27.9 C
Jakarta
Saturday, February 21, 2026

Manuver Jitu Bernardo Tavares, Pangkas Jumlah Pemain Balkan hanya Sisakan 3 Penggawa

Persebaya Surabaya sempat dianggap sebagai Tim Balkan Mini pada awal Super League musim ini, lantaran sebagian skuadnya berisi sejumlah pemain Balkan. Pada era Eduardo Perez, tiga pemain Balkan didatangkan manajemen.

Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic. Mereka melengkapi dua legiun asing Balkan peninggalan masa kepelatihan Paul Munster, yaitu Dime Dimov dan Dejan Tumbas.

Sekilas tampak menakutkan bagi tim-tim lawan Persebaya di Super League. Bagaimana tidak, para pemain Balkan dikenal sebagai pemain yang keras dan tangguh, baik secara fisik dan mental, serta daya juang yang tak kenal lelah.

Namun, harapan ternyata tidak sesuai kenyataan. Para pemain Balkan itu tidak mampu mengerek posisi Persebaya dari papan tengah. Padahal, kelimanya kerap kali dimainkan oleh Eduardo Perez.

Risto Mitrevski dan Dime Dimov diduetkan sebagai duo bek tengah. Lalu Dejan Tumbas dan Milos Raickovic diduetkan sebagai gelandang. Tumbas bahkan beberapa kali dimainkan sebagai bek sayap. Sedangkan Mihailo Perovic diplot sebagai penyerang utama.

Kehadiran mereka akhirnya tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Eduardo Perez yang akhirnya dipecat pada Oktober 2025. Beberapa dari pemain Balkan itu juga dianggap kurang nyetel dengan permainan Persebaya. Perovic bahkan sempat lama scoreless dan kesulitan mencetak gol.

Baca Juga :  Ambisi Revans Supermane

Evaluasi pun diterapkan. Manajemen merekrut Bernardo Tavares untuk menjadi pelatih kepala, namun ia baru bisa menangani Green Force pada Januari tahun ini karena sejumlah hal maupun persyaratan.

Electronic money exchangers listing

Akhirnya pada bursa transfer paruh musim, Bernardo Tavares bermanuver memangkas jumlah pemain Balkan dari lima orang menjadi hanya tiga penggawa. Dua lainnya yaitu Dejan Tumbas dan Dime Dimov tidak diperpanjang kontraknya.

Ternyata, manuver Bernardo Tavares itu cukup jitu. Risto Mitrevski yang diduetkan dengan Leo Lelis malah menjadi andalan di lini pertahanan, membuat barisan belakang Persebaya sulit ditembus. Sejak era Tavares, Green Force hanya kebobolan lima gol dalam lima laga.

Lalu Milos Raickovic tampil cukup prima di lini tengah bersama Toni Firmansyah dan Francisco Rivera. Dan Perovic mencetak dua gol dari lima laga, membuatnya masuk jajaran top skor klub dengan total empat gol.

‎Dengan kata lain, Bernardo Tavares berhasil memaksimalkan potensi pemain Balkan pilihannya. Ia juga mengakui bahwa taktik yang bagus tak akan berjalan jika pemain tidak bisa membuat keajaiban di lapangan.

‎“Saya tidak membuat sesuatu yang spesial. Saya hanya memasang para pemain sesuai dengan potensi maksimum mereka, dan mereka mampu membuat keajaiban,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi klub.

Baca Juga :  Bonek Geram! Denda Flare Persebaya Surabaya Rp200 Juta

‎Mantan pelatih PSM Makassar itu juga membeberkan bahwa para pemain asuhannya, termasuk para penggawa Balkan dituntut untuk memiliki attitude yang baik, disamping kerja keras di lapangan.

‎“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi saat pertandingan,” sambungnya.

‎Attitude baik juga ditunjukkan oleh ketiga pemain Balkan tersebut. Misalnya dalam lima laga di bawah Tavares, Risto yang berposisi sebagai bek tidak menerima satu kartu kuning pun.

‎Kemudian Perovic absen karena akumulasi kartu saat menghadapi Malut United atau debut Tavares. Namun setelah pertandingan itu, ia tidak mendapat satu kartu pun, baik itu kuning maupun merah.

Etos kerja tinggi dan pantang menyerah juga ditunjukkan Perovic saat ia tetap tampil dan mencetak gol ke gawang Bali United meski kepalanya diperban karena cedera.

‎Hanya Milos Raickovic yang telah menambah koleksi kartunya, yaitu saat menghadapi Dewa United dan itu pun hanya satu kartu kuning saja.

‎Tavares percaya bahwa saat para pemain menunjukkan attitude yang baik, maka performa yang meningkat di lapangan hanya tinggal menunggu waktu saja.

‎“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.(jpc)

Persebaya Surabaya sempat dianggap sebagai Tim Balkan Mini pada awal Super League musim ini, lantaran sebagian skuadnya berisi sejumlah pemain Balkan. Pada era Eduardo Perez, tiga pemain Balkan didatangkan manajemen.

Mereka adalah Risto Mitrevski, Milos Raickovic, dan Mihailo Perovic. Mereka melengkapi dua legiun asing Balkan peninggalan masa kepelatihan Paul Munster, yaitu Dime Dimov dan Dejan Tumbas.

Sekilas tampak menakutkan bagi tim-tim lawan Persebaya di Super League. Bagaimana tidak, para pemain Balkan dikenal sebagai pemain yang keras dan tangguh, baik secara fisik dan mental, serta daya juang yang tak kenal lelah.

Electronic money exchangers listing

Namun, harapan ternyata tidak sesuai kenyataan. Para pemain Balkan itu tidak mampu mengerek posisi Persebaya dari papan tengah. Padahal, kelimanya kerap kali dimainkan oleh Eduardo Perez.

Risto Mitrevski dan Dime Dimov diduetkan sebagai duo bek tengah. Lalu Dejan Tumbas dan Milos Raickovic diduetkan sebagai gelandang. Tumbas bahkan beberapa kali dimainkan sebagai bek sayap. Sedangkan Mihailo Perovic diplot sebagai penyerang utama.

Kehadiran mereka akhirnya tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Eduardo Perez yang akhirnya dipecat pada Oktober 2025. Beberapa dari pemain Balkan itu juga dianggap kurang nyetel dengan permainan Persebaya. Perovic bahkan sempat lama scoreless dan kesulitan mencetak gol.

Baca Juga :  Ambisi Revans Supermane

Evaluasi pun diterapkan. Manajemen merekrut Bernardo Tavares untuk menjadi pelatih kepala, namun ia baru bisa menangani Green Force pada Januari tahun ini karena sejumlah hal maupun persyaratan.

Akhirnya pada bursa transfer paruh musim, Bernardo Tavares bermanuver memangkas jumlah pemain Balkan dari lima orang menjadi hanya tiga penggawa. Dua lainnya yaitu Dejan Tumbas dan Dime Dimov tidak diperpanjang kontraknya.

Ternyata, manuver Bernardo Tavares itu cukup jitu. Risto Mitrevski yang diduetkan dengan Leo Lelis malah menjadi andalan di lini pertahanan, membuat barisan belakang Persebaya sulit ditembus. Sejak era Tavares, Green Force hanya kebobolan lima gol dalam lima laga.

Lalu Milos Raickovic tampil cukup prima di lini tengah bersama Toni Firmansyah dan Francisco Rivera. Dan Perovic mencetak dua gol dari lima laga, membuatnya masuk jajaran top skor klub dengan total empat gol.

‎Dengan kata lain, Bernardo Tavares berhasil memaksimalkan potensi pemain Balkan pilihannya. Ia juga mengakui bahwa taktik yang bagus tak akan berjalan jika pemain tidak bisa membuat keajaiban di lapangan.

‎“Saya tidak membuat sesuatu yang spesial. Saya hanya memasang para pemain sesuai dengan potensi maksimum mereka, dan mereka mampu membuat keajaiban,” jelasnya seperti dikutip dari laman resmi klub.

Baca Juga :  Bonek Geram! Denda Flare Persebaya Surabaya Rp200 Juta

‎Mantan pelatih PSM Makassar itu juga membeberkan bahwa para pemain asuhannya, termasuk para penggawa Balkan dituntut untuk memiliki attitude yang baik, disamping kerja keras di lapangan.

‎“Mereka menunjukkan attitude yang baik dan semangat yang tinggi saat pertandingan,” sambungnya.

‎Attitude baik juga ditunjukkan oleh ketiga pemain Balkan tersebut. Misalnya dalam lima laga di bawah Tavares, Risto yang berposisi sebagai bek tidak menerima satu kartu kuning pun.

‎Kemudian Perovic absen karena akumulasi kartu saat menghadapi Malut United atau debut Tavares. Namun setelah pertandingan itu, ia tidak mendapat satu kartu pun, baik itu kuning maupun merah.

Etos kerja tinggi dan pantang menyerah juga ditunjukkan Perovic saat ia tetap tampil dan mencetak gol ke gawang Bali United meski kepalanya diperban karena cedera.

‎Hanya Milos Raickovic yang telah menambah koleksi kartunya, yaitu saat menghadapi Dewa United dan itu pun hanya satu kartu kuning saja.

‎Tavares percaya bahwa saat para pemain menunjukkan attitude yang baik, maka performa yang meningkat di lapangan hanya tinggal menunggu waktu saja.

‎“Ketika kita melihat para pemain mencoba melakukan yang terbaik dan menunjukkan attitude yang baik, kemungkinan kita bisa berhasil adalah besar,” tegasnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru