Pernahkan Anda mendapati diri Anda membicarakan tentang suatu momen secara acak? Atau, Anda mungkin pernah bertemu seseorang yang terlalu banyak menceritakan kisah pribadi mereka ?
Kebiasaan terlalu banyak berbagi atau over sharing ini biasanya datang dari keinginan untuk terhubung lebih jauh dengan orang lain.Harapannya adalah, dengan membiarkan seseorang memasuki dunia kita, kita mungkin menemukan validasi, kenyamanan, bahkan mungkin teman yang melihat kita.
Namun terkadang, tanpa menyadarinya, kita akhirnya melewati batas dari berbagi, hingga terkesan berbagi secara berlebihan. Menariknya, orang-orang yang terlalu over sharing ini memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu tanpa disadari.
Dilansir dari geediting.com, Rabu (6/11), berikut delapan sifat yang seringkali dimiliki oleh orang-orang yang terlalu over sharing.
- Keterbukaan tanpa filter
Salah satu ciri yang paling menonjol pada orang yang terbiasa berbagi berlebihan adalah keterbukaan mereka yang blak blakkan. Ini lebih dari sekadar menjadi seseorang yang terbuka.
Orang-orang ini sering kali merasa perlu membagikan setiap detail, tidak peduli seberapa pribadi atau intimnya.
Seolah-olah ada tombol yang ditekan di otak mereka dan filter yang digunakan kebanyakan orang terhadap pikiran mereka sebelum berbicara tidak ada.
Psikolog mengatakan bahwa keterbukaan yang tidak disaring ini dapat menciptakan ketidaknyamanan dalam percakapan, karena melanggar batas etika sosial yang normal.
Orang yang terlalu banyak berbagi mungkin tidak menyadari bahwa mereka membuat orang lain tidak nyaman, karena kecemasan mendorong mereka untuk mengungkapkan lebih dari yang diperlukan.
Bila Anda mendapati diri Anda menyelami kisah-kisah yang sangat pribadi tanpa mempertimbangkan apakah itu pantas atau tidak, Anda mungkin hanya seorang yang suka berbagi berlebihan dan cemas.
- Terus mencari validasi
Karakteristik lain yang menonjol dari orang yang terlalu banyak berbagi dan merasa cemas adalah kebutuhan mereka yang terus-menerus akan validasi.
Dia selalu mencari bentuk penegasan atau persetujuan dalam segala hal. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa kecemasan secara signifikan berhubungan dengan meningkatnya tingkat berbagi daring yang berlebihan.
- Kesulitan dengan keheningan
Keheningan dapat menjadi alat yang ampuh dalam percakapan, yang memungkinkan pemikiran, refleksi, dan penyerapan informasi.
Namun, bagi orang yang suka berbagi cerita namun merasa cemas, diam sering kali terasa tidak nyaman atau bahkan tak tertahankan.
Penelitian menemukan bahwa hanya empat detik hening dalam percakapan membuat orang Amerika merasa bingung, ditolak, atau tidak aman.
Inilah sebabnya mengapa sebagian orang terburu-buru mengisi keheningan dengan kata-kata, sering kali malah berbagi berlebihan dalam prosesnya.
Orang yang suka berbagi dan merasa cemas mungkin merasa perlu terus berbicara untuk menghindari perasaan negatif yang terkait dengan diam.
Mereka mungkin takut bahwa diamnya seseorang menunjukkan ketidakpedulian atau penolakan dari pihak lain, sehingga mereka membagi informasi lebih banyak dari yang diperlukan agar pembicaraan tetap mengalir.
- Respon dari emosi dan kecemasan
Terlalu banyak berbagi sering kali dilakukan sebagai mekanisme penanggulangan bagi individu yang menghadapi kecemasan atau stres. Itu cara mereka memproses emosi dan pengalaman, hampir seperti jenis terapi diri.
Mereka mungkin merasa lega setelah mengungkapkan detail atau pengalaman pribadi, seolah-olah beban telah terangkat dari pundak mereka.
Akan tetapi, hal ini sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak dari terlalu banyaknya informasi yang mereka bagikan terhadap orang lain.
Bila Anda sering menggunakan percakapan sebagai pelampiasan kecemasan Anda, membagikan setiap detail rumit pengalaman Anda, Anda mungkin seorang yang suka berbagi berlebihan dan cemas.
- Keinginan yang mendalam untuk tetap terhubung
Inti dari berbagi berlebihan karena rasa cemas adalah keinginan yang tulus dan mendalam untuk terhubung.
Orang yang terlalu banyak berbagi cenderung menunjukkan isi hatinya, berharap kerentanan mereka akan membuka jalan bagi hubungan yang bermakna.
Mereka sering percaya bahwa dengan berbagi pemikiran dan pengalaman terdalam, mereka dapat menumbuhkan ikatan yang lebih dalam dengan orang lain.
Keinginan untuk terhubung ini berasal dari tempat yang hangat dan terbuka. Namun, ironinya terletak pada kenyataan bahwa terlalu banyak berbagi terkadang dapat menjauhkan orang alih-alih mendekatkan mereka.
Koneksi sejati adalah jalan dua arah, yang membutuhkan keseimbangan memberi dan menerima dalam percakapan.
Jika Anda orang yang suka berbagi berlebihan namun merasa cemas, ingatlah bahwa, keinginan Anda untuk terhubung itu indah, tetapi penting juga untuk menciptakan ruang bagi orang lain untuk berbagi dan terhubung dengan Anda sesuai kecepatan mereka sendiri.
- Takut disalahpahami
Berbagi terlalu banyak terkadang dapat disebabkan oleh rasa takut disalahpahami atau disalahartikan.Ketakutan akan kesalahpahaman ini dapat menyebabkan Anda berbagi cerita secara berlebihan.
Jika Anda menemukan diri Anda dalam situasi serupa, di mana Anda menjelaskan pikiran atau tindakan Anda secara berlebihan, Anda mungkin seorang yang terlalu banyak berbagi cerita.Tidak apa-apa terkadang Anda disalahpahami, dan tidak semua orang perlu tahu setiap detail agar mereka menghargai Anda.
- Terlalu banyak mengkompensasi kekurangan yang dirasakan
Orang yang suka berbagi berlebihan dan cemas sering kali memiliki kecenderungan untuk menutupi apa yang mereka anggap sebagai kekurangan atau kelemahan pribadi.
Mereka mungkin merasa bahwa dengan berbagi lebih banyak tentang diri mereka sendiri, mereka dapat mengendalikan narasi dan mencegah orang lain membentuk opini negatif.
Kompensasi berlebih ini berasal dari rasa tidak aman dan keinginan untuk diterima. Berbagi secara berlebihan bertindak sebagai perisai, serangan pendahuluan terhadap kemungkinan kritik atau penghakiman.
Bila Anda mendapati bahwa Anda sering membagikan detail pribadi dalam upaya menangkal persepsi negatif, Anda mungkin seorang yang suka berbagi berlebihan dan cemas.
- Kesulitan dalam menetapkan batasan
Inti dari berbagi berlebihan yang disertai rasa cemas sering kali terletak pada perjuangan dalam menetapkan dan mempertahankan batasan pribadi.Orang yang terlalu banyak berbagi mungkin merasa kesulitan untuk menentukan hal apa yang pantas untuk dibagikan dan hal apa yang sebaiknya dirahasiakan.
Batasan yang kabur ini menyebabkan terjadinya pembagian yang berlebihan, bahkan ketika hal itu mungkin tidak menguntungkan mereka.Menjaga batasan pribadi sangat penting untuk komunikasi dan hubungan yang sehat.
Jika Anda sering mendapati diri Anda terlalu banyak berbagi tanpa mempertimbangkan kepatutan atau konsekuensi yang mungkin timbul, inilah saatnya untuk berupaya menentukan batasan Anda.(jpc)