PROKALTENG.CO-Momen berbuka puasa rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran hidangan manis yang hangat. Di antara jajaran takjil populer, Biji Salak menempati posisi istimewa.
Teksturnya yang kenyal, dipadukan dengan kuah gula merah yang legit dan siraman santan gurih, selalu berhasil mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Banyak yang keliru menyamakan Biji Salak dengan Bubur Candil.
Rahasia keaslian Biji Salak terletak pada penggunaan ubi jalar sebagai bahan utamanya.
Penggunaan tepung sagu yang tepat adalah kunci untuk mendapatkan tekstur yang “membal” tapi tetap lembut saat digigit.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Bahan Utama Biji Salak:
500 gram ubi jalar (kuning atau oranye), kukus dan haluskan.
150 gram tepung sagu (bisa gunakan tapioka kualitas tinggi).
1/2 sdt garam.
2 sdm air (opsional, jika adonan terlalu kering).
Bahan Kuah Gula Merah:
200 gram gula merah/gula aren, sisir halus.
700 ml air.
2 lembar daun pandan, ikat simpul.
1 sdm tepung sagu (larutkan dengan sedikit air untuk pengental).
Bahan Saus Santan:
200 ml santan kental.
1/2 sdt garam.
1 lembar daun pandan.
Langkah Membuat
Olahan Ubi: Campurkan ubi yang sudah dihaluskan dengan tepung sagu dan garam. Uleni ringan dengan tangan hingga adonan bisa dibentuk.
Tips: Jangan menguleni terlalu kuat agar hasil akhir tidak keras atau alot.
Membentuk Bulatan: Ambil sedikit adonan, bentuk bulat lonjong menyerupai biji salak. Lakukan hingga adonan habis.
Merebus Biji Salak: Didihkan air dalam panci, masukkan bulatan ubi. Masak hingga mengapung (tanda sudah matang), angkat, dan tiriskan.
Memasak Kuah: Rebus air, gula merah, dan daun pandan hingga mendidih dan gula larut. Saring agar bersih.
Masak kembali, masukkan biji salak yang sudah matang. Tambahkan larutan sagu, aduk hingga kuah sedikit mengental dan meletup-letup.
Saus Santan: Rebus santan bersama garam dan daun pandan dengan api kecil. Aduk terus agar santan tidak pecah hingga mendidih.
Cara Penyajian
Sajikan Biji Salak dalam mangkuk kecil. Tuangkan kuah gula merah beserta bulatannya, lalu siram dengan saus santan kental di atasnya.
Hidangan ini nikmat disantap selagi hangat, namun juga segar jika ditambah es batu untuk versi dingin.
Cukup mudah, bukan? Dengan resep ini, Anda tidak perlu lagi mengantre panjang di pasar takjil.
Biji salak buatan sendiri tentu lebih higienis dan kemanisannya bisa disesuaikan dengan selera keluarga.(pojoksatu/jpg)


