25.4 C
Jakarta
Wednesday, March 4, 2026

Waspada! Ini Jenis Obat yang Rentan Picu Alergi, Begini Mengatasinya

PROKALTENG.CO– Obat adalah zat atau kombinasi bahan yang digunakan untuk mencegah, meredakan, mengobati suatu penyakit. Obat bekerja dengan cara memengaruhi proses biologis di dalam tubuh, misalnya membunuh kuman penyebab infeksi, mengurangi peradangan, atau menurunkan nyeri.

Meskipun obat sangat bermanfaat, terdapat sebagian orang yang tidak cocok dengan jenis obat tertentu. Kondisi ini diketahui juga sebagai alergi obat, yaitu respon berlebihan dari sistem imun terhadap suatu obat yang dikonsumsi.

Reaksi ini terjadi karena tubuh salah mengenali kandungan dalam obat sebagai zat yang berbahaya, sehingga memicu reaksi pertahanan dari sistem kekebalan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Jenis Obat yang Rentan Menyebabkan Alergi

Pada dasarnya, hampir semua jenis obat berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa golongan obat yang lebih sering diketahui memicu alergi.

Baca Juga :  5 Manfaat Nanas bagi Kesehatan Tubuh

Antibiotik seperti penisilin

Antiradang (antiinflamasi) non steroid

Electronic money exchangers listing

Aspirin

Krim atau lotion kortikosteroid

Anti-kejang (antikonvulsan)

Obat khusus penyakit autoimun

Insulin

Vaksin

Gejala Alergi Obat

Gejala alergi obat dapat muncul dalam waktu satu jam hingga beberapa hari setelah penggunaan obat. Dikutip dari Alodokter, tanda-tanda yang ditimbulkan beragam mulai dari kelainan pada kulit seperti ruam, bentol, rasa gatal, hingga biduran,

Keluhan itu disertai kondisi mata yang gatal dan berair, hidung tersumbat, pembengkakan pada bibir, lidah, dan wajah yang dikenal sebagai angioedema. Pada kondisi tertentu, alergi obat juga dapat disertai sesak napas dan demam.

Cara Mengatasi Alergi Obat

Penanganan alergi obat bertujuan untuk meredakan dan mengendalikan gejala yang dialami pasien. Pada beberapa kasus, reaksi alergi dapat mereda dengan sendirinya setelah obat penyebab dihentikan.

Baca Juga :  Dinkes Tampilkan Ramuan Khas Lokal Kalteng

Namun, diperlukan juga terapi medis untuk mengatasi reaksi tersebut pada kondisi tertentu. Penanganan dapat melibatkan pemberian antihistamin guna menekan pelepasan histamin sehingga gejala berkurang.

Selain itu, penggunaan bronkodilator seperti albuterol juga berguna untuk meredakan batuk atau mengi, serta kortikosteroid oral atau suntikan untuk mengatasi peradangan akibat alergi. Pada reaksi alergi berat seperti anafilaksis, suntikan epinefrin menjadi penanganan utama, dan pasien harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (jpg)

PROKALTENG.CO– Obat adalah zat atau kombinasi bahan yang digunakan untuk mencegah, meredakan, mengobati suatu penyakit. Obat bekerja dengan cara memengaruhi proses biologis di dalam tubuh, misalnya membunuh kuman penyebab infeksi, mengurangi peradangan, atau menurunkan nyeri.

Meskipun obat sangat bermanfaat, terdapat sebagian orang yang tidak cocok dengan jenis obat tertentu. Kondisi ini diketahui juga sebagai alergi obat, yaitu respon berlebihan dari sistem imun terhadap suatu obat yang dikonsumsi.

Reaksi ini terjadi karena tubuh salah mengenali kandungan dalam obat sebagai zat yang berbahaya, sehingga memicu reaksi pertahanan dari sistem kekebalan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Electronic money exchangers listing

Jenis Obat yang Rentan Menyebabkan Alergi

Pada dasarnya, hampir semua jenis obat berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa golongan obat yang lebih sering diketahui memicu alergi.

Baca Juga :  5 Manfaat Nanas bagi Kesehatan Tubuh

Antibiotik seperti penisilin

Antiradang (antiinflamasi) non steroid

Aspirin

Krim atau lotion kortikosteroid

Anti-kejang (antikonvulsan)

Obat khusus penyakit autoimun

Insulin

Vaksin

Gejala Alergi Obat

Gejala alergi obat dapat muncul dalam waktu satu jam hingga beberapa hari setelah penggunaan obat. Dikutip dari Alodokter, tanda-tanda yang ditimbulkan beragam mulai dari kelainan pada kulit seperti ruam, bentol, rasa gatal, hingga biduran,

Keluhan itu disertai kondisi mata yang gatal dan berair, hidung tersumbat, pembengkakan pada bibir, lidah, dan wajah yang dikenal sebagai angioedema. Pada kondisi tertentu, alergi obat juga dapat disertai sesak napas dan demam.

Cara Mengatasi Alergi Obat

Penanganan alergi obat bertujuan untuk meredakan dan mengendalikan gejala yang dialami pasien. Pada beberapa kasus, reaksi alergi dapat mereda dengan sendirinya setelah obat penyebab dihentikan.

Baca Juga :  Dinkes Tampilkan Ramuan Khas Lokal Kalteng

Namun, diperlukan juga terapi medis untuk mengatasi reaksi tersebut pada kondisi tertentu. Penanganan dapat melibatkan pemberian antihistamin guna menekan pelepasan histamin sehingga gejala berkurang.

Selain itu, penggunaan bronkodilator seperti albuterol juga berguna untuk meredakan batuk atau mengi, serta kortikosteroid oral atau suntikan untuk mengatasi peradangan akibat alergi. Pada reaksi alergi berat seperti anafilaksis, suntikan epinefrin menjadi penanganan utama, dan pasien harus segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru