PROKALTENG.CO – Persebaya Surabaya masuk tiga besar daftar raja tandang Super League 2025/2026. Green Force kini duduk di posisi ketiga klasemen khusus laga tandang, bahkan unggul selisih gol atas Persib Bandung yang punya poin sama.
Catatan tandang Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 memang tak main-main. Dari 10 pertandingan di luar kandang, tim asuhan Bernardo Tavares mengoleksi 17 poin hasil 4 kemenangan, 5 imbang, dan hanya 1 kekalahan. Statistik ini menempatkan Bajol Ijo sebagai salah satu tim paling stabil saat bermain jauh dari rumah.
Produktivitas mereka juga efisien. Persebaya mencetak 12 gol dan baru kebobolan 6 kali. Selisih gol +6 menjadi bukti solidnya lini belakang sekaligus efektivitas serangan saat tampil sebagai tim tamu.
Di atas Persebaya, posisi pertama daftar raja tandang ditempati Persija Jakarta dengan 21 poin dari 11 laga. Macan Kemayoran membukukan 7 kemenangan tanpa hasil imbang dan 4 kekalahan, mencetak 16 gol serta kebobolan 10 kali.
Peringkat kedua dihuni Borneo FC dengan 19 poin dari 10 laga tandang. Mereka mencatatkan 6 kemenangan, 1 imbang, dan 3 kekalahan dengan selisih gol +4 (17 gol, 13 kebobolan).
Persebaya berada tepat di bawah dua tim tersebut dengan 17 poin dan selisih gol +6. Menariknya, raihan itu membuat mereka unggul atas Persib Bandung yang juga mengoleksi 17 poin, tetapi memiliki selisih gol +5 dari 10 laga (5 menang, 2 imbang, 3 kalah).
Posisi kelima ditempati Malut United dengan 17 poin dari 10 pertandingan tandang. Mereka mencatatkan 5 kemenangan, 2 imbang, dan 3 kekalahan dengan selisih gol +3.
Fakta ini mengukuhkan Persebaya sebagai salah satu raja tandang musim ini. Konsistensi meraup poin di luar kandang menjadi modal penting dalam persaingan papan atas Super League 2025/2026.
Ironisnya, tren positif di laga away justru berbanding terbalik dengan hasil kandang pada pekan ke-21. Persebaya takluk dari Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Kekalahan itu sempat membuat publik Surabaya kecewa karena terjadi di depan pendukung sendiri.
Namun, jelang pekan ke-22 saat melawat ke markas Persijap Jepara, optimisme kembali menguat. Statistik tandang yang impresif membuat Bonek percaya diri.
“Kalau mode away, ditinggal tidur sama makan soto saja bisa menang,” ujar salah satu Bonek, menggambarkan keyakinan bahwa Persebaya lebih garang saat tandang.
Bonek lainnya berharap kebangkitan segera datang. “Ayo comeback. Masa laga kandang kalah, tandang malah menang. Kasihan yang sudah datang dukung di GBT,” ucapnya.
Ada pula yang menyebut “mode away” sebagai simbol kesiapan Green Force memangsa lawan di kandangnya sendiri. “Fix menang lawan Persijap, soalnya ini mode away,” kata suporter lainnya.
Dukungan itu jadi suntikan moral tambahan jelang lawatan ke Jepara. Pelatih Bernardo Tavares tak ingin kekalahan sebelumnya memengaruhi mental tim terlalu lama.
“Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan fokus meraih kemenangan di pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Pesannya jelas. Status raja tandang harus dibuktikan lagi saat menghadapi Persijap Jepara. Statistik sudah memihak, kini Persebaya Surabaya ditantang menjawabnya di lapangan.
Super League 2025/2026 masih panjang dan persaingan papan atas makin ketat. Namun, dengan performa tandang yang stabil dan posisi ketiga yang mengungguli Persib, Green Force punya alasan kuat untuk tetap percaya diri.
Kini publik tinggal menunggu: apakah “mode away” kembali aktif di Jepara? Jika tren berlanjut, Persebaya bukan hanya raja tandang, tetapi juga kandidat serius penantang papan atas hingga akhir musim. (jpg)


