PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepedulian terhadap pendidikan dan keadilan sosial mendorong Viola Erviga, mahasiswi Semester VI Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya aktif menjadi bagian dari Komunitas Sekolah Rakyat Merdeka Kalimantan Tengah.
Viola mengungkapkan, dirinya mulai bergabung dengan Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng sejak Juli 2025. Ketertarikannya bermula ketika ia mengenal komunitas tersebut, melalui sebuah program kerja organisasi luar kampus yang diikutinya.
“Saya merasa nilai-nilai yang dipegang oleh Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng sejalan dengan yang ingin saya lakukan. Yaitu pengabdian kepada masyarakat. Hukum tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (12/1/2025).
Pengalaman yang paling berkesan bagi Viola terjadi saat kolaborasi antara GMNI dan Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng pada Februari 2025. Kala itu, mereka melakukan kunjungan sekaligus membersamai kegiatan belajar mengajar di Sekolah Khusus Negeri (SKH-N) 1 Palangka Raya.
“Pengalaman itu luar biasa dan sangat bermakna bagi saya. Dari sana saya semakin yakin bahwa pendidikan alternatif seperti ini benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Setelah beberapa bulan terlibat sebagai volunteer dan mengenal lebih jauh gerakan Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng, Viola akhirnya memutuskan untuk bergabung secara resmi sebagai anggota komunitas tersebut.
Menurutnya, Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng memiliki peran penting sebagai ruang belajar yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
“Harapan saya, Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng ke depan dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas, serta memiliki jejaring yang lebih kuat,” ucapnya.
Ia juga menilai, anak muda memiliki peran yang sangat strategis dalam gerakan pendidikan alternatif. Dengan energi, idealisme, dan kepekaan sosial yang dimiliki, anak muda dapat menjadi agen perubahan yang menjaga nilai-nilai keadilan sosial.
“Melalui keterlibatan langsung di komunitas seperti Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng, anak muda bukan hanya relawan pengajar, tetapi juga penggerak dan penghubung gagasan agar pendidikan benar-benar hadir untuk semua lapisan masyarakat,” jelas Viola.
Dia menegaskan, pendidikan akar rumput menjadi upaya penting untuk menjangkau kelompok masyarakat yang kerap terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Ia pun mengajak masyarakat untuk turut peduli, sekecil apa pun bentuk kontribusinya.
“Kepedulian, baik tenaga, waktu, maupun dukungan moral, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan anak-anak dan masyarakat. Dengan peduli pada pendidikan akar rumput, kita ikut menciptakan keadilan sosial dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (jef)


