Hasil evaluasi dalam rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi (Rakordalev) yang dilaksanakan pada Selasa (11/7) di Aula Sei Mentaya Kantor Bappelitbangda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menunjukkan, serapan anggaran pembangunan Kabupaten Kotim triwulan II masih di bawah target.
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor. Menginginkan tidak hanya investor yang merasakan keuntungan dari perkebunan kelapa sawit. Tetapi masyarakat sekitar perusahaan juga harus turut sejahtera.
Bupati Kotim Halikinnor bersalaman dengan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah usai rapat paripurna penyampaian KUA PPAS Tahun Anggaran 2024 di DPRD Kotim, Senin (10/7).(FOTO : BAHRI/KP)
Peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dilakukan. Salah satu upayanya adalah, tingkatkan kualitas guru melalui program penggerak.
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor. Meminta kepada Camat untuk melakukan pemantauan terhadap desa di wilayah yang belum melaksanakan musyawarah desa (Musdes) atau perencanaan pembangunan desa tahun 2024.
Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati. Mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Museum Kayu Sampit untuk sarana pelestarian kebudayaan, rekreasi maupun edukasi, Ajakan tersebut disampaikan saat Irawati menghadiri serta membuka Education Culture Museum Pameran dan Culinary.
Cuaca panas melanda, Pemkab Kotim waspada bencana yang mungkin terjadi. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menghantui wilayah tersebut. Membuat pemerintah setempat memberikan status siaga karhutla.
Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor lantik delapan pejabat kepala desa (Kades) pengganti antar waktu. Di halaman kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jalan Muhammad Hatta atau lingkar selatan, Rabu (5/7).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah melakukan pembelian ekskavator amfibi berbobot 8 ton. Rakitanya kombinasi dalam negeri dan Jepang. Pengadaannya dibeli melalui e-katalog dengan harga sekitar Rp5,3 miliar atau lebih dari dua kali lipat harga ekskavator biasa. Dengan adanya Ekskavator Amfibi Diharapkan Optimal Menanggulangi Banjir