28.1 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Persebaya Surabaya Terlempar dari 6 Besar, Madura United Masuk Zona Degradasi

Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin panas memasuki pekan ke-25. Perubahan posisi di klasemen terjadi setelah sejumlah laga menghasilkan kejutan, termasuk kekalahan telak Persebaya Surabaya di markas Borneo FC Samarinda.

Persib Bandung masih berdiri kokoh di puncak klasemen sementara. Tim Pangeran Biru kini mengoleksi 57 poin dari 24 pertandingan yang sudah dimainkan.

Keunggulan Persib Bandung atas pesaing terdekat masih cukup aman. Mereka unggul empat poin dari Borneo FC Samarinda yang menempati posisi kedua klasemen.

Borneo FC Samarinda tampil impresif dalam beberapa laga terakhir. Kemenangan besar atas Persebaya Surabaya semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai pesaing serius dalam perebutan gelar juara.

Sementara itu, Persija Jakarta masih menjaga asa di jalur perebutan trofi musim ini. Macan Kemayoran menempati posisi ketiga dengan koleksi 51 poin dari 24 pertandingan.

Persaingan di papan atas semakin menarik karena jarak poin antar tim relatif ketat. Setiap laga tersisa berpotensi mengubah peta klasemen secara drastis.

Malut United FC menjadi salah satu tim kejutan musim ini. Klub tersebut kini berada di posisi keempat dengan mengoleksi 45 poin.

Electronic money exchangers listing

Konsistensi Malut United FC membuat mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar. Pencapaian tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan tim tersebut musim ini.

Persita Tangerang juga berhasil menjaga posisi di papan atas. Tim Pendekar Cisadane kini menempati peringkat kelima dengan raihan 41 poin.

Jumlah poin Persita Tangerang sebenarnya sama dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun mereka unggul dalam selisih gol sehingga berhak menempati posisi lebih tinggi.

Bhayangkara Presisi Lampung FC sendiri harus puas berada di peringkat keenam. Mereka tetap menjadi salah satu tim yang cukup konsisten sepanjang musim ini.

Baca Juga :  All Star Ramadan Cup IV: Hiu Putih FC Wajib Menang Lawan Angkarjasa FC

Situasi berbeda dialami Persebaya Surabaya yang harus merosot di klasemen. Kekalahan telak di kandang Borneo FC Samarinda membuat Green Force turun ke peringkat ketujuh dengan 39 poin.

Posisi tersebut membuat Persebaya Surabaya keluar dari enam besar klasemen sementara. Padahal sebelumnya mereka sempat bersaing ketat di papan atas.

Tekanan terhadap Persebaya Surabaya pun semakin besar menjelang pekan berikutnya. Tim asal Kota Pahlawan harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dari para pesaing.

Di bawah Persebaya Surabaya terdapat PSIM Jogjakarta yang mengoleksi 38 poin. Selisih satu angka membuat persaingan di papan tengah menjadi semakin ketat.

PSIM Jogjakarta terus menempel ketat dan berpeluang menyalip kapan saja. Hanya satu kemenangan saja dapat mengubah posisi kedua tim tersebut.

Dewa United Banten FC dan Bali United FC menempati posisi sembilan dan sepuluh klasemen. Kedua tim sama-sama mengoleksi 33 poin hingga pekan ke-25.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh selisih gol. Hal ini membuat persaingan di papan tengah tidak kalah sengit dibanding papan atas.

Dua tim Jawa Timur lainnya, Arema FC dan Persik Kediri, masih tertahan di papan tengah. Arema FC berada di posisi kesebelas dengan 31 poin.

Sementara Persik Kediri menempati peringkat dua belas dengan koleksi 29 poin. Kedua tim tersebut masih memiliki peluang memperbaiki posisi jika mampu meraih kemenangan di laga-laga berikutnya.

