PROKALTENG.CO – Serangan Jantung merupakan salah satu keadaan darurat medis yang perlu ditangani karena dapat berdampak fatal jika diabaikan. Serangan Jantung adalah kondisi darah menumpuk di arteri dan menyebabkan penyumbatan, ketika pecah makan membentuk pembekuan darah dan menyebabkan serangan jantung.
Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga lebih rentan terhadap penyakit jantung tersebut. Jika masyarakat menjalani gaya hidup yang tidak sehat dan memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, kadar kolesterol tinggi dan diabetes berisiko terkena serangan jantung.
Ada beberapa gejala serangan jantung seperti nyeri dada, sesak nafas, mudah lelah, keringat dingin, nyeri ulu hati, mual.
“Kadang-kadang serangan jantung tidak terjadi apa-apa,” dikutip dari keterangan tertulis di laman hindustantimes.
Gejala lainnya bisa nyeri otot jantung, nyeri di rahang, kelelahan serta gangguan pencernaan yang dialami.
“Ketidaknyamanan atau gejala apa pun tidak boleh diabaikan, dan seseorang harus segera menghubungi unit gawat darurat rumah sakit,” tulisnya.
Berikut beberapa cara untuk mengetahui seseorang mengalami serangan jantung:
Pertama adalah tes EKG
EKG atau Elektrokardiogram akan dilakukan ketika pasien tiba di rumah sakit, prosesnya adalah merekam sinyal listrik dari jantung sehingga dapat mendeteksi serangan jantung.
Tidak semua serangan jantung terdeteksi dalam tes EKG pertama kali, namun EKG dapat menunjukkan penyakit yang sama sebelumnya.
Kedua adalah rontgen menggunakan sinar X
Tes rontgen dada atau computerized tomography (CT) dapat membantu seseorang mendeteksi penyakit jantung.
Ketiga adalah tes darah
Setiap serangan jantung terjadi, protein otot dari jantung dilepaskan dari otot yang rusak ke dalam darah.
Protein otot jantung seperti mioglobin, troponin I, troponin R dapat dilepaskan ketika terjadi serangan jantung.
Tes diagnostik uji troponin ini untuk mendeteksi dan mengukur infark miokard yang nilainya semakin besar makan semakin besar pula infark miokardnya.
“Tes diagnostik ini berguna tidak hanya dalam mendiagnosis serangan dini, namun juga memperkirakan prognosis pasien,” kata Dr Kala Jeethender Jain, Konsultan Kardiologi. (pri/jawapos.com)