Isu terbaru dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga kembali menjadi sorotan publik. Kali ini muncul klaim kerugian negara akibat tata kelola minyak mentah dan produk kilang mencapai Rp 980 triliun atau hampir 1 Kuadriliun.Â
PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga avtur di 37 lokasi bandar udara (bandara). Namun itu terkhusus bandara Udara yang dikelola oleh Angkasa Pura.
SAYA bisa membayangkan suasana kebatinan para karyawan grup Pertamina saat ini: tertekan. Mereka harus berhadapan langsung dengan rakyat yang merasa ditipu secara masal.
Sebuah cuitan lama di media sosial kembali viral setelah terbukti relevan dengan kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang menyeret sejumlah petinggi PT Pertamina Patra Niaga.
Jagat media sosial tengah diramaikan isu seputar dugaan pengoplosan pertalite menjadi pertamax. Pernyataan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait hal itu memicu reaksi publik, memunculkan spekulasi liar, serta menurunkan kepercayaan konsumen terhadap bahan bakar produksi Pertamina.
PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga, menegaskan bahwa kualitas Pertamax tetap terjamin dan tidak mengalami pencampuran yang dapat menurunkan standar.
Menyambut bulan suci Ramadhan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Tengah menggelar operasi pasar LPG 3 kg di Kota Palangka Raya. Operasi pasar ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan pemerataan distribusi LPG subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah telah memberlakukan kebijakan baru sejak 1 Februari 2025 yang melarang pengecer, termasuk warung, untuk menjual elpiji 3kg. Aturan ini bertujuan mengatur distribusi gas bersubsidi agar lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.