27.3 C
Jakarta
Saturday, February 14, 2026

Persebaya Rontok di Tangan Mantan! Bhayangkara FC Bikin Malu Green Force 2-1

Rekor 13 laga unbeaten Persebaya Surabaya akhirnya terhenti. Di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), Bhayangkara FC yang ditukangi Paul Munster, mantan pelatih Green Force, mempermalukan tim tuan rumah dengan skor 2-1 pada Pekan 21 Super League 2025/2026.

Laga ini jadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya tampil konsisten dan sulit dikalahkan. Di depan ribuan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya justru harus mengakui ketajaman dan disiplin permainan tim tamu.

Sejak awal babak pertama, Persebaya Surabaya mencoba mengambil inisiatif serangan. Menit ke-4, Toni Firmansyah melepaskan tembakan, tetapi masih mampu diblok barisan belakang Bhayangkara FC.

Tim tamu tidak tinggal diam dan mulai merespons lewat serangan balik cepat. Pada menit ke-20, Frengky Deaner Missa melepaskan tembakan yang masih melenceng, sementara Moises Wolschick tercatat menciptakan peluang berbahaya.

Persebaya Surabaya kembali menekan dua menit berselang melalui Milos Raickovic. Gelandang asal Montenegro itu melepaskan sepakan yang belum menemui sasaran, setelah Francisco Israel Rivera Davalos lebih dulu membangun peluang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-25 dan menjadi titik balik pertandingan. Henri Doumbia mencatatkan namanya di papan skor untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC setelah menerima assist Moussa Sidibe dan melepaskan tembakan tepat sasaran.

Gol itu membuat tempo laga meningkat dan tensi memanas. Pada menit ke-27, Moussa Sidibe kembali mengancam lewat sepakan on target hasil kreasi Jean Marie Privat Befolo Mbarga.

Electronic money exchangers listing

Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk T.M Ichsan pada menit ke-28 dan Nehar Sadiki semenit kemudian. Situasi semakin panas saat Doumbia kembali melepaskan tembakan tepat sasaran, meski belum berbuah gol tambahan.

Baca Juga :  KONI Pulpis Pilih Palangka Raya Tuan Rumah Porprov 2026, Ini Alasannya

Persebaya Surabaya mencoba membalas lewat Mihailo Perovic pada menit ke-30. Namun, sepakan striker andalan itu masih melebar meski Rivera kembali berperan sebagai kreator serangan.

Menjelang turun minum, Bhayangkara FC tetap tampil efektif. Menit ke-43, Jean Marie Privat Befolo Mbarga sempat melepaskan tembakan yang diblok bek tuan rumah.

Petaka kedua bagi Persebaya Surabaya datang pada masa injury time babak pertama. Menit 45+1, Moussa Sidibe mencetak gol setelah memaksimalkan assist Ryo Matsumura dan membawa Bhayangkara FC unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares langsung melakukan perubahan komposisi pemain. Koko Ari Araya digantikan Arief Catur Pamungkas pada menit ke-45 demi menambah energi di sektor sayap.

Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Milos Raickovic, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas, hingga Risto Mitrevski bergantian melepaskan tembakan, tetapi belum mampu menaklukkan Muchamad Aqil Savik.

Kartu kuning juga diterima Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas pada menit ke-57. Tekanan terus datang, termasuk dari Bruno Moreira Soares yang masih belum tepat sasaran.

Bhayangkara FC sempat mengancam lewat Ryo Matsumura pada menit ke-63 lewat sepakan on target. Namun, peluang itu mampu diantisipasi lini pertahanan Persebaya Surabaya yang tak ingin kebobolan lagi.

Harapan tuan rumah muncul pada menit ke-64. Mihailo Perovic akhirnya mencetak gol setelah menerima assist Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas dan mengubah skor menjadi 1-2.

