24.7 C
Jakarta
Sunday, January 11, 2026

Prihatin Kondisi Jalan Nasional di Kalteng Rusak, Legislator Ini Sentil Wakil Rakyat di Pusat

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi jalan nasional di wilayah Kalimantan Tengah.

Atas nama lembaga DPRD Barito Utara, ia meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh. Kondisi jalan yang rusak parah dan sempit tersebut, dinilai telah menjadi penyebab utama terjadi kecelakaan lalu-lintas di daerah tersebut. Sehingga memerlukan penanganan yang serius dan segera mungkin.

Tajeri secara tegas membandingkan kualitas jalan nasional di Kalimantan Tengah dengan ruas jalan di Provinsi Kalimantan Selatan yang digambarkannya dalam kondisi mulus dan lebar.

Perbedaan yang sangat kontras ini, menurutnya menunjukkan adanya ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur antarwilayah. Ia pun menyoroti nasib ruas jalan Muara Teweh-Puruk Cahu dan Muara Teweh-Tamiang Layang yang saat ini banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, selain kondisinya yang sempit dan membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Sediakan Data dan Dokumen untuk BPK RI, Perangkat Daerah Diminta Konsisten

Tak hanya itu, keluhan serupa juga ditujukan terhadap kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan Muara Teweh-Buntok-Palangka Raya. Menurut penuturan Tajeri, jalan pada ruas tersebut banyak yang rusak parah dan kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada perbaikan yang benar-benar maksimal dan menyeluruh dari pihak berwenang. Sehingga kerusakan terkesan dibiarkan berlarut-larut dan semakin parah.

“Kita punya wakil rakyat di DPR RI. Apakah para wakil rakyat di pusat menutup mata?” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Electronic money exchangers listing

Pertanyaan ini menyiratkan kekecewaan atas kinerja para wakil daerah yang dinilai dianggap kurang memperjuangkan kepentingan konstituennya, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur vital.

Ia juga mengingatkan bahwa para anggota DPR RI setiap tahun melaksanakan masa reses dengan dana yang telah tersedia, yang seharusnya menjadi momentum untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat di daerah pemilihannya.

Baca Juga :  Fraksi PDIP Dorong Perbaikan Jembatan Bariyoi Jadi Prioritas Utama

Tajeri mempertanyakan apakah kondisi jalan yang memprihatinkan ini akan terus dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi nyata. Kekhawatiran terbesarnya adalah menunggu korban kecelakaan yang semakin banyak berjatuhan akibat kelalaian dalam memperbaiki infrastruktur.

Ketua Komisi III DPRD Barito Utara itu, sangat berharap agar keluhannya dapat menyentuh hati nurani para wakil rakyat di Senayan.

“Semoga pernyataan ini membuat mata hati para wakil rakyat di DPR RI terbuka lebar-lebar untuk berjuang demi kepentingan rakyat,”ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang telah dititipkan rakyat kepada mereka.

Desakan ini ia harapkan menjadi pemantik bagi pemerintah pusat dan wakil rakyat di DPR RI untuk segera mengambil langkah konkret, mengingat kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat perekonomian tetapi juga telah merenggut nyawa. (ren/hnd)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi jalan nasional di wilayah Kalimantan Tengah.

Atas nama lembaga DPRD Barito Utara, ia meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh. Kondisi jalan yang rusak parah dan sempit tersebut, dinilai telah menjadi penyebab utama terjadi kecelakaan lalu-lintas di daerah tersebut. Sehingga memerlukan penanganan yang serius dan segera mungkin.

Tajeri secara tegas membandingkan kualitas jalan nasional di Kalimantan Tengah dengan ruas jalan di Provinsi Kalimantan Selatan yang digambarkannya dalam kondisi mulus dan lebar.

Electronic money exchangers listing

Perbedaan yang sangat kontras ini, menurutnya menunjukkan adanya ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur antarwilayah. Ia pun menyoroti nasib ruas jalan Muara Teweh-Puruk Cahu dan Muara Teweh-Tamiang Layang yang saat ini banyak mengalami kerusakan pada badan jalan, selain kondisinya yang sempit dan membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga :  Sediakan Data dan Dokumen untuk BPK RI, Perangkat Daerah Diminta Konsisten

Tak hanya itu, keluhan serupa juga ditujukan terhadap kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan Muara Teweh-Buntok-Palangka Raya. Menurut penuturan Tajeri, jalan pada ruas tersebut banyak yang rusak parah dan kondisi memprihatinkan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada perbaikan yang benar-benar maksimal dan menyeluruh dari pihak berwenang. Sehingga kerusakan terkesan dibiarkan berlarut-larut dan semakin parah.

“Kita punya wakil rakyat di DPR RI. Apakah para wakil rakyat di pusat menutup mata?” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pertanyaan ini menyiratkan kekecewaan atas kinerja para wakil daerah yang dinilai dianggap kurang memperjuangkan kepentingan konstituennya, khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur vital.

Ia juga mengingatkan bahwa para anggota DPR RI setiap tahun melaksanakan masa reses dengan dana yang telah tersedia, yang seharusnya menjadi momentum untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat di daerah pemilihannya.

Baca Juga :  Fraksi PDIP Dorong Perbaikan Jembatan Bariyoi Jadi Prioritas Utama

Tajeri mempertanyakan apakah kondisi jalan yang memprihatinkan ini akan terus dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi nyata. Kekhawatiran terbesarnya adalah menunggu korban kecelakaan yang semakin banyak berjatuhan akibat kelalaian dalam memperbaiki infrastruktur.

Ketua Komisi III DPRD Barito Utara itu, sangat berharap agar keluhannya dapat menyentuh hati nurani para wakil rakyat di Senayan.

“Semoga pernyataan ini membuat mata hati para wakil rakyat di DPR RI terbuka lebar-lebar untuk berjuang demi kepentingan rakyat,”ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang telah dititipkan rakyat kepada mereka.

Desakan ini ia harapkan menjadi pemantik bagi pemerintah pusat dan wakil rakyat di DPR RI untuk segera mengambil langkah konkret, mengingat kondisi jalan yang rusak bukan hanya menghambat perekonomian tetapi juga telah merenggut nyawa. (ren/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru