi SDM yang Kuat Melalui Pemenuhan Gizi bagi Generasi Penerus

Tak hanya kepada jajaran internal, imbauan serupa juga ditujukan kepada para kontraktor dan pekerja proyek. Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada upaya mengambil hak di luar kewenangan atau ikut campur dalam hal-hal yang tidak semestinya.

“Kalau rezeki halal, pasti akan sampai tanpa perlu jalan pintas. Saya minta semua pihak fokus pada pekerjaan sesuai porsinya. Jangan sampai ada yang cawe-cawe tidak pada tempatnya,” pesannya mengakhiri. (ren/kpg)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Memasuki tahun anggaran 2026. Pemerintah Kabupaten Barito Utara memulai langkah besar dalam pembangunan infrastruktur dengan fondasi tata kelola yang bersih.

Bupati H. Shalahuddin secara resmi menandai dimulainya proyek perluasan ruas jalan di Muara Teweh, Rabu (18/2), dengan tekad mengawal ketat setiap proses agar bebas dari praktik menyimpang.

Pembangunan kali ini mendapat sorotan lebih karena anggaran daerah yang dikelola tahun ini menembus angka Rp3,2 triliun, tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah berupaya ekstra dalam menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan, terutama pada proyek-proyek fisik yang bersentuhan langsung dengan publik.

Electronic money exchangers listing

“Kami sadar betul besaran anggaran ini membawa konsekuensi besar terhadap tuntutan akuntabilitas. Karena itu, sejak awal kami libatkan aparat pengawas untuk mendampingi,” kata Bupati Shalahuddin.

Baca Juga :  Jangan Ditunda-tunda! Bupati Percepat Finalisasi Desain Jembatan Sikan, Lemo dan Lahei

Ia menekankan seluruh pelaksana teknis di lapangan harus merujuk pada aturan yang berlaku tanpa tafsir yang bisa menjerumuskan pada pelanggaran. Untuk memastikan hal itu, pemerintah menggandeng Kejaksaan Negeri Barito Utara sebagai mitra pengawas sejak tahap perencanaan hingga pengerjaan.

“Kami ingin semua pihak bisa mengakses perkembangan proyek. Keterbukaan ini sekaligus menjadi tameng agar tidak ada celah untuk permainan di luar prosedur,” ujarnya.

Bupati Shalahuddin juga menyampaikan pesan khusus yang diterimanya dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, menjelang keberangkatannya ke Muara Teweh. Nasihat itu, menurut dia, menjadi pengingat bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Beliau berpesan agar kami sungguh-sungguh bekerja dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan rakyat. Pesan itu sangat membekas dan saya terus sampaikan kepada seluruh tim,” ungkapnya.

Baca Juga :  Shalahuddin : Fokus Membangun Fondasi SDM yang Kuat Melalui Pemenuhan Gizi bagi Generasi Penerus

Tak hanya kepada jajaran internal, imbauan serupa juga ditujukan kepada para kontraktor dan pekerja proyek. Ia secara tegas mengingatkan agar tidak ada upaya mengambil hak di luar kewenangan atau ikut campur dalam hal-hal yang tidak semestinya.

“Kalau rezeki halal, pasti akan sampai tanpa perlu jalan pintas. Saya minta semua pihak fokus pada pekerjaan sesuai porsinya. Jangan sampai ada yang cawe-cawe tidak pada tempatnya,” pesannya mengakhiri. (ren/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru