28 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Eko dan Cantika Kunci Tiket Olimpiade

KUALIFIKASI Olimpiade
2020 Tokyo untuk cabor angkat besi masih berjalan. Para lifter dari seluruh
dunia berkesempatan mengumpulkan poin sampai 30 April. Namun, Indonesia sudah
memastikan dua slot lifter. Dua tiket tersebut diamankan Eko Yuli Irawan (kelas
61 kg) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg).

“Sembilan puluh persen
pasti. Mudah-mudahan,” kata Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat
besi, Jumat (24/1).

Kepastian tiket
Olimpiade itu memang kejutan. Terlebih, babak kualifikasi belum selesai. Masih
banyak yang bisa berubah. Sebab, agenda kejuaraan juga terus bergulir di
berbagai benua. Persyaratan untuk tampil di pesta olahraga terbesar sejagat itu
sangat ketat.

Setiap negara hanya
bisa mengirimkan satu lifter untuk masing-masing kelas. Jika satu negara
meloloskan banyak lifter, negara tersebut hanya bisa mengirim maksimal delapan
orang. Itu pun harus dibagi menjadi empat lifter putra dan empat putri.
Berbekal regulasi tersebut, PB PABBSI percaya diri Eko dan Windy telah mendapat
tempat di Olimpiade.

Baca Juga :  Tuan Rumah Ukir Rekor Ganas

Dilihat dari peringkat
di klasemen kualifikasi, Eko memang relatif aman. Dia menduduki peringkat
kedua. Poin sementara yang dikumpulkan lifter 30 tahun itu adalah 4,162.7503.
Di atasnya ada lifter Tiongkok Li Fabin, saingan beratnya selama ini. Li
mengumpulkan nilai 4,387.4657. Kalau mau benar-benar aman, Eko setidaknya butuh
mengikuti satu turnamen lagi.

Sementara itu, Windy
mengalami progres fantastis. Belum setahun bergabung pelatnas, dia sudah
meroket hingga menembus peringkat ketujuh klasemen road to Tokyo. Dia
mengumpulkan nilai 3,128.4452. Dari peringkat saja, dia sebenarnya sudah punya
modal bagus untuk lolos. Namun, kansnya semakin besar karena regulasi di atas.

Ya, pada kelas 49 kg,
Tiongkok menempatkan tiga lifter di posisi delapan besar. Mereka menempati dua
peringkat teratas. Yakni, Hou Zhihui (1) dan Jiang Huihua (2). Lalu, masih ada
Zhang Rong di peringkat kelima. Dirdja mengungkapkan, Tiongkok hanya bisa
memilih satu lifter untuk dikirim ke Tokyo. “Makanya, kalau kami hitung
setidaknya Windy sekarang ada di peringkat lima,” papar Dirdja.

Baca Juga :  Hargai Instruksi Gubernur, Koyem Fokus Bina Sepak Bola Putri

Namun, mantan lifter
nasional itu tidak memungkiri bahwa persaingan ketat bisa mengubah peringkat.
Makanya, tim pelatnas angkat besi menyusun strategi pengiriman kejuaraan.
Sampai batas akhir nanti masih ada empat kejuaraan yang rencananya diikuti para
lifter nasional. Sifatnya hanya menjaga posisi agar tidak melorot.

PB PABBSI berharap bisa turut meloloskan Deni
(kelas 67 kg) dan Triyatno (kelas 73 kg). Meski perjuangan dua lifter senior
itu cukup berat. Sampai hari ini keduanya masih jauh dari posisi delapan besar.
Deni bertengger di peringkat ke-13 pada kelasnya, sedangkan Triyatno ke-20. “Kalau
bisa loloskan empat, itu sudah capaian luar biasa,” tutur Dirdja. (jpg)

KUALIFIKASI Olimpiade
2020 Tokyo untuk cabor angkat besi masih berjalan. Para lifter dari seluruh
dunia berkesempatan mengumpulkan poin sampai 30 April. Namun, Indonesia sudah
memastikan dua slot lifter. Dua tiket tersebut diamankan Eko Yuli Irawan (kelas
61 kg) dan Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg).

“Sembilan puluh persen
pasti. Mudah-mudahan,” kata Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat
besi, Jumat (24/1).

Kepastian tiket
Olimpiade itu memang kejutan. Terlebih, babak kualifikasi belum selesai. Masih
banyak yang bisa berubah. Sebab, agenda kejuaraan juga terus bergulir di
berbagai benua. Persyaratan untuk tampil di pesta olahraga terbesar sejagat itu
sangat ketat.

Setiap negara hanya
bisa mengirimkan satu lifter untuk masing-masing kelas. Jika satu negara
meloloskan banyak lifter, negara tersebut hanya bisa mengirim maksimal delapan
orang. Itu pun harus dibagi menjadi empat lifter putra dan empat putri.
Berbekal regulasi tersebut, PB PABBSI percaya diri Eko dan Windy telah mendapat
tempat di Olimpiade.

Baca Juga :  Tuan Rumah Ukir Rekor Ganas

Dilihat dari peringkat
di klasemen kualifikasi, Eko memang relatif aman. Dia menduduki peringkat
kedua. Poin sementara yang dikumpulkan lifter 30 tahun itu adalah 4,162.7503.
Di atasnya ada lifter Tiongkok Li Fabin, saingan beratnya selama ini. Li
mengumpulkan nilai 4,387.4657. Kalau mau benar-benar aman, Eko setidaknya butuh
mengikuti satu turnamen lagi.

Sementara itu, Windy
mengalami progres fantastis. Belum setahun bergabung pelatnas, dia sudah
meroket hingga menembus peringkat ketujuh klasemen road to Tokyo. Dia
mengumpulkan nilai 3,128.4452. Dari peringkat saja, dia sebenarnya sudah punya
modal bagus untuk lolos. Namun, kansnya semakin besar karena regulasi di atas.

Ya, pada kelas 49 kg,
Tiongkok menempatkan tiga lifter di posisi delapan besar. Mereka menempati dua
peringkat teratas. Yakni, Hou Zhihui (1) dan Jiang Huihua (2). Lalu, masih ada
Zhang Rong di peringkat kelima. Dirdja mengungkapkan, Tiongkok hanya bisa
memilih satu lifter untuk dikirim ke Tokyo. “Makanya, kalau kami hitung
setidaknya Windy sekarang ada di peringkat lima,” papar Dirdja.

Baca Juga :  Hargai Instruksi Gubernur, Koyem Fokus Bina Sepak Bola Putri

Namun, mantan lifter
nasional itu tidak memungkiri bahwa persaingan ketat bisa mengubah peringkat.
Makanya, tim pelatnas angkat besi menyusun strategi pengiriman kejuaraan.
Sampai batas akhir nanti masih ada empat kejuaraan yang rencananya diikuti para
lifter nasional. Sifatnya hanya menjaga posisi agar tidak melorot.

PB PABBSI berharap bisa turut meloloskan Deni
(kelas 67 kg) dan Triyatno (kelas 73 kg). Meski perjuangan dua lifter senior
itu cukup berat. Sampai hari ini keduanya masih jauh dari posisi delapan besar.
Deni bertengger di peringkat ke-13 pada kelasnya, sedangkan Triyatno ke-20. “Kalau
bisa loloskan empat, itu sudah capaian luar biasa,” tutur Dirdja. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru