Dalam upaya tanggap darurat bencana banjir yang melanda Kabupaten Murung Raya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) bergerak cepat dengan mengirimkan mobil portable dapur umum lapangan serta tim respon evakuasi.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menyiapkan kebijakan dalam menghadapi gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di tengah kondisi banjir dan potensi puncak intensitas hujan yang diprediksi BMKG pada November 2024.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan ribuan paket bahan pokok (bapok) makanan untuk warga yang terdampak banjir di Kabupaten Murung Raya.
Kondisi banjir yang terjadi hingga saat ini masih melanda beberapa wilayah di Kabupaten Murung Raya. Bahkan termasuk yang terbesar, dengan ketinggian muka air berada pada level 9,40 meter.
Pj. Bupati Barito Selatan, Deddy Winarwan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir, mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan.
Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polsek Permata Intan menyerahkan bantuan sosial (Bansos) kepada 50 Kepala Keluarga di Desa Tumbang Salio, Kecamatan Permata Intan Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, yang terdampak banjir, Rabu (16/10) pagi.
Desa Rantau Suang Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilanda banjir dengan kedalaman mencapai satu meter. Banjir diduga kiriman dari wilayah hulu atau dataran lebih tinggi yang diguyur hujan hingga menyebabkan sungai meluap, sedangkan untuk Desa Rantau Suang waktu itu tidak ada hujan.
Pemerintah daerah dan masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan langkah antisipasi dan penanganan banjir. Terutama mengingat kondisi curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Banjir terus melanda sepanjang akhir pekan di Nepal yang digambarkan oleh para ahli sebagai salah satu banjir terburuk.
Dilansir dari theguardian.com banyak dari wilayah Kathmandu terendam air setelah hujan monsun terberat dalam dua dekade turun pada hari Jumat (27/09) dan Sabtu (28/09), yang menyebabkan kerusakan pada pemukiman, jembatan, hingga jalanan.