Serangan Israel terhadap Gaza terus berlanjut meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan. Wafa News Agency melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut kini hampir mencapai 100 orang, dengan 21 di antaranya adalah anak-anak dan 25 wanita.
Setelah lebih dari 460 hari konflik yang menghancurkan Gaza, Israel dan kelompok Palestina Hamas akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Kesepakatan ini diumumkan oleh perwakilan dari Qatar, Israel, dan Amerika Serikat, setelah proses negosiasi yang intensif.
HIZBULLAH dan Israel telah menyepakati gencatan senjata yang berlaku efektif pada Rabu (27/11) pukul 04.00 waktu setempat.
Perjanjian gencatan senjata yang disepakati Hizbullah dan Israel mengikuti kontur resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri perang 36 hari Israel-Hizbullah pada 2006.
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL menyatakan siap menjalankan perannya demi memastikan gencatan senjata antara Israel dengan kelompok Hizbullah di Lebanon akan dipatuhi semua pihak.
Pesawat-pesawat tempur Israel menggempur Gaza pada Jumat (1/12), setelah perundingan untuk memperpanjang gencatan senjata yang telah berlangsung selama seminggu dengan Hamas gagal.
Pembicaraan untuk memperpanjang gencatan senjata Hamas-Israel masih berlangsung. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kembali ke Timur Tengah untuk membahas masalah perpanjangan ini. Meski begitu, di tengah upaya komitmen damai itu, Israel terus berulah.
Mulai Jumat (25/11) dini hari, gencatan senjata antara Israel dan Palestina resmi berlaku pasca tujuh pekan pertempuran tanpa henti yang menelan ribuan korban jiwa di Jalur Gaza. Jeda perang yang berakhir pada Selasa (28/11) tersebut akhirnya diperpanjang oleh pihak mediator selama dua hari.
Hamas dan Israel dikabarkan telah sepakat untuk memperpanjang durasi gencatan senjata di Gaza menjadi dua hari lebih lama. Dilansir dari Antara pada Selasa (28/11), kabar tersebut diungkapkan oleh pihak dari Qatar yang memfasilitasi pembicaraan mengenai gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Israel-Hamas selangkah lagi menuju kata sepakat. Yakni, tentang gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengungkapkan bahwa dialog sudah mendekati mufakat. Pembicaraan gencatan senjata itu dimediasi oleh Qatar.