Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memperpanjang masa transisi darurat banjir di wilayah tersebut, Jumat (31/5). Keputusan itu diambil usai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim beserta instansi terkait melakukan rapat evaluasi terkait hal tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar diskusi publik. Terkait rencana awal penyusunan dokumen rencana penanggulangan bencana, Kamis (30/5).
Banjir di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meluas. Dan sudah merendam belasan desa, Sebelumnya banjir merendam empat desa yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Telaga Antang dan Antang Kalang sejak Sabtu (25/5) lalu, akibat tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir ini.
Banjir kembali terjadi di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan merendam empat desa di dua kecamatan, hal itu dikarenakan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir diwilayah tersebut.
Curah hujan yang tinggi nampaknya bukan satu-satunya biang kerok penyebab banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Remaining On Board (ROB) atau yang dikenal dengan pasang besar yang menyebabkan luapan air laut juga perlu diwaspadai. Sebab, banjir ROB diketahu terjadi di beberapa titik di Kotim khusunya wilayah selatan.
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masih dalam status tanggap darurat bencana banjir hingga tanggal 17 mei nanti. Banjir masih berada di lokasi terakhir berdasarkan kajian risiko bencana di desa Hanjalipan. Namun aktivitas masyarakat di desa tersebut berjalan normal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar sosialisasi penanggulangan bencana bagi anak-anak usia dini, Selasa (14/5). acara yang dilangsungkan di halaman kantor BPBD Kotim itu dimaksudkan untuk mengedukasi anak didik terhadap potensi bencana yang kerap terjadi di daerah ini.
Banjir yang melanda di Desa Bagendang Tengah Kecamatan Mentaya Hilir Utara akibat meluapnya Sungai Sampit  setelah hujan deras beberapa hari terakhir ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih lantaran sumur yang selama ini menjadi sumber air bersih, kini terendam banjir. Untuk itulah masyarakat memerlukan bantuan air bersih.Â
Hujan lebat disertai petir yang melanda disejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terjadi pada Minggu (28/4) malam pukul 19.30, hingga pagi hari Senin (29/4) pukul 08.00 membuat dua Kecamatan dalam kota Sampit terjadi banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Kelurahan hari ini mengerahkan puluhan pegawainya untuk bergotong-royong membersihkan drainase atau saluran air yang biasa disebut dengan sungai mentawa.