30.1 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026

Mengapa Putus Cinta Menyebabkan Seseorang Tidak Nafsu Makan?

Putus cinta merupakan hal yang wajar terjadi oleh seseorang. Mereka akan merasakan patah hati, menangis atau bahkan tidak nafsu untuk makan.

Lantas mengapa patah hati menyebabkan seseorang tidak nafsu makan? Dilansir dari Your Tango, Marina Pearson seorang konsultan psikologi menjelaskan apa yang terjadi pada tingkat kimiawi ketika seseorang memikirkan hal-hal yang menimbulkan stres.

“Hal pertama yang dilakukan tubuh adalah menciptakan lebih banyak adrenalin, yang mengalir ke dalam tubuh ini mengingat kadar kortisol seseorang,” jelasnya.

Terdapat reaksi fisik yang sering kita alami terhadap makanan saat menghadapi rasa sakit akibat putus cinta.

Meskipun beberapa orang memakan makanan seperti kue, anggur, dan es krim, banyak orang lain merasa tidak selera saat mencoba.

Baca Juga :  Ingin Mimpimu Terkabul? Ini 6 Shio yang Paling Beruntung di Bulan November 2024

Menurut Pearson, ketika hati kita terluka, wajar jika tubuh kita juga ikut merasakan sakitnya. Tubuh hanya bisa berada dalam dua keadaan yakni keadaan memperbaiki atau keadaan beristirahat.

Jika patah hati mempengaruhi seseorang secara negatif, maka tubuh akan berada dalam keadaan memperbaiki.

Electronic money exchangers listing

“Jika tubuh terus-menerus dalam keadaan memperbaiki, nafsu makan Anda akan terpengaruh, karena tubuh akan bekerja lembur,” kata dia.

Sementera itu, Konsultas Psikologi Debra Smouse mengatakan bahwa seolah-olah ada hubungan antara perut dan hati. Makanan apapun yang melewati bibir kita menyebabkan rasa sakit fisik.

“Kita tidak mampu menelan. Kita memaksa diri untuk makan sesuatu, dan itu langsung dimuntahkan kembali. Meskipun kita belum sepenuhnya siap untuk merasakan kesembuhan dan harapan, kita tidak ingin merasakan lebih banyak rasa sakit, jadi kita menahan diri untuk tidak makan,” kata Debra Smouse.

Baca Juga :  Strategi Penting untuk Pulih dan Melangkah Maju dari Putus Cinta

Makan berlebih hanyalah cara lain untuk menghindari kenyataan. Jika kita fokus pada makan dan bukan pada pikiran, masuk akal bahwa makanan menjadi pengalihan sementara dari rasa sakit yang mendalam.

Dengan mengonsumsi makanan secara berlebihan, seseorang sering kali mencoba mengisi kekosongan emosional yang ditinggalkan oleh pasangan.(jpc)

Putus cinta merupakan hal yang wajar terjadi oleh seseorang. Mereka akan merasakan patah hati, menangis atau bahkan tidak nafsu untuk makan.

Lantas mengapa patah hati menyebabkan seseorang tidak nafsu makan? Dilansir dari Your Tango, Marina Pearson seorang konsultan psikologi menjelaskan apa yang terjadi pada tingkat kimiawi ketika seseorang memikirkan hal-hal yang menimbulkan stres.

“Hal pertama yang dilakukan tubuh adalah menciptakan lebih banyak adrenalin, yang mengalir ke dalam tubuh ini mengingat kadar kortisol seseorang,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Terdapat reaksi fisik yang sering kita alami terhadap makanan saat menghadapi rasa sakit akibat putus cinta.

Meskipun beberapa orang memakan makanan seperti kue, anggur, dan es krim, banyak orang lain merasa tidak selera saat mencoba.

Baca Juga :  Ingin Mimpimu Terkabul? Ini 6 Shio yang Paling Beruntung di Bulan November 2024

Menurut Pearson, ketika hati kita terluka, wajar jika tubuh kita juga ikut merasakan sakitnya. Tubuh hanya bisa berada dalam dua keadaan yakni keadaan memperbaiki atau keadaan beristirahat.

Jika patah hati mempengaruhi seseorang secara negatif, maka tubuh akan berada dalam keadaan memperbaiki.

“Jika tubuh terus-menerus dalam keadaan memperbaiki, nafsu makan Anda akan terpengaruh, karena tubuh akan bekerja lembur,” kata dia.

Sementera itu, Konsultas Psikologi Debra Smouse mengatakan bahwa seolah-olah ada hubungan antara perut dan hati. Makanan apapun yang melewati bibir kita menyebabkan rasa sakit fisik.

“Kita tidak mampu menelan. Kita memaksa diri untuk makan sesuatu, dan itu langsung dimuntahkan kembali. Meskipun kita belum sepenuhnya siap untuk merasakan kesembuhan dan harapan, kita tidak ingin merasakan lebih banyak rasa sakit, jadi kita menahan diri untuk tidak makan,” kata Debra Smouse.

Baca Juga :  Strategi Penting untuk Pulih dan Melangkah Maju dari Putus Cinta

Makan berlebih hanyalah cara lain untuk menghindari kenyataan. Jika kita fokus pada makan dan bukan pada pikiran, masuk akal bahwa makanan menjadi pengalihan sementara dari rasa sakit yang mendalam.

Dengan mengonsumsi makanan secara berlebihan, seseorang sering kali mencoba mengisi kekosongan emosional yang ditinggalkan oleh pasangan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru