31.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025
- Advertisement -spot_img

TAG

Sastra

Penunggu Gunung Lumut

Gunung Lumut di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikenal sebagai tempat penuh misteri. Diselimuti berbagai jenis lumut yang menutupi hampir seluruh permukaannya, mulai dari tanah, bebatuan, hingga pepohonan. Kondisi ini menjadikannya terlihat seperti dunia yang berbeda, dengan nuansa hijau lembap yang begitu khas. Kawasan ini juga merupakan bagian dari hutan lindung yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk spesies yang hanya ditemukan di daerah ini.

Hadiah Tahun Baru

Lumbung padi kopong dicuri tikus ompong tiada panen tahun ini Mungkin belum rezeki mengingat tahun lalu mengingat anak istri mungkin itu rezekinya?

Kuyang: Sebuah Takdir yang Terlepas

DI sebuah desa bernama Long Tukaq Baru, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada keluarga yang dikenal penduduk sekitar. Keluarga besar yang dihormati, tetapi juga sangat misterius. Keluarga Pahing namanya. Nenek Rani, seorang wanita tua bernama Mbah Marni, adalah kepala keluarga yang dihormati karena kemampuannya dalam pengobatan tradisional. Namun, ada satu rahasia kelam yang tak banyak orang ketahui; keluarga Pahing memiliki ilmu hitam yang sangat kuat dan berbahaya—ilmu kuyang.

Sastra tanpa Peta

Malam itu, di sebuah kafe yang selalu dipenuhi dengan gemuruh suara, aku duduk di sudut yang sunyi, tenggelam dalam renungan tentang batas-batas yang terus dipaksakan pada seni, terutama sastra. Kafe ini, lebih mirip ruang diskusi tanpa akhir ketimbang sekadar tempat ngopi, menjadi saksi bisu dari perdebatan-perdebatan yang datang dan pergi, seolah tak terikat oleh waktu.

Sebab, Neraka Terlalu Lama

Orang yang takut dosa-dosa kecil mengkhawatirkan dirinya tak beruntung. Menjadikan lampu merah sebagai tanda orang yang beruntung atau tidak. Menjadikan hal-hal kecil lainnya sebagai beruntung atau tidak.

Sastra Indonesia Fiktif sebagai Representasi Sastra Indonesia Riil

Kritik atas dunia sastra dipersinggungkan dengan filsafat. Dan, sering kali pernyataan tampil sebagai cemooh.

Sajak: Perahu dari Tulang Rusukku

Waktu memecah. Ruang berpendar. Kasih sayang betapa telah serupa Bukit Cahaya tempat segala doa dilangitkan setulus hati. Tetapi air mata berguguran dari kelopak malam paling nyeri. Sembilu dua sisi mengiris-iris setiap api cemburu mengapung atas laut

Senja di Batavia

Hidup ini singkat belaka. Setelah lewat masa muda yang penuh warna, masa tua lekas merenggut, menyeret kita ke gerbang maut.

Menafsir Ulang Dunia dan Cinta serta Fantasi yang Transenden

Dilema dari kumpulan cerpen terjemahan ini terdapat dalam bahasa terjemahan yang masih membutuhkan pembacaan berulang-ulang untuk sampai pada nuansa dan rasa dalam cerita.

Jama’ Taksir

Nahwu-Sharaf

Latest news

- Advertisement -spot_img