Situasi mulai menegangkan di papan bawah klasemen. Beberapa tim harus berjuang keras agar tidak terjerumus ke zona degradasi.

Baca Juga :  Kontrak Sisa Semusim, Persija Jakarta Klarifikasi Status Sang Kapten, Rizky Ridho

PSM Makassar kini berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin. Posisi tersebut masih belum sepenuhnya aman karena selisih poin cukup tipis.

Di bawahnya ada Persijap Jepara yang mengoleksi 21 poin. Mereka masih memiliki peluang keluar dari zona bahaya jika mampu tampil konsisten.

Persis Solo berhasil keluar dari zona merah pada pekan ini. Tambahan poin membuat mereka naik ke posisi ke-15 dengan total 20 poin.

Nasib kurang beruntung justru dialami Madura United FC. Kekalahan telak dari Persita Tangerang membuat mereka terjerumus ke zona degradasi.

Madura United FC kini berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut membuat mereka harus berjuang ekstra keras di sisa musim.

Dua tim lain yang berada di zona merah adalah Semen Padang FC dan PSBS Biak. Semen Padang FC mengoleksi 20 poin sementara PSBS Biak baru meraih 18 poin.

Dengan selisih poin yang sangat tipis, persaingan di papan bawah dipastikan berlangsung sengit. Setiap pertandingan tersisa akan menjadi penentu nasib klub-klub tersebut.

Memasuki pekan-pekan akhir kompetisi, tekanan semakin besar bagi semua tim. Baik perebutan gelar juara maupun perjuangan menghindari degradasi sama-sama menghadirkan drama yang menegangkan.

Klasemen sementara ini masih sangat mungkin berubah. Hasil satu pertandingan saja bisa langsung mengguncang posisi banyak klub.

Bagi Persebaya Surabaya, kebangkitan menjadi harga mati jika ingin kembali bersaing di papan atas. Dukungan suporter setia juga akan menjadi energi penting bagi Green Force dalam menghadapi laga-laga berikutnya.(jpc)

Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin panas memasuki pekan ke-25. Perubahan posisi di klasemen terjadi setelah sejumlah laga menghasilkan kejutan, termasuk kekalahan telak Persebaya Surabaya di markas Borneo FC Samarinda.

Persib Bandung masih berdiri kokoh di puncak klasemen sementara. Tim Pangeran Biru kini mengoleksi 57 poin dari 24 pertandingan yang sudah dimainkan.

Keunggulan Persib Bandung atas pesaing terdekat masih cukup aman. Mereka unggul empat poin dari Borneo FC Samarinda yang menempati posisi kedua klasemen.

Electronic money exchangers listing

Borneo FC Samarinda tampil impresif dalam beberapa laga terakhir. Kemenangan besar atas Persebaya Surabaya semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai pesaing serius dalam perebutan gelar juara.

Sementara itu, Persija Jakarta masih menjaga asa di jalur perebutan trofi musim ini. Macan Kemayoran menempati posisi ketiga dengan koleksi 51 poin dari 24 pertandingan.

Persaingan di papan atas semakin menarik karena jarak poin antar tim relatif ketat. Setiap laga tersisa berpotensi mengubah peta klasemen secara drastis.

Malut United FC menjadi salah satu tim kejutan musim ini. Klub tersebut kini berada di posisi keempat dengan mengoleksi 45 poin.

Konsistensi Malut United FC membuat mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar. Pencapaian tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan tim tersebut musim ini.

Persita Tangerang juga berhasil menjaga posisi di papan atas. Tim Pendekar Cisadane kini menempati peringkat kelima dengan raihan 41 poin.

Jumlah poin Persita Tangerang sebenarnya sama dengan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun mereka unggul dalam selisih gol sehingga berhak menempati posisi lebih tinggi.

Bhayangkara Presisi Lampung FC sendiri harus puas berada di peringkat keenam. Mereka tetap menjadi salah satu tim yang cukup konsisten sepanjang musim ini.

Baca Juga :  All Star Ramadan Cup IV: Hiu Putih FC Wajib Menang Lawan Angkarjasa FC

Situasi berbeda dialami Persebaya Surabaya yang harus merosot di klasemen. Kekalahan telak di kandang Borneo FC Samarinda membuat Green Force turun ke peringkat ketujuh dengan 39 poin.

Posisi tersebut membuat Persebaya Surabaya keluar dari enam besar klasemen sementara. Padahal sebelumnya mereka sempat bersaing ketat di papan atas.

Tekanan terhadap Persebaya Surabaya pun semakin besar menjelang pekan berikutnya. Tim asal Kota Pahlawan harus segera bangkit agar tidak semakin tertinggal dari para pesaing.

Di bawah Persebaya Surabaya terdapat PSIM Jogjakarta yang mengoleksi 38 poin. Selisih satu angka membuat persaingan di papan tengah menjadi semakin ketat.

PSIM Jogjakarta terus menempel ketat dan berpeluang menyalip kapan saja. Hanya satu kemenangan saja dapat mengubah posisi kedua tim tersebut.

Dewa United Banten FC dan Bali United FC menempati posisi sembilan dan sepuluh klasemen. Kedua tim sama-sama mengoleksi 33 poin hingga pekan ke-25.

Perbedaan keduanya hanya ditentukan oleh selisih gol. Hal ini membuat persaingan di papan tengah tidak kalah sengit dibanding papan atas.

Dua tim Jawa Timur lainnya, Arema FC dan Persik Kediri, masih tertahan di papan tengah. Arema FC berada di posisi kesebelas dengan 31 poin.

Sementara Persik Kediri menempati peringkat dua belas dengan koleksi 29 poin. Kedua tim tersebut masih memiliki peluang memperbaiki posisi jika mampu meraih kemenangan di laga-laga berikutnya.

Situasi mulai menegangkan di papan bawah klasemen. Beberapa tim harus berjuang keras agar tidak terjerumus ke zona degradasi.

Baca Juga :  Kontrak Sisa Semusim, Persija Jakarta Klarifikasi Status Sang Kapten, Rizky Ridho

PSM Makassar kini berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin. Posisi tersebut masih belum sepenuhnya aman karena selisih poin cukup tipis.

Di bawahnya ada Persijap Jepara yang mengoleksi 21 poin. Mereka masih memiliki peluang keluar dari zona bahaya jika mampu tampil konsisten.

Persis Solo berhasil keluar dari zona merah pada pekan ini. Tambahan poin membuat mereka naik ke posisi ke-15 dengan total 20 poin.

Nasib kurang beruntung justru dialami Madura United FC. Kekalahan telak dari Persita Tangerang membuat mereka terjerumus ke zona degradasi.

Madura United FC kini berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut membuat mereka harus berjuang ekstra keras di sisa musim.

Dua tim lain yang berada di zona merah adalah Semen Padang FC dan PSBS Biak. Semen Padang FC mengoleksi 20 poin sementara PSBS Biak baru meraih 18 poin.

Dengan selisih poin yang sangat tipis, persaingan di papan bawah dipastikan berlangsung sengit. Setiap pertandingan tersisa akan menjadi penentu nasib klub-klub tersebut.

Memasuki pekan-pekan akhir kompetisi, tekanan semakin besar bagi semua tim. Baik perebutan gelar juara maupun perjuangan menghindari degradasi sama-sama menghadirkan drama yang menegangkan.

Klasemen sementara ini masih sangat mungkin berubah. Hasil satu pertandingan saja bisa langsung mengguncang posisi banyak klub.

Bagi Persebaya Surabaya, kebangkitan menjadi harga mati jika ingin kembali bersaing di papan atas. Dukungan suporter setia juga akan menjadi energi penting bagi Green Force dalam menghadapi laga-laga berikutnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru