Media sosial telah mengubah cara masyarakat berbicara tentang kesehatan mental. Di satu sisi, perubahan ini membawa dampak positif. Istilah seperti burnout, kecemasan, trauma, depresi, toxic relations
Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, X, dan WhatsApp memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi tanpa batas
Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, media sosial menjadi salah satu sarana utama bagi banyak orang untuk berbagi cerita, pendapat, dan aktivitas sehari-hari
Prosesi pemakaman dua kakak beradik korban kecelakaan di Desa Rampa Mea, Barito Selatan, menjadi sorotan setelah sepeda motor yang mereka gunakan ikut dimasukkan ke liang lahat.
Pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menegaskan timnya akan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi Vietnam U-19 pada laga terakhir Grup A ASEAN U-19 Championship 2026.
Di era ketika hampir setiap momen terasa harus dibagikan, orang yang jarang mengunggah sesuatu di media sosial sering dianggap “terlalu tertutup”, kurang gaul, atau bahkan tidak aktif menjalani hidup.
Kejahatan siber kini kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa kini menjadi sasaran empuk para pelaku peretasan akun
Di era digital yang serba cepat, kebiasaan scrolling tanpa henti di media sosial semakin sulit dihindari. Namun, ketika yang dikonsumsi adalah berita negatif secara terus-menerus, perilaku ini dikenal
DPRD Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbawa tren FOMO di media sosial, terutama dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Yulia Baltschun 'Master Chef Indonsia' membongkar wanita yang diduga sebagai selingkuhan suaminya, Scot Humphreys, melalui unggahan di akun media sosialnya.
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang membagikan momen pribadi, opini, hingga aktivitas harian mereka secara terbuka.
Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau kerap disapa Rossa geram dengan ulah sejumlah pengguna media sosial baik di Instagram, TikTok, hingga Threads yang dinilai telah melakukan penggiringan opini
Tri Indah R yang sempat disebut-sebut sebagai wanita yang melakukan video call sex (VCS) dengan Alexander Assad, suami dari selebgram Clara Shinta, menjadi sorotan netizen di media sosial.
Modus penipuan biasanya berupa jual beli murah hingga tawaran bantuan melalui akun palsu. Warga diminta tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum bertransaksi.
Belajar dari rumah adalah salah satu cara paling nyaman untuk belajar sambil menghindari perjalanan harian, bersantai, dan menikmati teh untuk menambah energi.
Sebagian orang tidak bisa melepaskan dirinya dari handphone. Entah menggulir layar untuk memantau media sosial, bekerja, bermain, atau lainnya. Bahkan sering kali mereka menghabiskan waktunya bermain
Ruang digital hari ini tidak hanya menyimpan ingatan, tetapi juga menentukan reputasi. Ketika sebuah isu mencuat di media sosial, jejak digital seseorang bisa diangkat, dipotong, lalu diadili
Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 semakin dekat, saatnya mempersiapkan twibbon gratis untuk meriahkan momen spesial di media sosial kamu.Twibbon Natal dan Tahun Baru menjadi cara paling praktis
Setiap aktivitas upload di media sosial memiliki pengaruh langsung terhadap citra diri yang dibentuk di mata orang lain.Beberapa unggahan yang terlihat biasa saja sebenarnya bisa merusak citra diri ji
Media sosial saat ini, banyak orang membangun citra diri yang terlihat sempurna dan penuh kebahagiaan. Namun, di balik unggahan yang ceria, banyak orang justru menyembunyikan rasa kesepian yang mendal
Dunia digital kini telah menjadi cermin dari kehidupan nyata. Setiap komentar, unggahan, dan jejak kecil yang kita tinggalkan di internet bisa berbicara lebih banyak daripada ribuan kata yang
Kecanduan sosial media adalah kondisi ketika seseorang sulit melepaskan diri dari media sosial, gadget, atau internet meskipun sudah mengganggu keseharian.
HAMPIR semua orang pernah terjebak dalam kebiasaan scroll media sosial tanpa henti. Awalnya hanya berniat membuka aplikasi “lima menit saja,” namun tanpa terasa, waktu bisa habis hingga berjam-jam. Fe
Banyak orang sukses ngebangun karier, bisnis, bahkan dikenal publik berkat personal branding yang mereka bangun di platform seperti Instagram, TikTok, atau LinkedIn.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, H Fahmi Fauzi. Mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap informasi yang beredar di media sosial.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peredaran akun media sosial palsu yang mengatasnamakan dirinya.
Di era media sosial, interaksi digital bukan lagi sekadar hiburan atau sarana berbagi. Setiap komentar yang masuk bisa membentuk cara kita memandang diri sendiri bahkan mempengaruhi emosi dan pola pik
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung. Menyoroti peran penting media sosial dalam menjaga eksistensi budaya lokal di era digital.
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-45 Perpustakaan Nasional RI. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya melaksanakan Lokakarya Literasi Digital, bertema pemanfaatan media sosial
Ketua DWP Provinsi Kalteng, Natalin Leonard S. Ampung, juga menyoroti perlunya penguatan pilar organisasi, termasuk tata kelola yang transparan dan keterlibatan aktif seluruh anggota.
Penasehat DWP Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pengurus atas dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nanga Bulik menjatuhkan hukuman penjara satu tahun kepada Faldy Aldama, terdakwa kasus penyebaran konten asusila melalui media sosial.
Di zaman ketika setiap momen bisa berubah jadi konten, ada sekelompok orang yang justru memilih jalur sebaliknya. Mereka punya media sosial, tapi feed-nya kosong atau paling cuma berisi hal-hal random
Kehadiran media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi, berinteraksi, hingga membangun citra diri.
Herson B Aden, menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap esensi kritik sosial dalam karya kreatif, khususnya pada bentuk parodi dan konten digital yang marak beredar di media sosial.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Kabag Hukum Setda) Kabupaten Lamandau, Elly Yosseph. Menekankan pentingnya kesadaran hukum di tengah masyarakat.
Polda Kalimantan Tengah mengambil langkah cepat menyikapi isu yang berkembang di media sosial. Mengenai dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh salah satu anggotanya di wilayah Palangka Raya
Sebagai orang yang hidup di era digital saat ini sangat penting untuk merasa terhubung, dipahami, serta dihargai. Perasaan ini sering kali muncul dari keterlibatan media sosial.
Seiring berkembangnya teknologi media sosial, banyak orang kehilangan jati dirinya karena terlalu Membandingkan diri dengan yang tampak di dunia maya. Padahal, banyak kepulauan di sana.
Kehadiran digital memberikan kesan pertama yang membentuk citra seseorang di dunia profesional. Identitas daring mencerminkan keterampilan, pengalaman, serta nilai yang ingin ditonjolkan dalam lingkun
Setelah beberapa waktu viral di media sosial (medsos) mengenai Bu Guru Salsa, perempuan yang video pribadinya tersebar di dunia maya, sekarang muncul lagi saingannya.
Perkembangan teknologi membuat editing menjadi kebutuhan khusus. Sebab, konten yang dibuat pada media sosial pasti membutuhkan besar kecilnya skill editing.
Dalam kehidupan, kita sering menemui orang-orang yang selalu melihat segala sesuatu sebagai ajang kompetisi.Entah itu dalam karier, pertemanan, hubungan, atau bahkan hal-hal kecil seperti unggahan media sosial.
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang merasa tergoda untuk melihat status atau postingan orang lain di berbagai platform, mulai dari Instagram, Facebook, hingga Twitter. Namun, apakah Anda pernah berpikir mengapa Anda begitu penasaran dengan kehidupan orang lain, meski tidak ada niat untuk berinteraksi langsung?
Pernahkah Anda mengunggah sesuatu ke media sosial, lalu terus-menerus mengecek siapa yang menyukai, mengomentari, atau membagikannya? Ini bisa jadi pertanda Anda haus validasi.
Dewasa ini, siapa yang tidak punya akun media sosial? Bisa dikatakan, bahwa hampir dari semua orang yang menggunakan platform digital, setidaknya pasti memiliki satu atau dua akun media sosial.
Di dunia yang serba digital ini, media sosial menjadi panggung utama untuk berbagi cerita, foto, dan berbagai momen kehidupan.Namun, ada sebagian orang yang memilih untuk tetap menyepi dan jarang update di media sosial. Ternyata, orang-orang yang jarang update di media sosial ini memiliki sifat-sifat unik yang menarik.
PT Timah Tbk mengambil langkah tegas dengan memecat Dwi Citra Weni, pegawainya yang viral di media sosial karena meremehkan pekerja honorer pengguna BPJS Kesehatan. Video unggahannya menuai kecaman luas, memicu kontroversi di kalangan warganet.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berencana membatasi akses penggunaan media sosial berdasar usia. Hal itu dalam rangka percepatan aturan perlindungan anak di ruang digital.
Instagram merupakan salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan oleh semua generasi saat ini. Fiturnya yang menarik dan beragam membuat orang betah berlama-lama bermain Instagram.
Di era digital ini, media sosial telah menjadi platform utama untuk berbagi informasi tentang kehidupan pribadi. Tak jarang kita melihat orang-orang yang merasa perlu membagikan hampir setiap detail hidup mereka, dari aktivitas sehari-hari hingga perasaan dan pengalaman pribadi yang sangat mendalam.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah-Bintaro dr Antonius Andi Kurniawan, Sp.K.Om menilai masyarakat di Indonesia semakin gemar menjalankan gaya hidup aktif yang banyak mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan.
Di era serba canggih ini, tampaknya tidak ada orang yang tidak menggunakan media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter atau Tiktok.Namun, masyarakat umum lebih banyak memanfaatkan Instagram mereka untuk berbagi.
Di era digital saat ini, kebiasaan scrolling di media sosial seakan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa berdampak buruk, terutama bagi kesehatan mental.
Media sosial, termasuk WhatsApp merupakan sebuah ruang untuk penggunanya bisa saling berinteraksi dan berbagi informasi.Di samping dari orang-orang yang lebih suka menyimak, ada beberapa orang yang sangat menyukai berbagi pendapat tentang hampir dari segala hal.
Membangun personal branding di media sosial bukanlah hal yang mustahil bagi seorang introvert.Dengan pendekatan yang strategis, seseorang yang cenderung introvert ataupun pemalu yang lebih suka bekerja di balik layar tetap bisa menciptakan kehadiran digital yang kuat dan profesional.
Apakah Anda termasuk orang yang jarang atau bahkan tidak pernah memposting di media sosial? Meskipun di era digital ini hal tersebut terkesan aneh, ternyata ada sejumlah alasan dan perilaku unik di balik keputusan ini.
Apakah Anda pernah melihat orang yang bahagia dan bangga di media sosial ternyata di dunia nyata mereka adalah orang paling kesepian? Ini bisa terjadi oleh siapapun dan dengan perilaku yang berbeda-beda pula
Saat Anda bekerja atau dalam mode tidak sibuk, pasti Anda akan meraih ponsel lalu menggulir reels di media sosial Anda, baik itu Facebook maupun Instagram. Terkadang Anda berpikir untuk membatasi waktu bermedia sosial, namun akhirnya saat melirik jam, satu jam telah berlalu, dan Anda masih daja menggulir reels di media sosial Anda.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim. Mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara lebih produktif. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan. Ia menilai, dalam era digital yang terus berkembang, media sosial memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pengembangan ekonomi warga.
Beberapa nampaknya terobsesi dengan penampilan, entah itu penampilan mereka, status di media sosial, atau bagaimana orang lain menilai mereka. Meskipun wajar untuk peduli terhadap hal-hal tersebut sampai batas tertentu, namun bagi sebagian orang hal itu menjadi fokus utama mereka.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang dengan mudah menarik banyak pengikut di media sosial sementara yang lain kesulitan untuk mendapatkannya?
Dalam lingkungan sosial kita, pasti ada beberapa orang yang tampak senang sekali melakukan selfie alias swafoto. Tiap momen selalu diabadikan dengan selfie.Makan di suatu tempat, selfie. Main ke suatu tempat, selfie. Semua kesempatan dalam hidupnya selalu dihiasi dengan selfie.
Di era yang serba canggih ini, terkadang membuat semua hal semakin mudah. Seperti terhubung dengan teman lama, menelusuri tempat kuliner terbaru, atau bahkan ajang promosi untuk berbisnis.
Self branding merupakan sebuah proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap diri seseorang yang dipandang sebagai merek atau brand oleh target market.Dengan kata lain, proses membentuk persepsi masyarakat akan diri seseorang yang meliputi kepribadiannya, kemampuan, dan aspek lainnya yang menciptakan persepsi positif di benak masyarakat serta dapat digunakan sebagai alat pemasaran.
Nama Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau, Hj. Nunu Andriani, dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pencatutan ini dilakukan melalui media sosial Facebook (FB), dengan menggunakan nama "Hajah Nunuu Andrianii."
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah (Kalteng) Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Harmain Ibrohim. Menegaskan, masa tenang yang dijadwal mulai tanggal 24 sampai 26 November 2024 adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas Kampanye Pemilihan.
Ada perbedaan besar antara bersikap terbuka di media sosial dan berbagi berlebihan. Perbedaannya terletak pada kontenmya.Oversharing di media sosial berarti membocorkan terlalu banyak informasi pribadi, yang sering kali membuat orang lain tidak nyaman.
Kecanduan media sosial merupakan perilaku yang mengakibatkan seseorang terjebak dalam penggunaan media sosial secara berlebihan dan mengganggu fungsi kehidupan normal.
Di tengah era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari. Namun, ada sekelompok orang yang masih lebih memilih tenggelam dalam halaman-halaman buku ketimbang menghabiskan waktu berlama-lama di platform sosial.
Media sosial bisa menjadi mata pisau yang menakutkan bagi seseorang. Sebab, media sosial bukanlah dunia yang nyata, dan terkadang orang bisa memanipulasinya dengan mudah melalui postingan. Salah satunya postingan lelaki buaya darat.
Di era digital, media sosial telah menjadi sarana utama bagi kita untuk berkomunikasi, bertukar pendapat, dan berbagi informasi.Namun, dalam interaksi ini, tidak jarang orang menemukan diri mereka terlibat dalam perdebatan dengan orang asing.
Bagaimana Anda menentukan foto profil di media sosial atau di WhatsApp Anda? Mungkin banyak sekali pertimbangan yang ada di diri Anda ketika memilih foto profil di media sosial.
Dalam gempuran era digitalisasi dan media sosial saat ini, Anda mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa orang yang Anda ikuti tidak mengikuti balik?Itu adalah pertanyaan yang mungkin terlintas di pikiran Anda lebih dari sekali.
Dalam era digital saat ini, media sosial menjadi salah satu platform utama untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan orang lain.Namun, bagaimana cara kita menampilkan diri agar terlihat lebih elegan dan berkelas di mata publik?
Melihat perspektif pada manusia, media sosial bisa dianggap sebagai berkah atau kutukan. Meskipun media sosial memudahkan kita dalam terhubung dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan, namun hal ini juga dapat membuat kita lebih antisosial.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, H.M. Hasan Busyairi, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai penawaran mencurigakan, terutama yang beredar di media sosial.
Media sosial sudah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat di era digital seperti saat ini.Kehadiran media sosial memberikan pengaruh yang cukup signifikan di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga negatif.
Media sosial terkadang bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh, contohnya ketika mengabaikan orang disampingnya dan sibuk chating atau ngobrol dengan orang lain di handphone.
Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita, dan penggunaan filter pada foto telah menjadi praktik yang umum.Banyak orang memilih untuk menambahkan filter pada foto mereka untuk menciptakan tampilan yang lebih menarik dan sempurna.
Pernahkan Anda melihat teman di media sosial Anda memposting foto, status atau video mereka. Ini bisa jadi ada indikasi mereka seorang yang narsis jika dilihat dari postingan di media sosial.
Tessa Mahardhika Sugiarto, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang dengan mudah menarik banyak pengikut di media sosial sementara yang lain kesulitan untuk mendapatkan daya tarik?
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi platform utama bagi banyak orang untuk berinteraksi, berbagi momen, dan menyuarakan pendapat mereka. Setiap unggahan, komentar, atau foto yang dibagikan di dunia maya seringkali diukur keberhasilannya dengan jumlah 'like' yang didapatkan.
Media sosial telah menjadi tempat bagi banyak orang untuk berbagi pandangan, ide, dan pendapat.Melalui media sosial, interaksi tidak lagi terbatas oleh jarak atau waktu. Siapa pun bisa dengan mudah terhubung dan berkomunikasi dengan orang lain dari berbagai belahan dunia.
Kecanduan media sosial sudah menjadi fenomena yang makin sering ditemui di era digital ini.Dengan mudahnya akses ke platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter, banyak orang terjebak dalam kebiasaan yang sulit dihentikan, menghabiskan berjam-jam scrolling tiada henti.
Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tetapi tidak semua hal layak untuk dipublikasikan. Bagi perempuan berkelas, menjaga citra dan reputasi di dunia digital sama pentingnya dengan di dunia nyata.
Di era teknologi canggih ini banyak manusia yang menghabiskan waktu dengan ponselnya, terutama dalam mengakses media sosial. Tak bisa dipungkiri bahwa media sosial dapat memberikan sarana hiburan, bisnis, dan membuat kita tetap terhubung dengan orang terdekat meskipun terhalang oleh jarak dan waktu.
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita, tetapi tidak semua orang berinteraksi dengan cara yang sama. Beberapa orang lebih memilih untuk hanya menggulir konten atau sekadar scroll media sosial tanpa berkomentar atau memposting apapun.
Setiap orang mungkin memiliki lebih dari satu akun di suatu media sosial. First account (akun pertama) menjadi tempat mengunggah sesuatu untuk membangun citra diri. Sementara second account (akun kedua) adalah tempat seseorang bisa menunjukkan persona yang lain yang selama ini tidak ditunjukkan kepada publik.
Anda sedang berada di sebuah acara sosial, dan ada satu orang yang tidak dapat menahan diri untuk tidak membicarakan prestasi terbaru mereka. Biasanya hal itu disebut dengan 'pamer'.
Netizen di media sosial menyambut gembira dan antusias atas unggahan terbaru Al Ghazali di akun media sosialnya. Banyak dari mereka senang karena akhirnya Al mengunggah foto kebersamaan dirinya bersama sang kekasih, Alyssa Daguise.
Di era media sosial yang gemerlap, kita seringkali tergoda untuk berbagi setiap detail kehidupan kita, mulai dari pencapaian terbaru hingga curahan hati terdalam. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua hal perlu diumbar ke publik?
Di era digital saat ini, media sosial telah lama menjadi panggung utama bagi banyak orang untuk memamerkan berbagai aspek kehidupan mereka.Setiap individu memiliki cara dan alasan tersendiri dalam menampilkan sisi pribadi mereka di dunia maya.
ANAK musisi David Bayu alias David Naif, Audrey Davis memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dia akan dimintai keterangan terkait video asusila yang beredar di media sosial belum lama ini.
Kabar mengejutkan datang dari Sheikha Mahra. Putri Dubai itu menceraikan suaminya Sheikh Mana Bin Mohammed Al Maktoum hanya melalui Instagram. Dalam pengumumannya di akun media sosial, Sheikha Mahra tegas memberikan pernyataan ingin berpisah dari pria yang menikahinya pada 2023.
Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.
Menjadi korban selingkuh dalam sebuah hubungan memang terasa menyebalkan. Berbagai macam perasaan seperti marah, malu, dan patah hati akan dirasakan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-berbulan.
Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.
Media tradisional seperti televisi, majalah, radio, dan lainnya dibangun untuk menyajikan informasi secara satu arah kepada masyarakat. Media ini dibentuk tanpa adanya interaksi antar sesama pengguna.
PROKALTENG.CO - Istilah Fear of Missing Out alias FOMO menjadi populer di era media sosial. Orang yang FOMO tak bisa lepas dari media sosial, lantaran selalu memantau setiap update yang ada di media sosial.
PROKALTENG.CO - Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, memberikan pengaruh yang signifikan dalam cara kita berkomunikasi, berhubungan, dan menyatakan diri.
Nyaris setengah populasi Indonesia eksis di media sosial (medsos). Rata-rata mereka menghabiskan waktu 3 jam 11 menit untuk menggulir medsos setiap hari. Januari lalu, Meltwater dan We Are Social menempatkan Indonesia pada urutan ke-9 daftar 10 Negara Paling Gemar Bermedsos.
Beredar video viral aksi penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam di media social (Medsos). Diketahui, kejadian tersebut terjadi di Jalan Dulin Kandang, Kota Palangkaraya pada Jumat pagi, (7/6/2024).
PROKALTENG.CO - Kita semua menyadari pro kontra penggunaan media sosial dan bagaimana hal itu memengaruhi pikiran, emosi, harga diri, bahkan kesehatan individu.
PROKALTENG.CO - Di era digital yang penuh dengan obrolan di media sosial, seni diam seringkali terlupakan. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa diam memiliki kekuatan luar biasa, terutama dalam situasi tertentu.
PROKALTENG.CO - Peran ruang digital dalam menjaga pemilu damai dengan hargai perbedaan pilihan di dalam ruang media sosial. Demikian terungkap saat webinar Kominfo dan DPR RI yang diikuti ratusan peserta dengan tema Peran Ruang Digital dalam Menjaga Pemilu Damai.
Hanya orang media yang ingin Pilpres dua putaran: berita politik yang panas punya banyak peminat.
Iklan politik juga terus diperlukan. Jumlah pelanggan meningkat, jumlah pemasukan membesar.
Diperlukan kedewasaan dalam menggunakan media social. Agar tidak menimbulkan kegelisahan dan menyebarkan informasi yang salah. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Barat (Kobar), Juni Gultom.
Media sosial (medsos) telah memudahkan kehidupan kita, seperti berbelanja, berinteraksi dengan orang lain, hingga mencari teman. Di balik manfaatnya itu, penggunaan media sosial secara berlebihan bisa memicu perasaan cemas, depresi, dan kesepian hingga menyebabkan kecanduan bermedia sosial.
Menjelang Pemilu 2024, suhu politik tingkat nasional sudah menghangat seiring dengan pendaftaran pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, beberapa waktu lalu. Suhu politik ini pun bisa berdampak di daerah, khususnya di Kabupaten Katingan.
POLDA Metro Jaya menangkap seorang muncikari berinisial FEA, 24, karena diduga menjual anak di bawah umur kepada pria hidung belang. Pelaku melaksanakan praktik prostitusi ini melalui media sosial.