30.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Psikologi Ungkap 6 Aturan Main Instagram dan Facebook Setelah Putus Cinta

Saat putus cinta, kebanyakan dari kita mungkin akan merasa kesulitan untuk tidak stalking sosmed mantan, dan masih terus-menerus scrolling akun Instagram maupun Facebook miliknya.

Seorang peneliti dari Inggris menyimpulkan bahwa semakin banyak waktu yang kamu habiskan untuk stalking sosmed mantan, semakin besar tekanan psikologis yang akan kamu alami.

Keinginanmu terhadap mantan semakin besar, sulit untuk move on dan belajar cara menghadapi putus cinta. Ini terjadi karena kita menyadari bahwa hubungan yang tidak sehat dengan mantan bisa dipicu oleh pembicaraan, pemikiran, dan pandangan tentang mereka.

Meskipun mengintai halaman Facebook maupun Instagram mantan mungkin tidak berubah menjadi menguntit, ini tentu bukan hal yang sehat. Dilansir JawaPos.com dari laman YourTango pada Rabu (7/8), berikut enam aturan main medsos yang harus diikuti setelah putus cinta, menurut psikologi.

  1. Jangan stalking atau menguntit mantan secara online

Saat putus cinta, sebaiknya jangan pernah melihat halaman Facebook atau Instagram milik mantan, karena ini akan membuatmu gagal move on. Jika perlu, hapus pertemanan atau unfollow dia di semua platform sosmed agar kamu tidak melihat aktivitasnya lagi di dunia maya.

  1. Jangan memposting hal-hal tentang mantan di sosmed
Baca Juga :  Mantan Danrem 102 Panju Panjung Mendaftar Bakal Calon Wakil Gubernur Kalteng ke Golkar

Memposting hal-hal tentang mantan di sosmed sama saja dengan mengundang masalah. Jika kamu ingin membicarakan mantanmu secara pribadi dengan seorang teman, itu bagus, tapi jangan gunakan platform media sosial untuk itu.

  1. Jangan follow atau berteman dengan pacar baru mantanmu

Saat mengetahui sang mantan telah memiliki kekasih baru, kebanyakan dari kita akan kepo dan mem-follow akun sosial medianya. Tetapi, hal ini sebenernya sangat tidak disarankan karena akan menimbulkan perbandingan antara dirimu dengan kekasih baru mantanmu, dan juga hal-hal tidak diinginkan lainnya.

  1. Pertimbangkan untuk menonaktifkan akun sosial mediamu, baik Facebook, Instagram maupun akun sosmed lainnya

Hapus dirimu dari Facebook, Instagram, dan juga situs-situs serupa. Jika, melupakan mantan adalah hal yang sangat sulit bagimu, opsi ini bisa kamu pertimbangkan agar kamu bisa lebih tenang saat belajar move on, tanpa adanya bayang-bayang mantan di sosmedmu.

  1. Gunakan sosmed untuk membagikan status jomblomu dan bertemu orang baru
Baca Juga :  Anti Galau saat Putus Cinta

Jika kamu merasa bahwa membagikan status lajang secara daring tidak adil atau tidak menghormati mantan, abaikan saja. Kamu sepenuhnya berhak untuk melanjutkan hidup, terlepas dari keadaan berakhirnya hubunganmu dengannya.

  1. Abaikan saja postingan yang menurutmu tentangmu

Mantanmu, teman-temannya, dan keluarga mungkin mengunggah sesuatu tentang pihak yang tidak disebutkan namanya yang kamu yakini sebagai kamu. Bisa jadi kamu atau mungkin juga bukan.

Bahkan jika kamu 100 persen yakin bahwa itu kamu, jangan repot-repot menanggapi. Kamu akan merasa lebih baik jika bersikap baik, memaafkan adalah suatu kebajikan, dan mempraktikkannya membuat kita bahagia.