Baca Juga :  Aleix Espargaro Juara MotoGP Argentina 2022 dan Pimpin Klasemen

Baca Juga: Persija Jakarta Siap Bangkit Lawan Bali United, Mauricio Souza Fokus Perbaiki Mental Tim

Gol tersebut membuat Stadion Gelora Bung Tomo kembali bergemuruh. Persebaya Surabaya semakin percaya diri dan terus menggempur pertahanan Bhayangkara FC demi menyamakan kedudukan.

Beberapa pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk menjaga intensitas permainan.

Bhayangkara FC memasukkan Sani Rizki Fauzi dan Sho Yamamoto, sementara Persebaya Surabaya menurunkan Pedro Ricardo Rodrigues de Matos serta Dimas Wicaksono Putra Rahman.

Meski peluang demi peluang tercipta, penyelesaian akhir Persebaya Surabaya masih menjadi masalah.Sepakan Rachmat Irianto pada menit ke-74 dan peluang Pedro Ricardo Rodrigues de Matos pada menit ke-82 belum mampu mengubah skor.

Di sisi lain, Bhayangkara FC tampil disiplin menjaga keunggulan. Kartu kuning untuk Henri Doumbia, Muchamad Aqil Savik, dan Sani Rizki Fauzi tak menggoyahkan konsentrasi tim asuhan Paul Munster.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Bhayangkara FC.

Kekalahan ini resmi mengakhiri 13 laga unbeaten Persebaya Surabaya dan menjadi alarm keras di tengah persaingan Super League 2025/2026.

Susunan pemain kedua tim menunjukkan duel penuh kualitas dan determinasi. Persebaya Surabaya yang diperkuat Andhika Ramadhani, Rachmat Irianto, Milos Raickovic, hingga Mihailo Perovic harus mengakui efektivitas lini depan Bhayangkara FC yang digalang Moussa Sidibe dan Henri Doumbia.

Hasil ini membuat Bhayangkara FC pulang dengan kepala tegak dari Surabaya. Sementara bagi Persebaya Surabaya, kekalahan di kandang sendiri menjadi catatan pahit yang menghentikan laju impresif mereka musim ini.(jpc)

 

Rekor 13 laga unbeaten Persebaya Surabaya akhirnya terhenti. Di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), Bhayangkara FC yang ditukangi Paul Munster, mantan pelatih Green Force, mempermalukan tim tuan rumah dengan skor 2-1 pada Pekan 21 Super League 2025/2026.

Laga ini jadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang sebelumnya tampil konsisten dan sulit dikalahkan. Di depan ribuan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya justru harus mengakui ketajaman dan disiplin permainan tim tamu.

Sejak awal babak pertama, Persebaya Surabaya mencoba mengambil inisiatif serangan. Menit ke-4, Toni Firmansyah melepaskan tembakan, tetapi masih mampu diblok barisan belakang Bhayangkara FC.

Electronic money exchangers listing

Tim tamu tidak tinggal diam dan mulai merespons lewat serangan balik cepat. Pada menit ke-20, Frengky Deaner Missa melepaskan tembakan yang masih melenceng, sementara Moises Wolschick tercatat menciptakan peluang berbahaya.

Persebaya Surabaya kembali menekan dua menit berselang melalui Milos Raickovic. Gelandang asal Montenegro itu melepaskan sepakan yang belum menemui sasaran, setelah Francisco Israel Rivera Davalos lebih dulu membangun peluang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-25 dan menjadi titik balik pertandingan. Henri Doumbia mencatatkan namanya di papan skor untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC setelah menerima assist Moussa Sidibe dan melepaskan tembakan tepat sasaran.

Gol itu membuat tempo laga meningkat dan tensi memanas. Pada menit ke-27, Moussa Sidibe kembali mengancam lewat sepakan on target hasil kreasi Jean Marie Privat Befolo Mbarga.

Wasit mengeluarkan kartu kuning untuk T.M Ichsan pada menit ke-28 dan Nehar Sadiki semenit kemudian. Situasi semakin panas saat Doumbia kembali melepaskan tembakan tepat sasaran, meski belum berbuah gol tambahan.

Baca Juga :  KONI Pulpis Pilih Palangka Raya Tuan Rumah Porprov 2026, Ini Alasannya

Persebaya Surabaya mencoba membalas lewat Mihailo Perovic pada menit ke-30. Namun, sepakan striker andalan itu masih melebar meski Rivera kembali berperan sebagai kreator serangan.

Menjelang turun minum, Bhayangkara FC tetap tampil efektif. Menit ke-43, Jean Marie Privat Befolo Mbarga sempat melepaskan tembakan yang diblok bek tuan rumah.

Petaka kedua bagi Persebaya Surabaya datang pada masa injury time babak pertama. Menit 45+1, Moussa Sidibe mencetak gol setelah memaksimalkan assist Ryo Matsumura dan membawa Bhayangkara FC unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares langsung melakukan perubahan komposisi pemain. Koko Ari Araya digantikan Arief Catur Pamungkas pada menit ke-45 demi menambah energi di sektor sayap.

Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Milos Raickovic, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas, hingga Risto Mitrevski bergantian melepaskan tembakan, tetapi belum mampu menaklukkan Muchamad Aqil Savik.

Kartu kuning juga diterima Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas pada menit ke-57. Tekanan terus datang, termasuk dari Bruno Moreira Soares yang masih belum tepat sasaran.

Bhayangkara FC sempat mengancam lewat Ryo Matsumura pada menit ke-63 lewat sepakan on target. Namun, peluang itu mampu diantisipasi lini pertahanan Persebaya Surabaya yang tak ingin kebobolan lagi.

Harapan tuan rumah muncul pada menit ke-64. Mihailo Perovic akhirnya mencetak gol setelah menerima assist Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas dan mengubah skor menjadi 1-2.

Baca Juga :  Aleix Espargaro Juara MotoGP Argentina 2022 dan Pimpin Klasemen

Baca Juga: Persija Jakarta Siap Bangkit Lawan Bali United, Mauricio Souza Fokus Perbaiki Mental Tim

Gol tersebut membuat Stadion Gelora Bung Tomo kembali bergemuruh. Persebaya Surabaya semakin percaya diri dan terus menggempur pertahanan Bhayangkara FC demi menyamakan kedudukan.

Beberapa pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk menjaga intensitas permainan.

Bhayangkara FC memasukkan Sani Rizki Fauzi dan Sho Yamamoto, sementara Persebaya Surabaya menurunkan Pedro Ricardo Rodrigues de Matos serta Dimas Wicaksono Putra Rahman.

Meski peluang demi peluang tercipta, penyelesaian akhir Persebaya Surabaya masih menjadi masalah.Sepakan Rachmat Irianto pada menit ke-74 dan peluang Pedro Ricardo Rodrigues de Matos pada menit ke-82 belum mampu mengubah skor.

Di sisi lain, Bhayangkara FC tampil disiplin menjaga keunggulan. Kartu kuning untuk Henri Doumbia, Muchamad Aqil Savik, dan Sani Rizki Fauzi tak menggoyahkan konsentrasi tim asuhan Paul Munster.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Bhayangkara FC.

Kekalahan ini resmi mengakhiri 13 laga unbeaten Persebaya Surabaya dan menjadi alarm keras di tengah persaingan Super League 2025/2026.

Susunan pemain kedua tim menunjukkan duel penuh kualitas dan determinasi. Persebaya Surabaya yang diperkuat Andhika Ramadhani, Rachmat Irianto, Milos Raickovic, hingga Mihailo Perovic harus mengakui efektivitas lini depan Bhayangkara FC yang digalang Moussa Sidibe dan Henri Doumbia.

Hasil ini membuat Bhayangkara FC pulang dengan kepala tegak dari Surabaya. Sementara bagi Persebaya Surabaya, kekalahan di kandang sendiri menjadi catatan pahit yang menghentikan laju impresif mereka musim ini.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/