DI balik kuas-kuas makeup yang tampak sederhana, tersimpan kisah perjalanan panjang seorang perempuan muda bernama Adinda Fiorentina. Adinda membuktikan bahwa hobi yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat menjadi jalan rezeki sekaligus mengubah hidup.
Menapaki dunia rias wajah sejak 2021, Adinda mengaku sempat nyaris menyerah.
“Awalnya gak percaya dan sempat ingin berhenti karena merasa ini bukan passion. Tapi kok banyak yang mau jadi klienku. Ternyata aku dipercaya. Ya sudah, dijalani saja sambil terus belajar dan berbenah,” tuturnya.
Kepercayaan klien menjadi pintu pembuka. Dari sekadar menambah keterampilan, makeup kini menjelma sumber penghasilan utama. Kuliah, biaya hidup, bahkan membantu orang tua, semuanya ia tanggung dari hasil merias.
Perjalanan itu tidak selalu mulus. Adinda pernah menerima kritik tajam hingga menangis sepulang bekerja.
“Pernah dapat omongan yang tidak enak. Tapi orang tua bilang, kalau ada yang mengkritik hanya sebagian kecil saja, itu tidak apa-apa. Tidak semua orang suka karya kita. Dari situ aku belajar tetap profesional, tetap senyum, dan menjadikan kritik sebagai pelajaran,” kata perempuan kelahiran Malang itu.
Dia bercerita, salah satu momen yang paling membekas adalah ketika ia diminta bekerja ke luar kota.
“Pernah dibooking ke Kandangan. Rasanya orang effort banget mengundang jauh-jauh. Itu membuatku merasa dihargai dan makin semangat,” kenangnya.
Baginya, koper makeup bukan sekadar wadah, melainkan simbol perjalanan kariernya.
“Dari koper kecil yang sampai dikatain koper penari ular, sampai sekarang berganti-ganti koper besar. Tiap koper ada ceritanya sendiri,” ucapnya.
Meski jalannya sudah menjanjikan, Adinda tetap menyimpan mimpi besar. Ia ingin memiliki galeri, namun memilih langkah realistis terlebih dahulu.
“Sekarang targetku punya home studio yang lengkap. Ada tempat makeup, penyewaan kebaya, baju pengantin, dan lainnya,” impinya.
Kepada generasi muda yang ingin menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan, Adinda memberi pesan sederhana. Jangan takut gagal dan patah semangat.
“Coba aja dulu. Gak perlu takut. Sekalipun gak tahu, pelajarin. Aku juga berangkat dari yang gak tahu apa-apa. Memang jalannya gak gampang, tapi kalau terus dijalani, akan ada hasilnya,” ujarnya.
Nama: Adinda Fiorentina
Panggilan: Dinda/Fio
TTL: Malang, 7 September 2001
Pengalaman organisasi
– Wakil Ketua Osis SMKN 5 MALANG
– Anggota Muda HIMAKOM UNISKA MAB
– Wakil Ketua UMUM HIMAKOM UNISKA MAB
– Anggota Ekonomi Kreatif BEM UNISKA MAB Kabinet Cipta Karya
Hobi: Travelling