Kamu tahu bahwa ketika kamu ingin merasa lebih baik dan melanjutkan hidup, stalking mantan bukanlah cara yang tepat. Selain itu, memutuskan pertemanan dengan mantan justru akan memberimu kekuatan.(jpc)

Saat putus cinta, kebanyakan dari kita mungkin akan merasa kesulitan untuk tidak stalking sosmed mantan, dan masih terus-menerus scrolling akun Instagram maupun Facebook miliknya.

Seorang peneliti dari Inggris menyimpulkan bahwa semakin banyak waktu yang kamu habiskan untuk stalking sosmed mantan, semakin besar tekanan psikologis yang akan kamu alami.

Keinginanmu terhadap mantan semakin besar, sulit untuk move on dan belajar cara menghadapi putus cinta. Ini terjadi karena kita menyadari bahwa hubungan yang tidak sehat dengan mantan bisa dipicu oleh pembicaraan, pemikiran, dan pandangan tentang mereka.

Meskipun mengintai halaman Facebook maupun Instagram mantan mungkin tidak berubah menjadi menguntit, ini tentu bukan hal yang sehat. Dilansir JawaPos.com dari laman YourTango pada Rabu (7/8), berikut enam aturan main medsos yang harus diikuti setelah putus cinta, menurut psikologi.

  1. Jangan stalking atau menguntit mantan secara online

Saat putus cinta, sebaiknya jangan pernah melihat halaman Facebook atau Instagram milik mantan, karena ini akan membuatmu gagal move on. Jika perlu, hapus pertemanan atau unfollow dia di semua platform sosmed agar kamu tidak melihat aktivitasnya lagi di dunia maya.

  1. Jangan memposting hal-hal tentang mantan di sosmed
Baca Juga :  Mantan Danrem 102 Panju Panjung Mendaftar Bakal Calon Wakil Gubernur Kalteng ke Golkar

Memposting hal-hal tentang mantan di sosmed sama saja dengan mengundang masalah. Jika kamu ingin membicarakan mantanmu secara pribadi dengan seorang teman, itu bagus, tapi jangan gunakan platform media sosial untuk itu.

  1. Jangan follow atau berteman dengan pacar baru mantanmu

Saat mengetahui sang mantan telah memiliki kekasih baru, kebanyakan dari kita akan kepo dan mem-follow akun sosial medianya. Tetapi, hal ini sebenernya sangat tidak disarankan karena akan menimbulkan perbandingan antara dirimu dengan kekasih baru mantanmu, dan juga hal-hal tidak diinginkan lainnya.

  1. Pertimbangkan untuk menonaktifkan akun sosial mediamu, baik Facebook, Instagram maupun akun sosmed lainnya

Hapus dirimu dari Facebook, Instagram, dan juga situs-situs serupa. Jika, melupakan mantan adalah hal yang sangat sulit bagimu, opsi ini bisa kamu pertimbangkan agar kamu bisa lebih tenang saat belajar move on, tanpa adanya bayang-bayang mantan di sosmedmu.

  1. Gunakan sosmed untuk membagikan status jomblomu dan bertemu orang baru
Baca Juga :  Anti Galau saat Putus Cinta

Jika kamu merasa bahwa membagikan status lajang secara daring tidak adil atau tidak menghormati mantan, abaikan saja. Kamu sepenuhnya berhak untuk melanjutkan hidup, terlepas dari keadaan berakhirnya hubunganmu dengannya.

  1. Abaikan saja postingan yang menurutmu tentangmu

Mantanmu, teman-temannya, dan keluarga mungkin mengunggah sesuatu tentang pihak yang tidak disebutkan namanya yang kamu yakini sebagai kamu. Bisa jadi kamu atau mungkin juga bukan.

Bahkan jika kamu 100 persen yakin bahwa itu kamu, jangan repot-repot menanggapi. Kamu akan merasa lebih baik jika bersikap baik, memaafkan adalah suatu kebajikan, dan mempraktikkannya membuat kita bahagia.

Kamu tahu bahwa ketika kamu ingin merasa lebih baik dan melanjutkan hidup, stalking mantan bukanlah cara yang tepat. Selain itu, memutuskan pertemanan dengan mantan justru akan memberimu kekuatan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru