Gelandang internasional Inggris, Ruben Loftus-Cheek diperkirakan bakal absen sekitar delapan minggu setelah menjalani operasi patah rahang. Informasi ini disampaikan langsung oleh pernyataan resmi klub.
Gelandang tengah serba bisa berusia 30 tahun itu mengalami “trauma wajah yang signifikan”. Kejadian ini terjadi setelah benturan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, saat AC Milan kalah 0–1 di pekan ke-26 Serie A.
Mantan pemain Chelsea tersebut sempat dirawat di lapangan sebelum dibawa keluar menggunakan tandu. Ia juga memakai penyangga leher dan kepala, lalu langsung dibawa ke rumah sakit.
“Operasi untuk mengurangi dan menstabilkan patah tulang sepenuhnya berhasil. Ruben (Loftus-Cheek) dalam keadaan baik dan sudah diperbolehkan pulang. Perkiraan waktu pemulihan sekitar delapan minggu,” tulis Rossoneri dalam pernyataan resmi, Senin (22/2).
Loftus-Cheek membagikan cedera yang dialaminya di Instagram. Ia memperlihatkan gigi patah dan rahang retak.
“Ini pukulan berat, tetapi yang terburuk telah berlalu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh staf medis yang telah mendukung (dan merawat) saya selama beberapa jam terakhir dengan profesionalisme dan penuh kepedulian,” tambahnya.
“Terima kasih khusus kepada semua penggemar atas pesan cinta dan dukungan yang tak terhitung jumlahnya. Saya telah membacanya dan itu memberi saya kekuatan luar biasa.
“Terima kasih juga kepada rekan-rekan setim saya. Kita adalah sebuah tim, kita adalah sebuah keluarga. Sekarang, maju menuju tujuan kita, kuat dan bersatu, bersama-sama,” tutup pernyataan sang pemain.
Pemain bernomor punggung delapan ini sudah berkontribusi dengan tiga gol dalam 23 pertandingan liga sejak tiba di San Siro pada musim panas 2023 lalu.
Ia berharap bisa masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia yang akan dimulai pada Juni. Sayangnya, cedera parah ini menghalanginya tampil di turnamen antar negara musim panas ini.
Loftus-Cheek kembali ke tim nasional setelah tujuh tahun. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada kemenangan 3-0 atas Wales dalam laga persahabatan internasional, Oktober lalu.(jpc)


