26.9 C
Jakarta
Sunday, February 22, 2026

Tubuh Kirim Sinyal Bahaya Saat Tidur, Ini 10 Tanda Stres Sudah Terlalu Tinggi

PROKALTENG.CO – Tubuh ternyata bisa memberi peringatan serius ketika tingkat stres sudah berada di level berbahaya, bahkan saat seseorang sedang tidur. Kebiasaan tidur tertentu bukan sekadar kebetulan, melainkan respons alami tubuh terhadap tekanan mental dan emosional yang terus menumpuk.

Saat stres berlangsung lama, sistem saraf bisa terjebak dalam mode fight-or-flight atau siaga terus-menerus. Kondisi ini membuat tubuh sulit benar-benar rileks, sehingga dampaknya kerap muncul saat tidur, mulai dari gangguan pola tidur hingga keluhan fisik tanpa sebab jelas.

Seorang ahli somatic exercise sekaligus praktisi pemulihan trauma, Liz Tenuto—yang dikenal sebagai Workout Witch—menjelaskan bahwa stres kronis sering “berbicara” lewat kebiasaan tidur. Dilansir dari laman Your Tango, Jumat (30/1), jika seseorang mengalami setidaknya tiga dari sepuluh tanda berikut, itu bisa menandakan tingkat stres yang tidak biasa tinggi.

1. Terbangun dengan Tubuh Berkeringat
Bangun tidur dengan keringat berlebih tidak selalu disebabkan suhu ruangan. Menurut Mayo Clinic, night sweats bisa dipicu oleh stres dan gangguan kecemasan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Fashion, Ini Rahasia Wanita Berkelas dalam Bersikap

2. Menggemeretakkan Gigi Saat Tidur
Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism sering dikaitkan dengan tekanan emosional. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu gangguan sendi rahang.

3. Sering Mengalami Mimpi Buruk
Mimpi buruk berulang kerap menjadi sinyal tekanan psikologis. Mayo Clinic menyebut stres, kecemasan, dan trauma sebagai pemicu utama mimpi buruk kronis.

4. Tidur dengan Posisi “Lengan T-Rex”
Posisi meringkuk menyamping dengan lengan terlipat ke dada dan tangan dekat leher dianggap sebagai tanda sistem saraf masih berada dalam kondisi siaga. Menurut Liz Tenuto, posisi ini sering muncul saat tubuh kesulitan keluar dari stres kronis.

Electronic money exchangers listing

5. Berbicara Saat Tidur
Meski terdengar ringan, kebiasaan ini bisa dipicu oleh pikiran yang belum tuntas akibat stres dan kecemasan berlebih.

6. Sering Berjalan Saat Tidur
Sleepwalking tidak hanya dialami anak-anak. Cleveland Clinic mencatat stres, kecemasan, trauma masa lalu, hingga PTSD dapat meningkatkan risikonya.

7. Mudah Terbangun di Tengah Malam
Tidur yang terputus-putus menandakan tubuh belum sepenuhnya rileks. Stres dapat memicu respons siaga sehingga tidur nyenyak sulit dipertahankan.

Baca Juga :  Kenali Tanda Kamu Memiliki Hubungan Mendalam meskipun dengan Orang yang Baru Dikenal

8. Sulit Terlelap
Kesulitan memulai tidur atau insomnia erat kaitannya dengan stres tinggi. Baylor College of Medicine menyebut hormon kortisol yang meningkat dapat mengganggu proses tidur.

9. Bangun Tidur Tetap Lelah
Meski durasi tidur cukup, tubuh yang berada dalam tekanan kronis sering gagal mendapatkan pemulihan optimal karena lonjakan hormon stres sepanjang malam.

10. Bangun dengan Nyeri dan Ketegangan
Stres membuat otot menegang secara refleks. American Psychological Association menyebut ketegangan otot sebagai respons alami stres yang bisa memicu nyeri saat bangun tidur.

Stres berkepanjangan membuat tubuh sulit keluar dari mode siaga. Jika beberapa tanda ini sering muncul, itu bisa menjadi peringatan bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan serius. Menyadari sinyal ini menjadi langkah awal penting sebelum stres berdampak lebih jauh pada kesehatan fisik dan mental. (jpg)

PROKALTENG.CO – Tubuh ternyata bisa memberi peringatan serius ketika tingkat stres sudah berada di level berbahaya, bahkan saat seseorang sedang tidur. Kebiasaan tidur tertentu bukan sekadar kebetulan, melainkan respons alami tubuh terhadap tekanan mental dan emosional yang terus menumpuk.

Saat stres berlangsung lama, sistem saraf bisa terjebak dalam mode fight-or-flight atau siaga terus-menerus. Kondisi ini membuat tubuh sulit benar-benar rileks, sehingga dampaknya kerap muncul saat tidur, mulai dari gangguan pola tidur hingga keluhan fisik tanpa sebab jelas.

Seorang ahli somatic exercise sekaligus praktisi pemulihan trauma, Liz Tenuto—yang dikenal sebagai Workout Witch—menjelaskan bahwa stres kronis sering “berbicara” lewat kebiasaan tidur. Dilansir dari laman Your Tango, Jumat (30/1), jika seseorang mengalami setidaknya tiga dari sepuluh tanda berikut, itu bisa menandakan tingkat stres yang tidak biasa tinggi.

Electronic money exchangers listing

1. Terbangun dengan Tubuh Berkeringat
Bangun tidur dengan keringat berlebih tidak selalu disebabkan suhu ruangan. Menurut Mayo Clinic, night sweats bisa dipicu oleh stres dan gangguan kecemasan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Fashion, Ini Rahasia Wanita Berkelas dalam Bersikap

2. Menggemeretakkan Gigi Saat Tidur
Kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism sering dikaitkan dengan tekanan emosional. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu gangguan sendi rahang.

3. Sering Mengalami Mimpi Buruk
Mimpi buruk berulang kerap menjadi sinyal tekanan psikologis. Mayo Clinic menyebut stres, kecemasan, dan trauma sebagai pemicu utama mimpi buruk kronis.

4. Tidur dengan Posisi “Lengan T-Rex”
Posisi meringkuk menyamping dengan lengan terlipat ke dada dan tangan dekat leher dianggap sebagai tanda sistem saraf masih berada dalam kondisi siaga. Menurut Liz Tenuto, posisi ini sering muncul saat tubuh kesulitan keluar dari stres kronis.

5. Berbicara Saat Tidur
Meski terdengar ringan, kebiasaan ini bisa dipicu oleh pikiran yang belum tuntas akibat stres dan kecemasan berlebih.

6. Sering Berjalan Saat Tidur
Sleepwalking tidak hanya dialami anak-anak. Cleveland Clinic mencatat stres, kecemasan, trauma masa lalu, hingga PTSD dapat meningkatkan risikonya.

7. Mudah Terbangun di Tengah Malam
Tidur yang terputus-putus menandakan tubuh belum sepenuhnya rileks. Stres dapat memicu respons siaga sehingga tidur nyenyak sulit dipertahankan.

Baca Juga :  Kenali Tanda Kamu Memiliki Hubungan Mendalam meskipun dengan Orang yang Baru Dikenal

8. Sulit Terlelap
Kesulitan memulai tidur atau insomnia erat kaitannya dengan stres tinggi. Baylor College of Medicine menyebut hormon kortisol yang meningkat dapat mengganggu proses tidur.

9. Bangun Tidur Tetap Lelah
Meski durasi tidur cukup, tubuh yang berada dalam tekanan kronis sering gagal mendapatkan pemulihan optimal karena lonjakan hormon stres sepanjang malam.

10. Bangun dengan Nyeri dan Ketegangan
Stres membuat otot menegang secara refleks. American Psychological Association menyebut ketegangan otot sebagai respons alami stres yang bisa memicu nyeri saat bangun tidur.

Stres berkepanjangan membuat tubuh sulit keluar dari mode siaga. Jika beberapa tanda ini sering muncul, itu bisa menjadi peringatan bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan serius. Menyadari sinyal ini menjadi langkah awal penting sebelum stres berdampak lebih jauh pada kesehatan fisik dan mental. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru