Ilustrasi percaya diri. (Freepik/nampix)
Petunjuk Tersirat pada Lawan Bicara Bahwa Kamu Seseorang Percaya Diri
Percaya diri atau pede adalah sesuatu yang perlu dimiliki oleh semua orang. Dengan percaya diri, seseorang bisa melakukan apa saja dan mengapa apa saja yang diinginkan dengan lebih mudah.
Mulai dari mendapat nilai bagus di presentasi kelompok, mengesahkan kerjasama bisnis sampai meminang seseorang untuk dijadikan pasangan. Kepercayaan diri yang baik bisa membawa seseorang sejauh manapun mereka inginkan.
Kamu mungkin merupakan salah satu dari sekian banyak orang yang kurang percaya diri. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu ingin lebih percaya diri dalam menghadapi dunia dan seisinya.
Berubah menjadi percaya diri tentu bukan hal mudah dilakukan, namun bukan berarti tidak mungkin. Selain niat dan juga kemauan, ada bahasa tubuh tertentu yang bisa kamu praktikkan untuk lebih percaya diri.
Beberapa bahasa tubuh ini bisa menjadi petunjuk tersirat pada lawan bicara bahwa kamu adalah seseorang yang pede atau percaya diri. Dikutip dari Very Well Mind dan Indeed, berikut ini merupakan 7 bahasa tubuh yang menunjukkan percaya diri:
- Kontak Mata Fokus
Bahasa tubuh pertama yang menunjukkan bahwa kamu percaya diri adalah kontak mata. Pastikan ketika kamu bicara dengan orang lain, kamu menatap dengan jelas mata orang tersebut.
Pertahankan kontak mata tersebut dan fokus pada orang lain yang sedang berbicara. Jangan sampai kamu melepaskan pandangan dan pusatkan perhatian pada orang tersebut.
- Posisi Wajah Tegak
Bahasa tubuh kedua yang menunjukkan kepercayaan diri adalah posisi wajah yang tegak. Hindari wajah menunduk yang menandakan bahwa kamu tidak percaya diri. Pastikan kamu menegakkan kepala dan mengangkat dagu.
Ingat untuk menegakkan wajah secukupnya dan tidak berlebihan. Jika terlalu menunduk, kamu bisa dianggap tidak percaya diri. Jika terlalu naik, kamu bisa jadi dianggap sombong oleh lawan bicara.
- Tubuh Agak Maju
Bahasa tubuh ketiga yang menunjukkan kepercayaan diri adalah mencondongkan tubuh agak maju. Hal ini berarti bahwa kamu tertarik akan topik pembicaraan yang disampaikan orang tersebut.
Jangan berdiri terlalu jauh atau berdiri terlalu dekat. Jika kamu berdiri terlalu jauh, kamu akan dianggap tidak sopan karena tidak tertarik pada hal yang dibicarakan atau orang yang berbicara.
- Berdiri dengan Benar
Bahasa tubuh keempat yang menunjukkan kepercayaan diri adalah berdiri dengan benar. Pastikan kamu berdiri dengan tubuh tegak dan tegap untuk menyiratkan rasa percaya diri.
Ketika kamu berbincang atau melakukan sesuatu, jangan sampai kamu berdiri dengan malas atau membungkuk. Hal ini bisa menambah rasa percaya diri dan membuat kamu lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain.
- Gestur Tangan Tenang
Bahasa tubuh kelima yang menunjukkan bahwa kamu percaya diri adalah gestur tangan yang tenang. Hindari pergerakan tangan berlebih seperti membenarkan baju, memilin dasi, mengusap wajah dan gerakan lainnya.
Terlalu banyak pergerakan bisa jadi tanda bahwa kamu cemas dan tidak percaya diri. Ingat juga untuk tidak memasukkan tangan ke saku untuk fokus pada pembicara yang ada di depan mata.
- Jabat Tangan Kuat
Bahasa tubuh keenam yang menunjukkan rasa percaya diri adalah jabat tangan yang kuat. Jabat tangan adalah salah satu perbuatan yang dilakukan ketika berkenalan atau melakukan sebuah kesepakatan.
Dengan jabat tangan kuat dan tegas, kamu juga menegaskan posisimu di saat yang bersamaan. Orang lain bisa memandang kamu penuh akan rasa percaya diri ketika tangan mereka dijabat dengan baik.
- Tidak Tergesa-gesa
Bahasa tubuh ketujuh yang menunjukkan rasa percaya diri adalah tidak tergesa-gesa. Yang dimaksud dengan tidak tergesa-gesa adalah dari cara berbicara, bernapas dan bergerak.
Pastikan kamu berbicara, bernapas dan bergerak secara perlahan tapi pasti. Hal ini membuat orang lain merasa nyaman ketika berbicara dengan kamu dalam segala situasi.
Ketujuh poin diatas merupakan sederet bahasa tubuh yang bisa kamu praktekkan untuk menunjukkan rasa percaya diri. Dengan melakukan beberapa bahasa tubuh diatas, kamu bisa menyampaikan pada lawan bicara bahwa kamu bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan.(jpc)


