26.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

1 WNI Tewas Ditembak APMM di Malaysia, P2MI Minta Usut Tuntas!

PROKALTENG.CO-Kabar duka datang dari perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Insiden penembakan yang melibatkan otoritas maritim Malaysia, APMM, menyebabkan satu pekerja migran Indonesia (PMI) tewas dan empat lainnya terluka, termasuk satu yang kritis.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, dini hari. Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengungkapkan bahwa korban merupakan PMI nonprosedural yang berada di atas kapal yang diduga melanggar aturan.

“Satu orang pekerjaan migran kita meninggal dunia, empat lainnya mengalami luka-luka, dan satu di antaranya dalam kondisi kritis,” ujar Christina dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (26/1).

Christina menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. “Kami mengutuk tindakan APMM yang menggunakan kekuatan berlebihan hingga menyebabkan korban jiwa,” tegasnya.

Baca Juga :  Sesuai Data, Dua Kabupaten di Kalteng Ini Sudah Bersih dari Positif Co

P2MI meminta pemerintah Malaysia segera mengusut tuntas kasus ini. “Kami berharap ada transparansi dari pihak Malaysia terkait penggunaan senjata api dalam insiden ini. Ini adalah bentuk excessive use of force yang harus dihentikan,” imbuh Christina. (jpg)

PROKALTENG.CO-Kabar duka datang dari perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Insiden penembakan yang melibatkan otoritas maritim Malaysia, APMM, menyebabkan satu pekerja migran Indonesia (PMI) tewas dan empat lainnya terluka, termasuk satu yang kritis.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 24 Januari 2025, dini hari. Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengungkapkan bahwa korban merupakan PMI nonprosedural yang berada di atas kapal yang diduga melanggar aturan.

“Satu orang pekerjaan migran kita meninggal dunia, empat lainnya mengalami luka-luka, dan satu di antaranya dalam kondisi kritis,” ujar Christina dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (26/1).

Christina menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. “Kami mengutuk tindakan APMM yang menggunakan kekuatan berlebihan hingga menyebabkan korban jiwa,” tegasnya.

Baca Juga :  Sesuai Data, Dua Kabupaten di Kalteng Ini Sudah Bersih dari Positif Co

P2MI meminta pemerintah Malaysia segera mengusut tuntas kasus ini. “Kami berharap ada transparansi dari pihak Malaysia terkait penggunaan senjata api dalam insiden ini. Ini adalah bentuk excessive use of force yang harus dihentikan,” imbuh Christina. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru