29.4 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Cegah Selingkuh! Ada 3 Strategi yang Berhasil Digunakan oleh Pasangan untuk Tetap Setia

Kita tidak bisa memprediksi apakah kita akan menjadi korban perselingkuhan dalam suatu hubungan.Namun ada strategi yang bisa diterapkan bersama pasangan untuk mencegah perselingkuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Lucia O’Sullivan, Profesor Psikologi di Universitas New Brunswick yang mempelajari tentang hubungan monogami. Dikutip JawaPos.com (Grup prokalteng.co) dari Insider, Lucia O’Sullivan menjelaskan menurutnya ada tiga strategi yang berhasil digunakan oleh pasangan monogami untuk tetap setia

Teknik tersebut ia sebutkan dalam sebuah podcast berjudul “Seks dan Psikologi” yang dibawakan oleh peneliti seks Kinsey Institute, Justin Lehmiller.Walaupun teknik itu bisa membantu, O’Sullivan mengatakan pasangan juga harus terbuka dan berdiskusi tentang bagaimana mereka mendefinisikan arti sebuah perselingkuhan.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang biasanya tidak membahas apa arti “selingkuh” ketika mereka memasuki suatu hubungan baru.

Karena setiap orang mempunyai pendapat berbeda tentang apa yang dimaksud dengan perselingkuhan, hal tersebut kemudian menyebabkan miskomunikasi dan permasalahan dalam hubungan, kata O’Sullivan.Untuk berhenti selingkuh, kita harus menghindari ketertarikan. Secara natural, manusia selalu dihadapkan pada seseorang yang dianggapnya menarik.

Baca Juga :  11 Cara Berhenti Jadi Workaholic dan Mulai Menerapkan Work Life Balance

O’Sullivan mengatakan jika seseorang ingin menjadi monogami atau setia pada satu pasangan, mereka harus mencegah agar tidak bertindak berdasarkan naluri yang muncul.Dia menyatakan bahwa pasangan yang memegang prinsip monogami cenderung menggunakan tiga taktik, yaitu:

  1. Mereka fokus dan hanya kagum pada pasangannya, yang berarti secara konsisten selalu menjaga ikatan dalam hubungan melalui kencan dan bentuk keintiman lainnya.
  2. Mereka fokus pada sifat-sifat negatif yang menjengkelkan ketika bertemu dengan seseorang yang dianggap menarik di luar hubungan mereka (bukan pasangan).
  3. Mereka selalu memikirkan akibat dari perselingkuhan dan kerugian yang akan dialami jika mereka tidak setia.

Pada akhirnya, O’Sullivan menyimpulkan bahwa orang-orang yang mampu mengendalikan ketertarikannya pada orang-orang di luar hubungan mereka, cenderung tetap setia.

Baca Juga :  WAJIB TAHU! Inilah Khasiat Minum Kopi Hitam di Pagi Hari

“Memiliki ketertarikan terhadap orang lain adalah normal, namun jika berusaha membangun komunikasi berarti akan membuka pintu itu (perselingkuhan),” jelas O’Sullivan..

Itu sebabnya orang yang berpasangan dan menunjukkan ketertarikannya pada orang lain, meski secara halus, bisa tergoda untuk selingkuh, kata O’Sullivan.

Ketika seseorang dalam hubungan monogami menunjukkan ketertarikannya kepada orang lain, baik secara verbal atau fisik, kemungkinan besar akan membuka pintu untuk selingkuh, kata O’Sullivan.

Dia mengatakan orang-orang yang memperhatikan pola tersebut dalam diri mereka, namun ingin berhenti, harus lebih sadar akan pikiran dan tindakan saat merasakan dorongan untuk bertindak di luar hubungan.

Dengan lebih banyak latihan, mereka dapat menerapkan strategi pencegahan agar tidak selingkuh dan mencegah diri agar tidak melewati batas-batas yang dipegang bersama pasangan.(jpc)

Kita tidak bisa memprediksi apakah kita akan menjadi korban perselingkuhan dalam suatu hubungan.Namun ada strategi yang bisa diterapkan bersama pasangan untuk mencegah perselingkuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Lucia O’Sullivan, Profesor Psikologi di Universitas New Brunswick yang mempelajari tentang hubungan monogami. Dikutip JawaPos.com (Grup prokalteng.co) dari Insider, Lucia O’Sullivan menjelaskan menurutnya ada tiga strategi yang berhasil digunakan oleh pasangan monogami untuk tetap setia

Teknik tersebut ia sebutkan dalam sebuah podcast berjudul “Seks dan Psikologi” yang dibawakan oleh peneliti seks Kinsey Institute, Justin Lehmiller.Walaupun teknik itu bisa membantu, O’Sullivan mengatakan pasangan juga harus terbuka dan berdiskusi tentang bagaimana mereka mendefinisikan arti sebuah perselingkuhan.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang biasanya tidak membahas apa arti “selingkuh” ketika mereka memasuki suatu hubungan baru.

Karena setiap orang mempunyai pendapat berbeda tentang apa yang dimaksud dengan perselingkuhan, hal tersebut kemudian menyebabkan miskomunikasi dan permasalahan dalam hubungan, kata O’Sullivan.Untuk berhenti selingkuh, kita harus menghindari ketertarikan. Secara natural, manusia selalu dihadapkan pada seseorang yang dianggapnya menarik.

Baca Juga :  11 Cara Berhenti Jadi Workaholic dan Mulai Menerapkan Work Life Balance

O’Sullivan mengatakan jika seseorang ingin menjadi monogami atau setia pada satu pasangan, mereka harus mencegah agar tidak bertindak berdasarkan naluri yang muncul.Dia menyatakan bahwa pasangan yang memegang prinsip monogami cenderung menggunakan tiga taktik, yaitu:

  1. Mereka fokus dan hanya kagum pada pasangannya, yang berarti secara konsisten selalu menjaga ikatan dalam hubungan melalui kencan dan bentuk keintiman lainnya.
  2. Mereka fokus pada sifat-sifat negatif yang menjengkelkan ketika bertemu dengan seseorang yang dianggap menarik di luar hubungan mereka (bukan pasangan).
  3. Mereka selalu memikirkan akibat dari perselingkuhan dan kerugian yang akan dialami jika mereka tidak setia.

Pada akhirnya, O’Sullivan menyimpulkan bahwa orang-orang yang mampu mengendalikan ketertarikannya pada orang-orang di luar hubungan mereka, cenderung tetap setia.

Baca Juga :  WAJIB TAHU! Inilah Khasiat Minum Kopi Hitam di Pagi Hari

“Memiliki ketertarikan terhadap orang lain adalah normal, namun jika berusaha membangun komunikasi berarti akan membuka pintu itu (perselingkuhan),” jelas O’Sullivan..

Itu sebabnya orang yang berpasangan dan menunjukkan ketertarikannya pada orang lain, meski secara halus, bisa tergoda untuk selingkuh, kata O’Sullivan.

Ketika seseorang dalam hubungan monogami menunjukkan ketertarikannya kepada orang lain, baik secara verbal atau fisik, kemungkinan besar akan membuka pintu untuk selingkuh, kata O’Sullivan.

Dia mengatakan orang-orang yang memperhatikan pola tersebut dalam diri mereka, namun ingin berhenti, harus lebih sadar akan pikiran dan tindakan saat merasakan dorongan untuk bertindak di luar hubungan.

Dengan lebih banyak latihan, mereka dapat menerapkan strategi pencegahan agar tidak selingkuh dan mencegah diri agar tidak melewati batas-batas yang dipegang bersama pasangan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru