Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan kembali menggelar rapat bersama pihak pemerintah daerah dalam rangka penyesuaian dan menjadwal sejumlah agenda kegiatan DPRD Kabupaten Seruyan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan. Menyebutkan bahwa saat ini terjadi kekosongan Badan Permasyarakatan Desa (BPD) yang ada di 22 desa yang berada di 2 kecamatan wilayah Kabupaten Seruyan.
ewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan tahun anggaran (TA) 2023.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan M. Aswin menyebutkan jika sektor perikanan yang dimiliki di Kabupaten Seruyan khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Seruyan harus dimaksimalkan pengembangannya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo mendorong pihak desa agar dapat memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki di desa-desa yang ada di Kabupaten Seruyan.
Kemajuan teknologi di jaman serba modern saat ini memang tak dipungkiri lagi. Meskipun begitu, peran lingkungan keluarga atau orang tua dalam mendidik anak juga sangat penting.
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Muhamad Aswin. Meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkaitnya, agar bisa memperhatikan masa depan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menekankan pentingnya program desa yang telah disusun untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Bumi Gawi Hantantiring.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menegaskan pentingnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan terhadap pengelolaan aset milik daerah.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan, di mana banyak di antara mereka berprofesi sebagai nelayan, termasuk nelayan budidaya perikanan.