PROKALTENG.CO-Kementerian Kesehatan mengonfirmasi telah mendeteksi keberadaan varian flu baru di Indonesia. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.
Pemerintah menegaskan pemantauan terus dilakukan secara ketat, sembari mengimbau publik meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan pola hidup sehat dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.
Kemenkes menyebutkan bahwa dari hasil pemantauan sementara, varian Influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan virus influenza musiman yang selama ini beredar.
Dengan demikian, risiko yang ditimbulkan masih tergolong serupa dengan flu pada umumnya.
Melansir dari Radar Bogor, Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dalam menyikapi keberadaan varian flu baru tersebut.
Ia memastikan, hingga saat ini tidak ditemukan gejala yang tidak lazim atau berbeda dari flu yang selama ini dikenal masyarakat.
Berdasarkan pemantauan klinis serta rujukan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien yang terinfeksi varian Influenza A(H3N2) subclade K umumnya menunjukkan keluhan yang masih bersifat umum. Gejala yang muncul meliputi demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga sakit kepala, sebagaimana flu musiman pada umumnya.
Menurut dr. Prima, karakteristik varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan bahwa meskipun subclade K baru pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025, virus tersebyt tetap masuk dalam kelompok Influenza A(H3) yang telah lama dikenal dan ditangani oleh staf medis dunia.
Pemerintah pun menegaskan bahwa sistem layanan kesehatan di Indonesia siap menangani kasus flu tersebut. Penanganannya masih mengandalkan protokol medis yang selama ini diterapkan untuk flu musiman, termasauk pengobatan simptomatik dan pemantauan kondisi pasien.
Kementerian kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu yang tidak kuncung membaik.
Dengan langkah pencegahan yang tepat dan informasi yang benar, masyarkat diharapkan untuk tetap tenang dan waspada tanpa kepanikan berlebihan.
Kementerian Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko penularan, khususnya bagi kelompok dengan daya tahan tubuh lemah, meskipun situasi saat ini masih termpantau aman dan terkendali.
Di Indonesia, berdasarkan pemantauan, kelompok yang relatif lebih sering terinfeksi varian flu tersebut adalah anak-anak serta perempuan.
Ia juga mengimbau agara masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan diri sendiri dan orang lain. Apabila mulai merasakan keluhan seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker, penerapan etika ketika batuk, serta menjaga kebersihan tubuh menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah penularan. (jpg)


