PROKALTENG.CO-PT Liga Indonesia Baru (LIB) tetap optimistis bisa menggelar kickoff Liga 1 musim 2021–2022 pada Agustus. Meski, pemerintah sudah memutuskan untuk memperpanjang PPKM darurat di Pulau Jawa dan Bali maupun di luar wilayah hingga 25 Juli mendatang. Sementara ini LIB memproyeksikan kickoff pada 20 Agustus.
Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berpaku pada rencana awal yang akan memulai liga pada Agustus.
Pria yang akrab disapa Luluk itu menegaskan, LIB sangat optimistis bisa menggelar kompetisi mulai bulan depan. ’’Kami sudah membuat rencana apabila liga bisa jalan di bulan Agustus,’’ ucapnya.
Tentu, sambung Luluk, nantinya harus dibahas dengan federasi terlebih dahulu untuk selanjutnya di-propose ke pemerintah. Rencananya, dalam waktu dekat dilakukan pertemuan.
’’Diskusi informal via WA Group (dengan PSSI) sudah dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada yang formalnya,’’ lanjutnya.
Luluk menjelaskan, terkait keinginannya agar liga berlangsung pada Agustus, hal itu tak lain karena kompetisi harus sudah selesai sebelum bulan puasa yang jatuh pada 2 April 2022. ’’Atau kalau lewat pun hanya beberapa hari,’’ ungkapnya.
Ya, sebelumnya, Liga 1 musim 2021–2022 rencananya kickoff pada 9 Juli lalu dan berakhir pada Maret 2022. Namun, liga terpaksa diundur karena pandemi di Indonesia makin tinggi.
Adanya PPKM membuat setiap klub peserta, khususnya yang berada di Pulau Jawa dan Bali, tidak optimal dalam latihan.
Karena itu, LIB bersama PSSI bakal berupaya meminta kepada pemerintah agar klub bisa menjalankan latihan di tengah kondisi seperti ini dengan menerapkan protokol ketat.
Ya, kalau klub tidak bisa latihan, upaya menggelar liga pada Agustus juga bakal mengalami kendala karena klub tidak begitu siap.
Salah satu kontestan Liga 1, Persib Bandung, harus melanjutkan program latihan mandiri karena diperpanjangnya PPKM. Pelatih Persib Robert Alberts masih terus menunggu perkembangan terkait fasilitas olahraga yang sudah boleh dibuka atau belum.
Persib tidak akan melanggar peraturan pemerintah. ’’Kami lebih mengutamakan mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah. Jadi, tidak banyak yang bisa kami lakukan,” kata Alberts dalam keterangan resmi.