SKIN BARRIER atau lapisan pelindung kulit bayi masih belum berkembang sempurna sehingga mereka lebih rentan mengalami iritasi, kemerahan, hingga kulit kering. Karena itu, dokter anak mengingatkan orang tua agar tidak sembarangan memilih pelembap dan memastikan produk yang digunakan mengandung bahan yang dapat membantu memperkuat lapisan pelindung kulit.
Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A mengatakan, menjaga kesehatan skin barrier merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung kenyamanan sekaligus tumbuh kembang bayi.
“Pelembap bagi kulit bayi itu sangat penting. Karena jika skin barrier-nya bagus, anak tidak gampang terkena iritasi dan bisa tidur dengan nyenyak, sehingga hormon pertumbuhannya juga berkembang baik,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (29/7).
Bahkan bagi anak yang memiliki alergi, dr. Ian menyebut bahwa skin barrier-nya lebih rawan sehingga mudah iritasi atau kemerahan.
“Karena itu dibutuhkan pelembap yang mengandung ceramide, colloidal extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate,” jelasnya.
Pernyataan dr. Ian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan Stamatas GN dkk. (2010) yang menunjukkan kulit bayi sekitar 30 persen lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Kondisi ini membuat kemampuan kulit bayi dalam mempertahankan kelembapan belum optimal sehingga lebih mudah kehilangan air dan rentan terhadap paparan zat iritan.
Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menjelaskan bahwa kulit bayi memiliki fungsi pelindung yang masih dalam tahap pematangan. Oleh sebab itu, penggunaan produk perawatan yang lembut, bebas bahan iritan, serta mampu menjaga kelembapan kulit menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan kulit seperti dermatitis atau eksim.
Menurut dr. Ian, anak yang memiliki riwayat alergi membutuhkan perhatian lebih karena kondisi skin barrier mereka umumnya lebih rapuh. Jika lapisan pelindung kulit terganggu, risiko munculnya kemerahan, gatal, dan iritasi akan semakin besar.
Karena itu, orang tua disarankan memilih pelembap dengan kandungan yang telah banyak digunakan dalam perawatan kulit sensitif. Ceramide berfungsi membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit, colloidal oatmeal dikenal dapat membantu menenangkan kulit yang mengalami kemerahan atau gatal, sedangkan Lactobacillus Ferment Lysate berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma kulit.
Sementara itu, GENTLY Baby memperkenalkan teknologi Cera-Care Biome Technology yang mengombinasikan 5x ceramide, colloidal oatmeal extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate untuk membantu menjaga kesehatan skin barrier sekaligus mendukung keseimbangan mikrobioma kulit bayi dan anak.
CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan solusi perawatan kulit bayi yang lembut, berbasis sains, serta telah melalui pengujian klinis.
“Momentum ini bukan sekadar menghadirkan produk dengan teknologi baru, tetapi menjadi langkah bagi GENTLY Baby untuk terus berinovasi menghadirkan solusi perawatan kulit bayi yang gentle, berbasis sains, dan terbukti manfaatnya melalui uji klinis,” pungkas Nyoman.(jpg)


