MOMEN lebaran tak hanya identik dengan silaturahmi dan hidangan spesial. Pada perayaan ini, tren baru muncul di tengah masyarakat. Yakni persewaan smartphone, khususnya Iphone, semakin ramai.
Memiliki gadget mewah kini nampaknya menjadi gaya hidup dan ajang gengsi tersendiri bagi kalangan muda.
Fenomena ini menarik perhatian karena mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang ingin tampil stylish tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli perangkat tersebut.
Para penyedia jasa persewaan Iphone menyebutkan peningkatan permintaan yang signifikan menjelang dan selama lebaran.
Mereka menawarkan berbagai tipe Iphone terbaru dengan harga sewa yang relatif terjangkau, tergantung durasi dan model yang dipilih.
Hal ini menarik minat banyak orang, terutama generasi muda, yang ingin mengabadikan momen lebaran dengan foto dan video berkualitas tinggi menggunakan kamera Iphone.
Tidak hanya untuk dokumentasi kegiatan, namun juga kebutuhan bergaya. Salah satunya adalah Bagus Yulianto, yang merupakan pelaku bisnis di Surabaya.
Berasal dari hanya menyewakan kamera DSLR dan action cam, kini ia merasakan lonjakan besar dalam permintaan sewa Iphone.
Ia mengaku, bahkan sebelum lebaran, beberapa tipe seperti Iphone XR, 11 Pro, 13, dan 15 sudah habis disewa.
“Untuk saat ini beberapa tipe sudah sold out. Dari masing-masing itu ada beberapa unit, jadi kami tidak hanya punya satu, tapi ada beberapa,” kata Bagus di Surabaya, Kamis (3/4).
Berbeda dengan hari biasa yang menyewakan harian, biasanya pada penyedia jasa menerapkan sistem minimal sewa selama beberapa hari.
Persewaan gadget ini menggunakan sistem paket, mulai dari 3, 5, hingga 10 hari.
Semakin panjang durasi sewa, maka harga yang dikenakan kepada pelanggan semakin murah.
“Kami memulai dengan harga yang paling murah adalah harga 100 ribu perhari,” tambahnya.
Dalam bisnis rental gadget ini, para pelanggan Bagus pun bervariasi, mulai usia 19 hingga 27 tahun.
Di luar lebaran, mereka datang dengan bermacam kebutuhan, mulai dari katalog bisnis online, tugas kuliah, hingga perjalanan umroh.
Ada yang menyewa dalam jangka pendek, ada pula yang hingga satu bulan penuh.
Bagus menjelaskan, dalam sistem persyaratan sewanya dia tidak terlalu memberatkan.
Namun tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Dan tidak semua yang mengajukan sewa langsung diterima, karena timnya melakukan validasi data lebih lanjut, termasuk memeriksa akun Instagram dan histori WhatsApp pelanggan.
“Syarat di kami simpel, bisa dengan KTP atau SIM. Kalau untuk perjalanan jauh, ada opsi lain seperti ijazah atau STNK, tapi tetap dengan pertimbangan ketat,” jelasnya.
Pembayarannya, pelanggan harus memberikan uang muka sebesar 50 persen saat pemesanan, dan harus dilunasi saat pengambilan unit.
Bagus pun memahami, dalam bisnis yang ia jalankan risiko juga sangat besar, seperti kehilangan unit.
Untuk itu ia bersama timnya sudah menyiapkan berbagai langkah pencegahan, salah satunya dengan proses validasi ketat.
Dengan metode ini, ia bisa lebih selektif dalam menentukan pelanggan yang layak untuk menyewa, demi mencegah kasus barang tidak kembali.
“Customer yang sudah mengisi data belum tentu bisa sewa. Kami pertimbangkan dulu, lihat akun Instagramnya, periksa username Whatsapp-nya, bahkan dari tahun berapa Whatsapp-nya terdaftar. Kalau baru dibuat mendekati 2025, kami cari tahu lebih lanjut melalui GetContact,” ujarnya.
“Yang penting amanah. Barang kembali dengan selamat, customer puas, bisnis pun berjalan lancar,” pungkasnya. (sam/nur/jpg)