25.8 C
Jakarta
Friday, April 17, 2026

Ribuan Keluarga masih Bertahan Pasca Banjir di Kalsel

PROKALTENG.CO-Ribuan rumah warga masih terdampak pascabanjir bandang dan banjir di Kabupaten Balangan, akhir tahun tadi. Totalnya mencapai 4.156 unit, dengan 4.185 kepala keluarga dan 13.531 jiwa terdampak.

“Dampak rumah yang terkena banjir sebanyak 4.156 rumah, dengan 4.185 kepala keluarga terdampak dan total 13.531 jiwa di lima kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, Kamis (1/1).

Penanganan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, proses pembersihan rumah warga dan fasilitas umum telah mencapai hampir 80 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh petugas gabungan dari berbagai unsur.

“Masih tersisa sekitar 20 persen yang akan dilanjutkan hari ini. Kami berharap seluruh proses pembersihan dapat segera diselesaikan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Sisi lain, ancaman banjir masih tetap ada. Pasalnya, Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Batumandi masih berstatus siaga, dengan ketinggian muka air mencapai 5,8 meter atau melampaui batas jagaan 2,3 meter.

Sementara. Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan tercatat berada pada ketinggian 8,4 meter dengan status normal. Sedangkan, Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Lampihong terpantau berada pada kondisi normal dengan tinggi muka air 4,76 meter, masih di bawah batas jagaan 5,54 meter.

Baca Juga :  Dengan Dana Sendiri, Anggota DPRD Ini Bantu Warga Korban Banjir

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih berstatus waspada, siaga, maupun bahaya. Mengingat potensi perubahan cuaca masih dapat memengaruhi debit air sungai.

Electronic money exchangers listing

Sementara, banjir di Kabupaten Banjar kian mengkhawatirkan. Meski jumlah desa terdampak mengalami penurunan. Namun, jumlah warga dan kelompok rentan justru melonjak tajam. Data BPBD Banjar mencatat, banjir di Kabupaten Banjar melanda sebanyak 152 desa/kelurahan di 10 kecamatan. “Meski secara jumlah desa terjadi penurunan, dampak terhadap masyarakat justru bertambah,” beber Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Kamis (1/1/).

Dia memaparkan, pada 30 Desember BPBD mencatat 5.129 rumah terdampak, dengan 27.253 kepala keluarga, dan 85.809 jiwa. Namun, data pembaruan per 31 Desember menunjukkan lonjakan menjadi 7.178 rumah terdampak, 33.676 KK, dan 91.790 jiwa terdampak

Baca Juga :  Bisa Buat Contoh untuk Kota Palangka Raya, Kurangi Kawasan Kumuh Lewat Lukisan Mural

Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah penanganan dan mitigasi di lapangan. Terutama di wilayah dengan genangan yang masih bertahan sekitar bantaran Sungai Martapura,” kata Yudi.

Sisi lain, sejumlah kawasan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai terendam banjir akibat air kiriman dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara. Genangan air sudah merendam jalan protokol Jalan Ahmad Yani, dengan ketinggian air bervariasi. Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Palampitan dan Jalan Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani mengatakan, debit air sungai di Kabupaten HSU hingga saat ini masih mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan serta adanya kiriman air dari Kabupaten Balangan dan Tabalong.

Data BPBD HSU mencatat, 1.935 rumah terdampak dengan jumlah korban mencapai 7.638 jiwa yang tersebar di 47 desa dan kelurahan. “Kondisi banjir masih perlu diwaspadai seiring potensi kenaikan muka air sungai,” pesannya. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Ribuan rumah warga masih terdampak pascabanjir bandang dan banjir di Kabupaten Balangan, akhir tahun tadi. Totalnya mencapai 4.156 unit, dengan 4.185 kepala keluarga dan 13.531 jiwa terdampak.

“Dampak rumah yang terkena banjir sebanyak 4.156 rumah, dengan 4.185 kepala keluarga terdampak dan total 13.531 jiwa di lima kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, Kamis (1/1).

Penanganan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi, proses pembersihan rumah warga dan fasilitas umum telah mencapai hampir 80 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh petugas gabungan dari berbagai unsur.

Electronic money exchangers listing

“Masih tersisa sekitar 20 persen yang akan dilanjutkan hari ini. Kami berharap seluruh proses pembersihan dapat segera diselesaikan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Sisi lain, ancaman banjir masih tetap ada. Pasalnya, Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Batumandi masih berstatus siaga, dengan ketinggian muka air mencapai 5,8 meter atau melampaui batas jagaan 2,3 meter.

Sementara. Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan tercatat berada pada ketinggian 8,4 meter dengan status normal. Sedangkan, Sungai Balangan di wilayah Kecamatan Lampihong terpantau berada pada kondisi normal dengan tinggi muka air 4,76 meter, masih di bawah batas jagaan 5,54 meter.

Baca Juga :  Dengan Dana Sendiri, Anggota DPRD Ini Bantu Warga Korban Banjir

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang masih berstatus waspada, siaga, maupun bahaya. Mengingat potensi perubahan cuaca masih dapat memengaruhi debit air sungai.

Sementara, banjir di Kabupaten Banjar kian mengkhawatirkan. Meski jumlah desa terdampak mengalami penurunan. Namun, jumlah warga dan kelompok rentan justru melonjak tajam. Data BPBD Banjar mencatat, banjir di Kabupaten Banjar melanda sebanyak 152 desa/kelurahan di 10 kecamatan. “Meski secara jumlah desa terjadi penurunan, dampak terhadap masyarakat justru bertambah,” beber Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, Kamis (1/1/).

Dia memaparkan, pada 30 Desember BPBD mencatat 5.129 rumah terdampak, dengan 27.253 kepala keluarga, dan 85.809 jiwa. Namun, data pembaruan per 31 Desember menunjukkan lonjakan menjadi 7.178 rumah terdampak, 33.676 KK, dan 91.790 jiwa terdampak

Baca Juga :  Bisa Buat Contoh untuk Kota Palangka Raya, Kurangi Kawasan Kumuh Lewat Lukisan Mural

Data tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah penanganan dan mitigasi di lapangan. Terutama di wilayah dengan genangan yang masih bertahan sekitar bantaran Sungai Martapura,” kata Yudi.

Sisi lain, sejumlah kawasan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mulai terendam banjir akibat air kiriman dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara. Genangan air sudah merendam jalan protokol Jalan Ahmad Yani, dengan ketinggian air bervariasi. Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Palampitan dan Jalan Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani mengatakan, debit air sungai di Kabupaten HSU hingga saat ini masih mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan serta adanya kiriman air dari Kabupaten Balangan dan Tabalong.

Data BPBD HSU mencatat, 1.935 rumah terdampak dengan jumlah korban mencapai 7.638 jiwa yang tersebar di 47 desa dan kelurahan. “Kondisi banjir masih perlu diwaspadai seiring potensi kenaikan muka air sungai,” pesannya. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru