HIV dan AIDS sering dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda. HIV adalah virus yang bisa menyebabkan AIDS jika tidak ditangani dengan baik. Nama lengkap HIV adalah Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Virus HIV menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika jumlah sel CD4 berkurang drastis, sistem kekebalan tubuh melemah dan tubuh jadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Jika HIV tidak didiagnosis atau diobati, lama-kelamaan bisa berkembang menjadi AIDS.
Sementara itu, AIDS adalah kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Ini merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV ketika sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah. Pada tahap ini, penderita lebih mudah terkena infeksi atau penyakit serius seperti kanker.
Penderita HIV dan AIDS sering kali terkena stereotip yang menyimpang dari kebenarannya. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa penyakit ini menular dengan mudah sehingga penderitanya dihindari dan terkucilkan dari masyarakat. Namun ternyata masih banyak anggapan yang tidak benar mengenai penyakit ini.
Dikutip dari EMC Health Care, berikut 7 mitos dan fakta tentang HIV dan AIDS yang perlu diketahui.
Mitos dan Fakta tentang HIV-AIDS
- Cara Mengenali HIV
Mitos: Orang yang terinfeksi HIV bisa dikenali dari fisiknya.
Fakta: Orang yang terinfeksi HIV tetap bisa terlihat sehat seperti orang lain.
HIV tidak langsung menunjukkan gejala yang jelas. Banyak orang yang terinfeksi tidak menyadarinya karena tubuh mereka masih tampak sehat. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV adalah dengan melakukan tes HIV.
- HIV pada Ibu Hamil
Mitos: Ibu hamil yang terkena HIV pasti menularkan ke bayinya.
Fakta: Risiko penularan dari ibu ke bayi bisa dikurangi dengan tindakan pencegahan.
Dengan perawatan medis yang tepat, seperti terapi antiretroviral (ARV), ibu hamil yang terinfeksi HIV masih bisa melahirkan bayi yang sehat dan bebas HIV.
- Harapan Hidup Penderita HIV
Mitos: Orang yang terinfeksi HIV pasti akan segera meninggal.
Fakta: Dengan pengobatan yang tepat, penderita HIV bisa hidup sehat dan lama.
Saat ini, ada terapi ARV yang membantu penderita HIV hidup dengan kualitas hidup yang baik dan usia yang panjang, hampir sama seperti orang tanpa HIV.
- Cara Penularan HIV
Mitos: HIV hanya menular lewat hubungan seksual.
Fakta: HIV juga bisa menular melalui penggunaan jarum suntik bersama.
Selain melalui hubungan seksual yang tidak aman, HIV juga bisa menular melalui transfusi darah yang terkontaminasi, penggunaan jarum suntik bersama, serta dari ibu ke anak saat persalinan atau menyusui.
- Siapa yang Bisa Terkena HIV?
Mitos: HIV hanya menyerang anak muda yang sering menggunakan narkoba atau aktif secara seksual.
Fakta: HIV bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi dan orang tua.
Virus HIV tidak mengenal usia. Semua orang bisa berisiko terinfeksi jika tidak melakukan tindakan pencegahan yang tepat.
- HIV dan Kontak Sehari-hari
Mitos: HIV bisa menular melalui berbagi makanan, alat makan, atau dudukan toilet.
Fakta: HIV tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia dan tidak menular lewat alat makan atau toilet
Virus HIV hanya bisa menular melalui cairan tubuh tertentu, seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, dan ASI. Berbagi makanan atau menggunakan toilet yang sama dengan penderita HIV tidak akan menyebabkan penularan
- Gigitan Nyamuk dan HIV
Mitos: Gigitan nyamuk bisa menyebarkan HIV.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa nyamuk bisa menularkan HIV.(jpc)