Gunung Lumut di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikenal sebagai tempat penuh misteri. Diselimuti berbagai jenis lumut yang menutupi hampir seluruh permukaannya, mulai dari tanah, bebatuan, hingga pepohonan. Kondisi ini menjadikannya terlihat seperti dunia yang berbeda, dengan nuansa hijau lembap yang begitu khas. Kawasan ini juga merupakan bagian dari hutan lindung yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk spesies yang hanya ditemukan di daerah ini.
DI sebuah desa bernama Long Tukaq Baru, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada keluarga yang dikenal penduduk sekitar. Keluarga besar yang dihormati, tetapi juga sangat misterius. Keluarga Pahing namanya. Nenek Rani, seorang wanita tua bernama Mbah Marni, adalah kepala keluarga yang dihormati karena kemampuannya dalam pengobatan tradisional. Namun, ada satu rahasia kelam yang tak banyak orang ketahui; keluarga Pahing memiliki ilmu hitam yang sangat kuat dan berbahaya—ilmu kuyang.
Malam itu, di sebuah kafe yang selalu dipenuhi dengan gemuruh suara, aku duduk di sudut yang sunyi, tenggelam dalam renungan tentang batas-batas yang terus dipaksakan pada seni, terutama sastra. Kafe ini, lebih mirip ruang diskusi tanpa akhir ketimbang sekadar tempat ngopi, menjadi saksi bisu dari perdebatan-perdebatan yang datang dan pergi, seolah tak terikat oleh waktu.
Orang yang takut dosa-dosa kecil mengkhawatirkan dirinya tak beruntung. Menjadikan lampu merah sebagai tanda orang yang beruntung atau tidak. Menjadikan hal-hal kecil lainnya sebagai beruntung atau tidak.
Waktu memecah. Ruang berpendar. Kasih sayang
betapa telah serupa Bukit Cahaya tempat segala doa
dilangitkan setulus hati. Tetapi air mata berguguran
dari kelopak malam paling nyeri. Sembilu dua sisi
mengiris-iris setiap api cemburu mengapung atas laut
Dilema dari kumpulan cerpen terjemahan ini terdapat dalam bahasa terjemahan yang masih membutuhkan pembacaan berulang-ulang untuk sampai pada nuansa dan rasa dalam cerita.