Patah hati merupakan alah atu hal yang sulit dinalar manusia, perasaan sakit hingga gelisah kerap kali dirasakan.Menjalin hubungan yang dibilang cukup lama dan banyak kenangan embuat seorang merasakan patah hati yang berkepanjangan.Bahkan tidak sedikit orang yang gagal move on, hingga melukai dirinya sendiri dan mengganggu Kesehatan.
Memang soal urusan cinta kita tidak bisa mengendalikan hati etiap orang.Namun, gagal move on dari mantan di tengah kondisi telah memiliki pasangan adalah hal yang tidak layak dilakukan.
Untuk itu, perlu kiranya membaca Doa dan berjuang untuk memupuk rasa cinta kepada pasangan sah, sehingga lambat laun dapat melupakan mantan yang pernah membagi kasih di masa lalu.
Lantas, apa yang selayaknya dilakukan seorang yang diuji dengan rasa cinta kepada orang yang bukan pasangannya?
Adakah tuntunan Rasulullah SAW untuk memperbaiki hati yang sedang goyah?
Sebab, hal demikian bila dibiarkan justru akan memutus tali perkawinan dan merusak biduk rumah tangga yang dibina.
Dikutip dari NU Online, setiap masalah coba berbicaralah dengan hati, Rasulullah pernah memberikan gambaran, “Sesungguhnya hati bani Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha-Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya.” (HR al-Tirmidzi).
Karena itu, ketika seseorang merasa kesulitan untuk mengendalikan hatinya, maka pasrahkanlah kepada Dzat yang Maha membolak-balikkannya, yakni Allah SWT.
Karena sifatnya yang mudah berubah-ubah, hati kemudian disebut dengan kalbu atau qalbu sesuai dengan asal kata arabnya.
Karenanya, Rasulullah SAW selalu memohon kepada Allah agar senantiasa diberi keteguhan hati di atas agama-Nya dengan melafalkan doa berikut:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika.
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR al-Nasai’).
Setelah berdoa itu, Rasulullah SAW kemudian menyambungnya dengan doa dari Al-Qur’an:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia).” (Ali ‘Imran [3]: 8).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW berdoa:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Allâhumma, musharrifal qulûb sharrif qulûbanâ ilâ thâ‘atika.
Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu.” (HR. Muslim).
Maka, bagi Anda yang ingin diteguhkan hatinya oleh Allah akibat godaan rasa cinta kepada orang yang tak sepantasnya dicinta, ada baiknya sering membaca doa di atas.
Rasulullah memang tidak mengkhususkan doa tersebut untuk tujuan itu, tapi untuk semua hal yang berkenaan dengan hati yang kita sudah tak mampu mengendalikannya, maka perbanyaklah membacanya.
Mudah-mudahan Allah menolong hamba yang senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya, termasuk mengendalikan perasaan hati. Tetap yakinlah kepada Allah, Dzat yang maha-membolak-balikan hati, sambil terus berdoa kepada-Nya.
Sampaikan permohonan walau mungkin tak menggunakan doa ini, sebab Dia Maha-Mendengar dan Maha-Mengetahui setiap yang terbesit dalam hati. Wallahu a’lam.(jpc)