PROKALTENG.CO-Tren pesta pernikahan di tahun 2026 kian mengarah pada konsep intimate wedding yang dikemas lebih personal, hangat, dan berkelas.
Konsep tersebut dipamerkan dalam gelaran wedding showcase yang digelar di Sheraton Hotel Surabaya, sekaligus menampilkan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam berbagai elemen dekorasi dan multimedia.
Director of Wedding Sheraton Hotel Surabaya, Bernard Gunawan, mengatakan tren warna pernikahan tahun ini didominasi nuansa burgundy, ungu, dan magenta.
Warna-warna tersebut dipadukan dengan harmoni dekorasi yang lembut namun tetap elegan.
“Tren wedding 2026 ini kebanyakan warnanya lebih mengarah ke burgundy, purple, dan magenta. Tinggal dikombinasikan dengan harmoni yang pas agar tampil lebih berkelas,” ujar Bernard, Selasa (13/1).
Selain warna, konsep intimate wedding masih menjadi pilihan utama calon pengantin.
Tren ini sudah berkembang sejak pandemi Covid-19 dan terus berlanjut hingga kini.
Menurut Bernard, fokus pesta pernikahan saat ini bukan lagi pada jumlah tamu, melainkan pada kualitas pengalaman yang diberikan.
“Sekarang tidak melulu soal jumlah tamu, tetapi kualitasnya. Mulai dari instalasi dekorasi, hiburan, hingga multimedia semuanya dibuat lebih maksimal,” jelasnya.
Dengan konsep intimate, jumlah tamu undangan umumnya berkisar antara 100 hingga 200 orang.
Jumlah tersebut dinilai lebih efektif karena tidak membutuhkan ruang yang terlalu besar, namun tetap menghadirkan suasana eksklusif dan berkesan.
Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi AI juga mulai menjadi bagian penting dalam pesta pernikahan modern.
Sejumlah vendor yang menghadirkan teknologi berbasis AI, salah satunya melalui stand photobooth AI.
“Kami saat ini banyak memanfaatkan artificial intelligence. Bukan hanya untuk photobooth, tetapi juga untuk dekorasi, multimedia, dan elemen lain yang bersifat esensial,” tambah Bernard.
Sementara itu, Irwin, salah satu vendor penyedia tenant photobooth AI, menjelaskan sistem yang digunakan mengandalkan perangkat lunak khusus.
Melalui selfie photo box, foto tamu akan diproses sesuai prompt atau tema yang dipilih.
“Kami punya software khusus. Tamu bisa memilih beberapa prompt yang tersedia, lalu foto akan diproses oleh sistem AI. Prosesnya sekitar 15 sampai 30 detik, tergantung jaringan internet,” ujar Irwin.
Menariknya, hasil cetakan tidak hanya berupa foto asli, tetapi juga foto hasil olahan AI.
Dalam setiap acara, tersedia sekitar lima hingga enam tema yang dapat dipilih tamu.
“Antusiasme tamu sangat tinggi. Banyak yang tertarik mencoba karena hasilnya unik dan berbeda,” pungkasnya.
Hal ini menunjukkan bagaimana tren pernikahan di Surabaya dan sekitarnya terus berkembang, memadukan konsep intimate yang hangat dengan sentuhan teknologi modern berbasis AI. (sam/opi/jpg)


