Persib Bandung termasuk irit dalam menambah amunisi pemain baru dalam bursa transfer paruh musim. Mereka hanya mendatangkan tiga pemain baru yaitu Layvin Kurzawa, Sergio Castel, dan Dion Markx. Dua nama pertama tentu menjadi sorotan karena didatangkan dari Eropa.
Pelatih Persib Bojan Hodak pun mengakui bahwa kedua pemain itu harus menjalani tantangan beradaptasi dengan iklim persepakbolaan di Indonesia yang tentunya sangat berbeda dari Eropa, mulai dari cuaca hingga gaya bermain.
Bagi Hodak, tantangan terberat dalam beradaptasi ada pada Layvin Kurzawa. Hal itu lantaran eks pemain PSG tersebut sudah lama tidak bermain di laga kompetitif akibat cedera sehingga belum bisa tampil maksimal saat menghadapi Ratchaburi FC Rabu lalu (18/2).
“Lihat, Kurzawa belum fit dan di laga pertama dia hanya bermain 15 menit. Lawan Ratchaburi, dia bermain 45 menit dan sudah lebih baik untuk saat ini jika dibandingkan pertandingan pertama,” ujar Bojan Hodak seperti dikutip dari laman Radar Bandung.
Pelatih asal Kroasia ini pun mengakui bahwa Kurzawa masih harus dibatasi menit bermainnya. Namun, porsinya tetap akan ditambah secara bertahap disesuaikan dengan kondisi kebugarannya.
“Meski begitu, dia realistisnya baru bisa bermain selama 35 menit,” imbuhnya.
Lain halnya dengan Sergio Castel yang performanya dianggap mulai mempu menunjukkan kualitas dan fleksibilitas posisi di lapangan.
“Untuk Sergio, dia sudah menunjukkan kualitasnya. Dia tadi bermain di beberapa posisi dan tadi bermain sebagai winger,” tuturnya lagi.
Hodak juga masih bisa memaklumi jika Castel belum bisa tampil maksimal saat menghadapi Ratchaburi. Sebab, pemain tersebut harus bermain di posisi yang bukan aslinya akibat kalah jumlah pemain pasca Uilliam Baros dikartu merah.
“Mungkin dia tidak bisa melakukan segalanya karena bermain dengan sepuluh pemain. Tapi dia sudah bisa melakukan tugas dengan baik,” pungkasnya.
Uniknya, meski Kurzawa dianggap belum bugar, determinasinya saat menghadapi Ratchaburi patut diacungi jempo. Mengutip dari Sofascore, meski bermain sebagai bek sayap menggantikan Dewangga pada menit 46, ia masih bisa mencatatkan satu shoot on goal dan satu tendangan diblok.
Keaktifannya dalam memberi umpan juga patut mendapat kredit. Ia tercatat melepaskan tiga crossing, akurasi passing sebesar 77 persen, serta akurasi umpan lambung sebesar 60 persen. Lalu saat bertahan, ia membukukan satu tekel sukses, satu clearance, dua recovery, dan memenangkan tiga duel di darat.
Berbeda dengan Castel yang baru masuk pada menit 69 menggantikan Berguinho. Mengutip dari Sofascore, sekitar 25 menit bermain, jebolan Akademi Atletico Madrid itu sayangnya tidak mencatatkan satu shoot on goal pun.
Selain itu, ia mencatatkan prosentase akurasi passing sebesar 75 persen, dan akurasi umpan long ball sebesar 100 persen. Pemain asal Spanyol itu juga sempat membantu pertahanan dengan berkontribusi memblok satu tendangan dari pemain Ratchaburi.(jpc)


