PROKALTENG.CO – Teh madu bukan sekadar minuman hangat pengusir dingin. Racikan madu dengan air hangat atau teh disebut punya manfaat kesehatan, mulai dari membantu menjaga tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, hingga meredakan batuk dan gangguan tenggorokan.
Madu dikenal sebagai herbal kaya nutrisi. Kandungan utamanya memang air dan gula alami seperti glukosa serta fruktosa—yang juga terdapat pada gula pasir. Namun, madu diperkaya vitamin B, vitamin C, asam amino, enzim, mineral seperti magnesium dan kalium, serta antioksidan flavonoid yang dibutuhkan tubuh.
Minuman ini bisa dibuat sederhana di rumah. Cukup seduh satu hingga dua sendok madu dengan secangkir air hangat atau campurkan ke dalam teh tanpa gula.
Berikut manfaat teh madu seperti dilansir Genpi.co:
1. Membantu menjaga tekanan darah
Teh madu disebut membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah tinggi sendiri berisiko memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Mengganti gula pada teh dengan madu bisa menjadi salah satu pilihan. Madu mengandung antioksidan tinggi, seperti asam fenolik dan flavonoid, yang berperan membantu menurunkan tekanan darah.
2. Membantu menjaga kadar gula darah
Banyak yang mengira madu sepenuhnya aman bagi gula darah. Faktanya, baik gula pasir maupun madu sama-sama mengandung glukosa dan tetap berisiko meningkatkan kadar gula darah bila dikonsumsi berlebihan.
Namun, madu merupakan sumber karbohidrat kompleks yang tidak mudah dipecah tubuh. Karena itu, lonjakan gula darah akibat madu cenderung tidak secepat gula pasir biasa.
3. Meredakan batuk dan masalah tenggorokan
Teh madu juga dikenal ampuh meredakan gangguan tenggorokan. Penelitian pada 2010 menunjukkan madu lebih efektif mengatasi batuk dan memperbaiki kualitas tidur dibandingkan obat seperti dekstrometorfan dan diphenhydramine.
Sebagai pertolongan pertama, racikan teh madu bisa menjadi solusi alami untuk mengurangi frekuensi batuk, terutama bagi yang ingin menghindari efek samping obat tertentu.
Meski memiliki sejumlah manfaat, konsumsi madu tetap perlu dibatasi. Gunakan secukupnya agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan lain. (jpg)


