30.1 C
Jakarta
Sunday, February 1, 2026

Simak Rahasia Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski

Peran kucing dan anjing di Persebaya Surabaya kini menjadi topik menarik jelang duel melawan Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026. Rahasia duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski perlahan terungkap seiring kokohnya lini belakang Green Force di beberapa laga terakhir.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026). Laga ini menjadi ujian lanjutan bagi soliditas duet bek tengah asing yang kian padu tersebut.

Performa Leo Lelis dan Risto Mitrevski mencuri perhatian saat Persebaya Surabaya menang telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18.

Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, mereka sukses meredam tekanan Laskar Mataram sepanjang laga.

Kemenangan tanpa kebobolan itu bukan sekadar hasil akhir, tetapi cerminan struktur pertahanan yang rapi dan disiplin. Duet Lelis dan Mitrevski menunjukkan keseimbangan peran yang jarang dimiliki pasangan bek tengah.

Dalam sepak bola modern, duet bek tengah ideal sering dibagi dalam analogi kucing dan anjing. Analogi ini menggambarkan dua karakter bertahan yang saling melengkapi dalam satu garis pertahanan.

Anjing digambarkan sebagai sosok agresif, impulsif, dan haus duel. Tipe ini gemar keluar dari posisinya untuk merebut bola secepat mungkin dan membersihkan area berbahaya.

Electronic money exchangers listing

Sebaliknya, kucing identik dengan ketenangan dan kecerdikan membaca permainan. Mereka menunggu momen tepat, menjaga posisi, lalu merebut bola secara efisien tanpa banyak risiko.

Baca Juga :  Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Pedro Matos Arungi Putaran Kedua Super League 2025/2026

Leo Lelis tampil sebagai figur “kucing” di jantung pertahanan Persebaya Surabaya. Bek asal Brasil itu lebih sering mengandalkan positioning, akurasi umpan, dan ketenangan saat ditekan lawan.

Statistik Lelis saat menghadapi PSIM mempertegas peran tersebut dengan akurasi umpan mencapai 84 persen. Ia mencatat dua intersep, satu sapuan, dan satu blok tembakan tanpa harus terlalu sering melakukan duel keras.

Dalam distribusi bola, Lelis hanya melepas enam umpan tetapi lima di antaranya tepat sasaran. Efisiensi ini membantu Persebaya Surabaya membangun serangan dari belakang dengan lebih rapi.

Risto Mitrevski berperan sebagai “anjing” yang siap bertarung di area pertahanan. Bek asal Makedonia Utara itu agresif, berani duel, dan tak ragu membuang bola dari zona berbahaya.

Catatan tujuh sapuan dan dua blok tembakan menunjukkan betapa sibuknya Mitrevski menjaga kotak penalti. Meski akurasi umpannya hanya 46 persen, perannya lebih fokus pada mematahkan serangan lawan.

Mitrevski juga disiplin dalam duel dengan hanya sekali melakukan pelanggaran sepanjang laga. Kombinasi keberanian dan determinasi membuatnya layak dinobatkan sebagai Player of The Match.

Usai laga, Mitrevski menegaskan kemenangan tim sebagai hal utama. “Pertama sekali, yang paling penting adalah kita menang di pertandingan,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia mengakui laga tandang tersebut tidak mudah, apalagi bisa berakhir dengan skor meyakinkan. “Tidak mudah untuk menang di sini, terutama di 3-0,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jamu Persebaya, Empat Pemain Anyar Persib Bandung Jalani Debut di Hadapan Bobotoh

Mitrevski menyebut kerja sama dan disiplin sebagai kunci sukses lini belakang Persebaya Surabaya. “Kunci sukses adalah kerjasama. Kami disiplin di lini belakang dan mereka akan menekan kami dari awal pertandingan,” katanya.

Menurutnya, tekanan lawan sempat menyulitkan di awal laga. “Kita berjuang di awal pertandingan, tapi kita berjuang sampai selesai dalam setiap tantangan,” ucapnya.

Kokohnya pertahanan membuka ruang bagi lini depan untuk bekerja lebih efektif. “Kami menahan tanpa kebobolan di belakang, dan setelah itu kami memiliki pemain kualitas di depan. Untuk menghukum lawan,” tuturnya.

Komunikasi antarpemain belakang menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi. “Komunikasi mudah, kami mengerti. Semuanya antara diri kami, jadi semuanya baik-baik saja,” katanya.

Mitrevski kembali menegaskan filosofi kolektif dalam permainan Persebaya Surabaya. “Seperti yang saya katakan, ini adalah kemenangan dari tim, bukan dari individu,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan penekanan pada semangat kebersamaan. “Kami berjuang sebagai tim, berjuang sebagai tim, dan akhirnya menang sebagai tim. Terima kasih banyak.”

Duet kucing dan anjing ala Leo Lelis dan Risto Mitrevski kini menjadi fondasi penting Persebaya Surabaya. Jika konsistensi ini terjaga, Green Force punya modal kuat untuk terus bersaing di papan atas Super League musim ini.(jpc)

Peran kucing dan anjing di Persebaya Surabaya kini menjadi topik menarik jelang duel melawan Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026. Rahasia duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski perlahan terungkap seiring kokohnya lini belakang Green Force di beberapa laga terakhir.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026). Laga ini menjadi ujian lanjutan bagi soliditas duet bek tengah asing yang kian padu tersebut.

Performa Leo Lelis dan Risto Mitrevski mencuri perhatian saat Persebaya Surabaya menang telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18.

Electronic money exchangers listing

Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, mereka sukses meredam tekanan Laskar Mataram sepanjang laga.

Kemenangan tanpa kebobolan itu bukan sekadar hasil akhir, tetapi cerminan struktur pertahanan yang rapi dan disiplin. Duet Lelis dan Mitrevski menunjukkan keseimbangan peran yang jarang dimiliki pasangan bek tengah.

Dalam sepak bola modern, duet bek tengah ideal sering dibagi dalam analogi kucing dan anjing. Analogi ini menggambarkan dua karakter bertahan yang saling melengkapi dalam satu garis pertahanan.

Anjing digambarkan sebagai sosok agresif, impulsif, dan haus duel. Tipe ini gemar keluar dari posisinya untuk merebut bola secepat mungkin dan membersihkan area berbahaya.

Sebaliknya, kucing identik dengan ketenangan dan kecerdikan membaca permainan. Mereka menunggu momen tepat, menjaga posisi, lalu merebut bola secara efisien tanpa banyak risiko.

Baca Juga :  Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Pedro Matos Arungi Putaran Kedua Super League 2025/2026

Leo Lelis tampil sebagai figur “kucing” di jantung pertahanan Persebaya Surabaya. Bek asal Brasil itu lebih sering mengandalkan positioning, akurasi umpan, dan ketenangan saat ditekan lawan.

Statistik Lelis saat menghadapi PSIM mempertegas peran tersebut dengan akurasi umpan mencapai 84 persen. Ia mencatat dua intersep, satu sapuan, dan satu blok tembakan tanpa harus terlalu sering melakukan duel keras.

Dalam distribusi bola, Lelis hanya melepas enam umpan tetapi lima di antaranya tepat sasaran. Efisiensi ini membantu Persebaya Surabaya membangun serangan dari belakang dengan lebih rapi.

Risto Mitrevski berperan sebagai “anjing” yang siap bertarung di area pertahanan. Bek asal Makedonia Utara itu agresif, berani duel, dan tak ragu membuang bola dari zona berbahaya.

Catatan tujuh sapuan dan dua blok tembakan menunjukkan betapa sibuknya Mitrevski menjaga kotak penalti. Meski akurasi umpannya hanya 46 persen, perannya lebih fokus pada mematahkan serangan lawan.

Mitrevski juga disiplin dalam duel dengan hanya sekali melakukan pelanggaran sepanjang laga. Kombinasi keberanian dan determinasi membuatnya layak dinobatkan sebagai Player of The Match.

Usai laga, Mitrevski menegaskan kemenangan tim sebagai hal utama. “Pertama sekali, yang paling penting adalah kita menang di pertandingan,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia mengakui laga tandang tersebut tidak mudah, apalagi bisa berakhir dengan skor meyakinkan. “Tidak mudah untuk menang di sini, terutama di 3-0,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jamu Persebaya, Empat Pemain Anyar Persib Bandung Jalani Debut di Hadapan Bobotoh

Mitrevski menyebut kerja sama dan disiplin sebagai kunci sukses lini belakang Persebaya Surabaya. “Kunci sukses adalah kerjasama. Kami disiplin di lini belakang dan mereka akan menekan kami dari awal pertandingan,” katanya.

Menurutnya, tekanan lawan sempat menyulitkan di awal laga. “Kita berjuang di awal pertandingan, tapi kita berjuang sampai selesai dalam setiap tantangan,” ucapnya.

Kokohnya pertahanan membuka ruang bagi lini depan untuk bekerja lebih efektif. “Kami menahan tanpa kebobolan di belakang, dan setelah itu kami memiliki pemain kualitas di depan. Untuk menghukum lawan,” tuturnya.

Komunikasi antarpemain belakang menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi. “Komunikasi mudah, kami mengerti. Semuanya antara diri kami, jadi semuanya baik-baik saja,” katanya.

Mitrevski kembali menegaskan filosofi kolektif dalam permainan Persebaya Surabaya. “Seperti yang saya katakan, ini adalah kemenangan dari tim, bukan dari individu,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan penekanan pada semangat kebersamaan. “Kami berjuang sebagai tim, berjuang sebagai tim, dan akhirnya menang sebagai tim. Terima kasih banyak.”

Duet kucing dan anjing ala Leo Lelis dan Risto Mitrevski kini menjadi fondasi penting Persebaya Surabaya. Jika konsistensi ini terjaga, Green Force punya modal kuat untuk terus bersaing di papan atas Super League musim ini.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru