32.1 C
Jakarta
Tuesday, March 10, 2026

Tiket Pesawat Melonjak Tajam, Iming-iming Diskon Disorot

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Menjelang arus mudik Lebaran, harga tiket pesawat dari Palangka Raya menuju sejumlah kota besar dilaporkan melonjak tajam. Bahkan, untuk rute Palangka Raya–Surabaya, harga tiket sempat disebut menembus belasan juta rupiah.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena dinilai tidak sejalan dengan kebijakan diskon tiket yang sebelumnya diumumkan pemerintah. Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalteng, Sigit K. Yunianto, menilai lonjakan harga tiket memang terjadi menjelang musim mudik, namun menurutnya kenaikan yang terjadi pada dasarnya berada di kisaran dua kali lipat dari harga normal.

“Masalah lonjakan tiket memang ada, tetapi tidak sampai puluhan juta. Kira-kira kenaikannya sekitar 100 persen dari harga normal. Yang jelas kondisi ini tetap merugikan masyarakat,” kata Sigit saat dimintai tanggapan, Senin (9/3).

Ia menyoroti kebijakan diskon tiket yang sebelumnya disampaikan pemerintah kepada publik. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan di lapangan agar benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah melalui dinas terkait harus melakukan pemantauan di lapangan, apakah benar terjadi lonjakan yang signifikan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Sukseskan Jalan Sehat, PT PDAM Tirta Barito Sumbang Hadiah

Sigit juga menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan program diskon tanpa menyiapkan regulasi yang jelas untuk mengendalikan harga di lapangan. Menurutnya, mekanisme pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran tarif harus diatur secara tegas.

“Kalau pemerintah menyampaikan ada diskon, regulasinya juga harus dipikirkan. Kalau ada kenaikan yang tidak wajar, sanksinya apa dan kepada siapa harus jelas,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Ia menambahkan, salah satu faktor utama yang menyebabkan harga tiket melonjak tinggi adalah keterbatasan maskapai yang melayani rute dari daerah seperti Palangka Raya.

“Faktor lonjakan salah satunya karena keterbatasan maskapai. Akhirnya masyarakat mau tidak mau harus mengambil tiket yang tersedia meskipun harganya mahal,” jelasnya. Karena itu, ia mendorong pemerintah segera memperbaiki regulasi penerbangan sekaligus membuka peluang penambahan maskapai atau penerbangan di rute-rute tertentu.

“Kebijakan regulasi harus segera dibuat dan diperbaiki. Selain itu, maskapai juga perlu ditambah agar persaingan lebih sehat dan harga tidak melonjak,” katanya.

Baca Juga :  Selama Natal, Lebih dari 8 Ribu Tiket di Bandara Tjilik Riwut Terjual

Sigit juga memahami keluhan masyarakat yang kesulitan pulang kampung karena mahalnya harga tiket pesawat.

“Memang agak sulit bagi masyarakat, apalagi dengan keterbatasan maskapai yang melayani rute tersebut,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Perlindungan Konsumen (DPD LPK) Kalteng, Abdullah Jahari. Ia menilai kenaikan harga tiket menjelang hari besar keagamaan memang lazim terjadi, namun lonjakan yang terlalu tinggi perlu ditelusuri lebih jauh.

“Memang lazim harga tiket pesawat naik turun atau berfluktuasi, apalagi menjelang hari raya besar. Namun sangat disayangkan apabila ada subsidi atau diskon dari pemerintah tetapi harga yang muncul justru di luar batas kewajaran,” katanya, Senin (9/3).

Menurut Abdullah, jika dibandingkan dengan harga normal, tarif tiket yang muncul saat ini sudah jauh melampaui batas wajar dan berpotensi merugikan konsumen.

“Kalau dibandingkan dengan harga normal, harga sekarang sudah di luar batas kewajaran. Ini tentu merugikan konsumen, apalagi mengingat ada subsidi atau diskon dari pemerintah,” ujarnya. (ovi/ala/kpg)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Menjelang arus mudik Lebaran, harga tiket pesawat dari Palangka Raya menuju sejumlah kota besar dilaporkan melonjak tajam. Bahkan, untuk rute Palangka Raya–Surabaya, harga tiket sempat disebut menembus belasan juta rupiah.

Kondisi ini memicu keluhan masyarakat karena dinilai tidak sejalan dengan kebijakan diskon tiket yang sebelumnya diumumkan pemerintah. Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalteng, Sigit K. Yunianto, menilai lonjakan harga tiket memang terjadi menjelang musim mudik, namun menurutnya kenaikan yang terjadi pada dasarnya berada di kisaran dua kali lipat dari harga normal.

“Masalah lonjakan tiket memang ada, tetapi tidak sampai puluhan juta. Kira-kira kenaikannya sekitar 100 persen dari harga normal. Yang jelas kondisi ini tetap merugikan masyarakat,” kata Sigit saat dimintai tanggapan, Senin (9/3).

Electronic money exchangers listing

Ia menyoroti kebijakan diskon tiket yang sebelumnya disampaikan pemerintah kepada publik. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan di lapangan agar benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemerintah melalui dinas terkait harus melakukan pemantauan di lapangan, apakah benar terjadi lonjakan yang signifikan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Sukseskan Jalan Sehat, PT PDAM Tirta Barito Sumbang Hadiah

Sigit juga menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan program diskon tanpa menyiapkan regulasi yang jelas untuk mengendalikan harga di lapangan. Menurutnya, mekanisme pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran tarif harus diatur secara tegas.

“Kalau pemerintah menyampaikan ada diskon, regulasinya juga harus dipikirkan. Kalau ada kenaikan yang tidak wajar, sanksinya apa dan kepada siapa harus jelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor utama yang menyebabkan harga tiket melonjak tinggi adalah keterbatasan maskapai yang melayani rute dari daerah seperti Palangka Raya.

“Faktor lonjakan salah satunya karena keterbatasan maskapai. Akhirnya masyarakat mau tidak mau harus mengambil tiket yang tersedia meskipun harganya mahal,” jelasnya. Karena itu, ia mendorong pemerintah segera memperbaiki regulasi penerbangan sekaligus membuka peluang penambahan maskapai atau penerbangan di rute-rute tertentu.

“Kebijakan regulasi harus segera dibuat dan diperbaiki. Selain itu, maskapai juga perlu ditambah agar persaingan lebih sehat dan harga tidak melonjak,” katanya.

Baca Juga :  Selama Natal, Lebih dari 8 Ribu Tiket di Bandara Tjilik Riwut Terjual

Sigit juga memahami keluhan masyarakat yang kesulitan pulang kampung karena mahalnya harga tiket pesawat.

“Memang agak sulit bagi masyarakat, apalagi dengan keterbatasan maskapai yang melayani rute tersebut,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Perlindungan Konsumen (DPD LPK) Kalteng, Abdullah Jahari. Ia menilai kenaikan harga tiket menjelang hari besar keagamaan memang lazim terjadi, namun lonjakan yang terlalu tinggi perlu ditelusuri lebih jauh.

“Memang lazim harga tiket pesawat naik turun atau berfluktuasi, apalagi menjelang hari raya besar. Namun sangat disayangkan apabila ada subsidi atau diskon dari pemerintah tetapi harga yang muncul justru di luar batas kewajaran,” katanya, Senin (9/3).

Menurut Abdullah, jika dibandingkan dengan harga normal, tarif tiket yang muncul saat ini sudah jauh melampaui batas wajar dan berpotensi merugikan konsumen.

“Kalau dibandingkan dengan harga normal, harga sekarang sudah di luar batas kewajaran. Ini tentu merugikan konsumen, apalagi mengingat ada subsidi atau diskon dari pemerintah,” ujarnya. (ovi/ala/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru